Kuliner Nusantara selalu menyimpan kejutan, dan salah satu yang paling unik datang dari Kepulauan Bangka Belitung: rusip fermentasi ikan. Sambal tradisional ini dikenal memiliki aroma tajam dengan rasa asam dan asin yang khas, membuatnya berbeda dari sambal pada umumnya. Bagi masyarakat lokal, rusip bukan sekadar pelengkap makanan, melainkan bagian dari identitas kuliner pesisir.
Keberadaan rusip telah lama diberitakan sebagai kuliner khas daerah yang lahir dari tradisi pengawetan hasil laut. Proses fermentasi ikan bilis atau teri menjadi cara masyarakat memanfaatkan hasil tangkapan agar lebih tahan lama sekaligus menciptakan cita rasa unik (Kompas.com, 2017; Diskominfosta Bangka Tengah, 2020).
Mengenal Rusip Fermentasi Ikan Khas Bangka Belitung
Asal-usul dan Tradisi Pesisir
Rusip fermentasi ikan berasal dari tradisi masyarakat pesisir Bangka Belitung yang menggantungkan hidup pada hasil laut. Ikan kecil seperti ikan bilis atau teri dicampur dengan garam dan gula merah, lalu difermentasi selama beberapa hari hingga berminggu-minggu. Proses ini menghasilkan rasa asam khas dengan aroma yang cukup kuat (Kompas.com, 2017).
Menurut informasi resmi Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, rusip menjadi salah satu makanan tradisional yang terus dilestarikan karena mencerminkan budaya lokal dan kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan sederhana menjadi hidangan bernilai tinggi (Diskominfosta Bangka Tengah, 2020).
Proses Pembuatan yang Unik
Pembuatan rusip dimulai dari pembersihan ikan kecil yang kemudian dicampur dengan garam dan gula merah. Beberapa versi tradisional juga menambahkan air kerak nasi sebagai pemicu fermentasi alami. Campuran ini lalu disimpan dalam wadah tertutup hingga terjadi proses fermentasi sempurna.
Hasil akhirnya berupa sambal bertekstur lembut dengan warna keruh kecokelatan dan aroma khas. Inilah yang membuat rusip memiliki karakter kuat dan tidak mudah dilupakan bagi siapa pun yang mencicipinya (Suara.com, 2021).
Cita Rasa Khas Rusip Fermentasi Ikan
Perpaduan Asam, Asin, dan Pedas
Keunikan utama rusip fermentasi ikan terletak pada kompleksitas rasanya. Sensasi asin dari garam berpadu dengan asam hasil fermentasi serta sedikit manis dari gula merah. Ketika dicampur irisan cabai dan bawang merah, rasa pedasnya semakin menonjol dan menciptakan pengalaman makan yang kaya rasa (Suara.com, 2021).
Tak sedikit wisatawan yang mengaku terkejut saat pertama kali mencium aromanya. Namun setelah mencicipi, banyak yang justru ketagihan karena sensasi umami alami dari proses fermentasi.
Cara Penyajian Tradisional
Rusip biasanya disajikan sebagai sambal pendamping lalapan seperti daun singkong rebus, mentimun, atau terong. Masyarakat Bangka Belitung juga kerap menyantapnya bersama nasi hangat dan ikan goreng, menjadikannya perpaduan sederhana namun sangat menggugah selera (Kompas.com, 2017).
Eksistensi Rusip di Era Modern
Tantangan Generasi Muda
Di tengah gempuran makanan cepat saji dan kuliner modern, rusip menghadapi tantangan regenerasi penikmat. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa makanan fermentasi tradisional mulai kehilangan minat di kalangan generasi muda karena aroma dan rasanya yang dianggap terlalu kuat (Kompas.id, 2024).
Namun demikian, rusip tetap menjadi bagian penting dalam promosi wisata kuliner Bangka Belitung. Produk ini bahkan kerap dijadikan oleh-oleh khas daerah bagi wisatawan.
Peluang UMKM dan Promosi Daerah
Beberapa pelaku UMKM di Bangka Belitung terus memproduksi rusip dalam kemasan modern agar lebih higienis dan menarik. Upaya ini didukung oleh pemerintah daerah dalam rangka pelestarian kuliner tradisional sekaligus peningkatan ekonomi lokal (Diskominfosta Bangka Tengah, 2020).
Dengan strategi pemasaran yang tepat, rusip berpotensi dikenal lebih luas sebagai salah satu ikon fermentasi khas Indonesia.
Rusip fermentasi ikan bukan sekadar sambal dengan aroma tajam. Ia adalah cerminan sejarah, budaya, dan kreativitas masyarakat pesisir Bangka Belitung dalam mengolah hasil laut menjadi sajian bernilai tinggi. Meski cita rasanya tidak biasa bagi sebagian orang, justru di situlah letak daya tariknya.
Ingin mengenal lebih banyak kuliner tradisional unik dari berbagai daerah di Indonesia? Jangan lewatkan artikel menarik lainnya di Negeri Kami dan temukan kekayaan rasa Nusantara yang mungkin belum pernah Anda coba.
Referensi

