Kue Kipo Kotagede, Jajanan Legendaris yang Berawal dari Pertanyaan “Iki Opo?”

Kue Kipo Kotagede, Jajanan Legendaris yang Berawal dari Pertanyaan “Iki Opo?”

Last Updated: 3 June 2026, 05:30

Bagikan:

Kue Kipo Kotagede
Kue Kipo membuktikan bahwa kuliner tradisional tidak hanya menghadirkan cita rasa khas, tetapi juga menyimpan cerita budaya yang terus diwariskan dari generasi ke generasi di Kotagede, Yogyakarta. Sumber gambar: SHUTTERSTOCK/Adil Armaya.

Kue Kipo merupakan jajanan tradisional khas Kotagede, Yogyakarta, yang terbuat dari tepung ketan dengan isian kelapa parut dan gula jawa. Masyarakat mengenal Kue Kipo karena bentuknya yang unik, rasanya yang manis gurih, serta sejarah namanya yang berasal dari ungkapan Jawa “iki opo” atau “ini apa” (Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, n.d.; Radar Jogja, 2025).

Kue Kipo Berasal dari Kawasan Bersejarah Kotagede Yogyakarta

Kue Kipo berasal dari kawasan Kotagede yang dikenal sebagai salah satu pusat sejarah dan budaya di Yogyakarta. Masyarakat setempat mempertahankan keberadaan Kue Kipo sebagai bagian dari warisan kuliner yang diwariskan secara turun-temurun (Liputan6, 2025).

Keberadaan Kue Kipo menjadikan Kotagede tidak hanya dikenal melalui kerajinan perak dan bangunan bersejarah, tetapi juga melalui kekayaan kuliner tradisional yang masih bertahan hingga saat ini (Liputan6, 2025).

Beberapa karakteristik utama Kue Kipo meliputi:

  • Berukuran kecil dan mudah disantap.
  • Memiliki warna hijau yang berasal dari bahan alami.
  • Menggunakan tepung ketan sebagai bahan utama.
  • Berisi enten-enten atau kelapa parut bercampur gula jawa.
  • Dipanggang menggunakan alas daun pisang.

Karakteristik tersebut membuat Kue Kipo memiliki tampilan dan cita rasa yang berbeda dibandingkan jajanan pasar lainnya (Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, n.d.).

Nama Kue Kipo Berasal dari Ungkapan “Iki Opo”

Nama Kipo memiliki cerita yang unik dalam sejarah kuliner Yogyakarta. Masyarakat pada masa lalu sering mengucapkan pertanyaan “iki opo?” ketika melihat bentuk kue tersebut untuk pertama kalinya. Ungkapan tersebut kemudian berkembang menjadi nama Kipo yang dikenal hingga sekarang (Radar Jogja, 2025).

Cerita penamaan tersebut menjadikan Kue Kipo memiliki identitas yang kuat di tengah beragam kuliner tradisional Yogyakarta. Nama yang sederhana tersebut juga membuat banyak wisatawan tertarik untuk mengetahui asal-usul jajanan khas Kotagede ini (Detik Jogja, 2026).

Keunikan nama Kipo menjadi salah satu alasan mengapa jajanan tradisional ini tetap mudah dikenali meskipun telah hadir selama puluhan tahun (Radar Jogja, 2025; Detik Jogja, 2026).

Bahan Tradisional Kue Kipo Menghasilkan Rasa Manis dan Gurih

Kue Kipo menggunakan bahan-bahan sederhana yang umum ditemukan dalam kuliner tradisional Jawa. Kombinasi bahan tersebut menghasilkan tekstur kenyal dengan rasa manis dan gurih yang khas (Liputan6, 2025).

Bahan utama Kue Kipo terdiri atas:

  • Tepung ketan.
  • Santan.
  • Garam.
  • Gula jawa.
  • Kelapa parut.
  • Daun pandan sebagai pewarna alami.

Kelapa parut dan gula jawa diolah menjadi enten-enten yang berfungsi sebagai isian utama. Isian tersebut memberikan rasa manis yang berpadu dengan aroma khas hasil proses pemanggangan tradisional (Liputan6, 2025; Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, n.d.).

Penggunaan bahan alami membuat Kue Kipo tetap mempertahankan cita rasa autentik yang menjadi ciri khas kuliner tradisional Kotagede.

Teknik Pemanggangan Tradisional Membuat Kue Kipo Berbeda

Kue Kipo memiliki metode pembuatan yang berbeda dibandingkan banyak jajanan pasar lainnya. Pembuat Kipo meletakkan adonan di atas daun pisang sebelum proses pemanggangan dilakukan (Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, n.d.).

Proses pemanggangan tersebut menghasilkan aroma khas yang sulit ditemukan pada makanan modern. Daun pisang memberikan sentuhan aroma alami yang memperkuat cita rasa Kue Kipo (Detik Food, 2024).

Tahapan pembuatan Kue Kipo meliputi:

  • Menyiapkan isian kelapa dan gula jawa.
  • Mengolah adonan tepung ketan.
  • Memberikan warna hijau dari bahan alami.
  • Mengisi adonan dengan enten-enten.
  • Memanggang adonan di atas daun pisang.

Sejumlah perajin di Kotagede masih mempertahankan teknik tradisional tersebut untuk menjaga cita rasa asli Kue Kipo (Detik Food, 2024).

Kue Kipo Pernah Mengalami Penurunan Popularitas

Kue Kipo sempat mengalami masa ketika keberadaannya mulai jarang ditemukan. Berkurangnya jumlah pembuat tradisional menyebabkan popularitas jajanan ini sempat menurun dibandingkan makanan modern yang lebih mudah dijumpai (Radar Jogja, 2025).

Upaya pelestarian kemudian dilakukan oleh sejumlah pembuat Kipo di Kotagede. Salah satu nama yang sering dikaitkan dengan pelestarian Kipo adalah keluarga Bu Djito yang mempertahankan produksi Kipo sejak tahun 1946 (Detik Food, 2024).

Keberadaan para perajin tersebut membantu menjaga Kue Kipo agar tetap dikenal oleh masyarakat Yogyakarta maupun wisatawan dari berbagai daerah (Detik Food, 2024).

Kue Kipo Menjadi Daya Tarik Wisata Kuliner Yogyakarta

Kue Kipo kini menjadi salah satu kuliner yang banyak dicari wisatawan saat berkunjung ke Yogyakarta. Wisatawan menjadikan jajanan tersebut sebagai bagian dari pengalaman menikmati kekayaan budaya dan kuliner Kotagede (Detik Jogja, 2026).

Beberapa alasan yang membuat Kue Kipo diminati wisatawan meliputi:

  • Memiliki sejarah yang unik.
  • Menggunakan bahan-bahan tradisional.
  • Dibuat dengan teknik pemanggangan khas.
  • Menjadi ikon kuliner Kotagede.
  • Memiliki rasa manis dan gurih yang khas.

Popularitas tersebut membantu menjaga keberlangsungan Kue Kipo sebagai salah satu warisan kuliner tradisional Yogyakarta yang masih bertahan hingga sekarang (Liputan6, 2025; Detik Jogja, 2026).

Kue Kipo tidak hanya menawarkan cita rasa yang khas, tetapi juga menyimpan sejarah dan identitas budaya yang melekat pada masyarakat Kotagede. Nama yang unik, bahan tradisional, dan proses pembuatan yang masih dipertahankan menjadikan Kue Kipo sebagai salah satu kuliner legendaris Yogyakarta.

Pembaca dapat menemukan berbagai artikel menarik lainnya mengenai kuliner tradisional Indonesia di Negeri Kami. Beragam makanan khas daerah menyimpan cerita budaya yang menarik untuk dipelajari sekaligus dilestarikan.

Jangan lewatkan artikel-artikel lainnya di Negeri Kami yang membahas kuliner khas, tradisi daerah, dan warisan budaya Nusantara. Semakin banyak budaya lokal yang dikenal, semakin besar pula peluang untuk menjaga keberlangsungannya bagi generasi mendatang.

Referensi

Search

Video

Budaya Detail

DI Yogyakarta

Kuliner

DI Yogyakarta

Budaya

Budaya Lainnya