negerikami.id – Kota Bandung dikenal sebagai salah satu pusat budaya Sunda yang memiliki kekayaan tradisi dan kesenian khas. Tidak hanya terkenal sebagai kota wisata dan kuliner, Bandung juga menyimpan banyak Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang masih dilestarikan hingga sekarang. Warisan budaya ini menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Sunda sekaligus bukti bahwa tradisi lokal tetap hidup di tengah perkembangan zaman modern.
Warisan Budaya Tak Benda sendiri merupakan tradisi, seni, pengetahuan, hingga keterampilan yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Di Kota Bandung, berbagai kesenian tradisional hingga kuliner khas telah resmi masuk daftar WBTB tingkat nasional maupun Provinsi Jawa Barat.
Berikut tujuh Warisan Budaya Tak Benda Kota Bandung yang wajib diketahui masyarakat Indonesia.
1. Benjang, Seni Tradisional Khas Bandung
Benjang merupakan salah satu kesenian tradisional khas Bandung yang memadukan unsur olahraga, seni pertunjukan, dan budaya Sunda. Kesenian ini awalnya berkembang sebagai permainan rakyat yang dimainkan oleh laki-laki dewasa di wilayah Ujungberung, Bandung.
Dalam pertunjukannya, Benjang biasanya menampilkan gerakan seperti gulat tradisional yang diiringi musik khas Sunda. Seiring perkembangan zaman, Benjang tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga bagian dari tradisi budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Pemerintah Indonesia menetapkan Benjang sebagai Warisan Budaya Tak Benda tingkat nasional pada tahun 2018. Hingga kini, kesenian ini masih sering ditampilkan dalam acara budaya dan festival tradisional di Bandung. (detikJabar)
2. Reak Dogdog yang Sarat Nilai Budaya Sunda
Reak Dogdog menjadi salah satu seni tradisional Sunda yang memiliki unsur musik, tari, dan ritual adat. Kesenian ini menggunakan alat musik tradisional berupa dogdog atau kendang besar yang menghasilkan irama khas.
Pada masa lalu, Reak Dogdog sering dimainkan dalam acara panen dan ritual adat masyarakat Sunda sebagai bentuk rasa syukur. Namun sekarang, kesenian ini lebih sering ditampilkan sebagai hiburan rakyat dan pertunjukan budaya.
Keunikan Reak Dogdog terletak pada suasana pertunjukannya yang meriah dengan kostum khas Sunda serta alunan musik tradisional yang enerjik. Kesenian ini juga telah masuk dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda nasional sejak tahun 2018. (detikJabar)
3. Tari Merak yang Mendunia
Tari Merak merupakan salah satu tarian tradisional paling terkenal dari Jawa Barat. Tarian ini menggambarkan keindahan dan kelincahan burung merak melalui gerakan yang anggun dan penuh warna.
Ciri khas Tari Merak terlihat dari kostum penari yang menyerupai bulu merak dengan perpaduan warna cerah. Gerakan tarinya juga dibuat menyerupai tingkah laku burung merak saat menarik perhatian pasangannya.
Tari Merak pertama kali diciptakan oleh seniman Sunda bernama Raden Tjetje Somantri dan terus berkembang hingga dikenal di tingkat internasional. Kini, Tari Merak sering dipertunjukkan dalam acara budaya, penyambutan tamu negara, hingga festival seni dunia.
Karena memiliki nilai budaya tinggi, Tari Merak resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada tahun 2018. (detikJabar)
4. Peuyeum Bandung yang Jadi Kuliner Legendaris
Selain seni tradisional, Bandung juga memiliki warisan budaya berupa kuliner khas daerah. Salah satunya adalah Peuyeum Bandung yang sudah terkenal sejak lama sebagai makanan tradisional khas Sunda.
Peuyeum dibuat dari singkong yang difermentasi menggunakan ragi hingga menghasilkan rasa manis dan tekstur lembut. Makanan ini sering dijadikan oleh-oleh khas Bandung oleh wisatawan dari berbagai daerah.
Tidak hanya memiliki cita rasa unik, peuyeum juga menjadi simbol budaya kuliner masyarakat Sunda. Proses pembuatannya yang masih menggunakan cara tradisional membuat makanan ini memiliki nilai budaya tersendiri.
Pada tahun 2020, Peuyeum Bandung resmi masuk daftar Warisan Budaya Tak Benda tingkat Provinsi Jawa Barat. (detikJabar)
5. Colenak Bandung yang Penuh Sejarah
Colenak merupakan makanan khas Bandung yang berasal dari tape singkong bakar yang disajikan dengan saus gula merah dan kelapa parut. Nama “colenak” berasal dari singkatan bahasa Sunda, yaitu “dicocol enak”.
Kuliner tradisional ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu dan menjadi salah satu makanan khas legendaris Kota Bandung. Bahkan, Colenak pernah disajikan dalam acara Konferensi Asia Afrika tahun 1955 yang berlangsung di Bandung.
Keberadaan Colenak menjadi bukti bahwa kuliner tradisional Sunda memiliki daya tarik yang mampu bertahan hingga sekarang. Pada tahun 2023, Colenak Bandung resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Jawa Barat. (detikJabar)
6. Ulin Barong Sekeloa yang Masih Bertahan
Ulin Barong Sekeloa merupakan seni pertunjukan tradisional khas Bandung yang menggunakan barong berbentuk hewan menyerupai singa. Pertunjukan ini biasanya diiringi alat musik tradisional Sunda seperti gendang dan terompet.
Kesenian Ulin Barong berkembang di wilayah Sekeloa, Kota Bandung, dan diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat. Biasanya, pertunjukan ini digelar dalam acara adat, perayaan budaya, hingga hiburan rakyat.
Keunikan kostum dan musik pengiring membuat Ulin Barong Sekeloa memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun wisatawan. Kesenian ini resmi masuk daftar Warisan Budaya Tak Benda Jawa Barat pada tahun 2023. (detikJabar)
7. Carita Pantun Nyai Sumur Bandung
Carita Pantun Nyai Sumur Bandung merupakan tradisi lisan Sunda yang berisi cerita rakyat penuh nilai moral dan sejarah. Kisah ini menceritakan perjuangan seorang perempuan bernama Nyai Sumur Bandung dalam mempertahankan martabat keluarga dan daerahnya.
Tradisi pantun Sunda seperti ini biasanya disampaikan secara lisan oleh juru pantun dalam acara adat dan budaya masyarakat Sunda. Selain menjadi hiburan, cerita tersebut juga berfungsi sebagai media pendidikan dan penyampaian nilai kehidupan.
Karena memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi, Carita Pantun Nyai Sumur Bandung ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda nasional pada tahun 2020. (detikJabar)
Pentingnya Melestarikan Warisan Budaya Bandung
Warisan Budaya Tak Benda Kota Bandung menunjukkan bahwa budaya Sunda memiliki kekayaan tradisi yang sangat beragam. Mulai dari seni pertunjukan, tarian tradisional, hingga kuliner khas daerah, semuanya menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Bandung.
Pelestarian budaya menjadi tanggung jawab bersama agar tradisi lokal tidak hilang akibat perkembangan zaman. Generasi muda juga memiliki peran besar untuk mengenal dan memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat luas.
Dengan menjaga warisan budaya, masyarakat tidak hanya mempertahankan identitas daerah, tetapi juga ikut melestarikan kekayaan budaya Indonesia untuk masa depan.
Sumber Referensi
detikJabar – 15 Daftar Warisan Budaya Tak Benda Kota Bandung
https://www.detik.com/jabar/budaya/d-6931738/15-daftar-warisan-budaya-tak-benda-kota-bandung