Ujungan Bekasi Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda

Ujungan Bekasi Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda

Rizky Ananda

Last Updated: 8 July 2026, 02:30

Bagikan:

ujungan bekasi
Foto: Antara News
Table of Contents

Seni pertunjukan tradisional Ujungan asal Kabupaten Bekasi, Jawa Barat ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) oleh Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan, seperti diberitakan Antara News.

Ketua Pemangku Seni Budaya Bekasi (Pangsi) Drahim Sada mengatakan penetapan Ujungan sebagai WBTb diumumkan secara resmi oleh pemerintah pada Jumat (3/7). Penetapan tersebut menjadi pencapaian penting bagi upaya pelestarian budaya di wilayah itu.

“Selain memperkuat upaya menjaga tradisi lokal, pengakuan tersebut juga menegaskan Ujungan sebagai salah satu identitas budaya Kabupaten Bekasi yang kini telah diakui secara nasional,” katanya di Cikarang.

Sejarah Ujungan Bekasi sebagai Tradisi Masyarakat Agraris

Ia menjelaskan Ujungan merupakan tradisi yang telah hidup di tengah masyarakat Bekasi sejak sebelum era kemerdekaan, yakni sekitar tahun 1940. Pada masa itu, Bekasi dikenal sebagai daerah agraris dengan hamparan persawahan luas dan tradisi ini menjadi bagian dari perayaan pesta panen.

Tidak sekadar mempertontonkan adu ketangkasan menggunakan batang rotan, Ujungan juga menjadi ajang berkumpul para jawara dari berbagai kampung. Tradisi tersebut dilakukan untuk mempererat tali persaudaraan.

“Ujungan dilakukan saat pesta panen. Jawara-jawara dari berbagai kampung berkumpul bukan untuk bertarung tetapi sebagai bentuk permainan dan persahabatan,” ujarnya.

Drahim menekankan nilai-nilai yang diwariskan melalui seni tradisi Ujungan. Nilai-nilai tersebut yakni semangat kebersamaan, silaturahim, dan persaudaraan antarmasyarakat.

“Pesan sosialnya adalah persahabatan. Pertandingan itu menjadi ajang silaturahmi antar-jawara kampung dalam suasana perayaan panen,” katanya.

Pelestarian Ujungan Bekasi Setelah Diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda

Pihaknya berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi semakin aktif menampilkan seni Ujungan dalam berbagai agenda resmi daerah. Langkah tersebut menjadi bentuk pelestarian budaya setelah Ujungan resmi menyandang status WBTb.

Dirinya juga mendorong agar Ujungan dapat berkembang menjadi salah satu cabang olahraga tradisional di bawah naungan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI). Hal tersebut diharapkan dapat membuat Ujungan semakin dikenal luas oleh masyarakat.

Wakil Ketua Umum Dewan Kebudayaan Daerah Kabupaten Bekasi Ahmad Djaelani menilai pengakuan nasional tersebut merupakan hasil dari proses panjang. Proses tersebut melibatkan banyak pihak.

“Kami menyambutnya dengan penuh bangga. Pengakuan ini tentu bukan proses instan melainkan buah manis dari kerja keras dan kolaborasi berbagai pihak mulai dari komunitas budaya, pegiat dan pelaku seni hingga dukungan dari pemerintah daerah,” ujarnya.

Dia mengatakan pengakuan secara nasional ini bukanlah akhir dari perjuangan. Pengakuan tersebut merupakan awal dari tanggung jawab bersama untuk menjaga keberlangsungan tradisi tersebut.

“Ini adalah momentum bagi seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Bekasi untuk terus melestarikan, menjaga nilai-nilai luhur sportivitas dan keberanian dalam Ujungan serta memastikan warisan leluhur ini tetap hidup dan dikenal oleh generasi penerus,” kata dia.

Ujungan merupakan kesenian tradisional unik dengan tiga unsur seni, yakni bela diri yang dimiliki para pemain dan tari yang diperlihatkan dalam uncul. Selain itu, Ujungan juga memiliki unsur musik berupa instrumen perkusi sampyong dan tok tok sebagai waditra pengiring Ujungan maupun uncul.

Kata “ujungan” berasal dari bahasa Sunda “jung” yang berarti dari lutut ke bawah, kemudian berkembang menjadi “ujung” yang berarti kaki. Sejumlah tokoh Bekasi menyebut ujungan berasal dari kata ujung yang bermakna bongkot dalam bahasa dialek Bekasi, baik ujung rotan maupun ujung kaki.

Penutup

Penetapan Ujungan Bekasi sebagai Warisan Budaya Takbenda menjadi langkah penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun. Pengakuan ini juga menjadi bentuk apresiasi terhadap nilai persaudaraan, kebersamaan, dan sportivitas yang terkandung dalam Ujungan. Diharapkan, tradisi ini terus dilestarikan dan semakin dikenal oleh generasi muda maupun masyarakat luas.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar budaya, cerita & identitas, kolaborasi & ruang budaya, kreativitas lokal, seni & ekspresi, serta warisan & tradisi hanya di Negeri Kami.

/ Search /

/ Artikel Lainnya /