Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menyebutkan pencak silat menjadi sarana pelestarian budaya dan pembinaan generasi muda, terutama di Cirebon, Jawa Barat. Hal tersebut terlihat dari tingginya antusiasme peserta dalam Kejuaraan Kesultanan Kanoman Cirebon Championship 2026, seperti diberitakan Antara News.
Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kemenbud Restu Gunawan mengatakan kejuaraan tersebut diikuti sekitar 2.100 pesilat. Menurut dia, jumlah peserta tersebut menunjukkan minat generasi muda terhadap pencak silat masih tinggi.
“Untuk sebuah event di Kota Cirebon, 2.100 menurut saya sebuah prestasi yang cukup membanggakan,” kata Restu saat ditemui di Sport Hall Bima Kota Cirebon, Jumat.
Menurut dia, pencak silat memiliki posisi penting dalam kebudayaan Indonesia setelah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda UNESCO. Restu mengatakan penyelenggaraan kompetisi pencak silat dapat menjadi bagian dari upaya pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan warisan budaya tersebut.
“Ini bagian dari pembinaan anak-anak muda, talenta-talenta muda yang ada di Cirebon,” ujarnya.
Pembinaan dan Pengembangan Pencak Silat
Ia menyampaikan para pesilat terus berlatih dan mengembangkan kemampuan, sehingga dapat meraih prestasi pada berbagai kejuaraan. Restu mengingatkan pentingnya menjaga nilai budaya dalam proses pembinaan pesilat. Menurut dia, pencak silat dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan kebanggaan terhadap budaya sendiri.
Ia menjelaskan pencak silat memiliki sisi tradisi yang berkaitan dengan kebudayaan dan sisi prestasi, yang berkembang dalam bidang olahraga. Sementara dari sisi kebudayaan, ia melihat pencak silat memiliki potensi untuk dikembangkan ke bidang lain, termasuk perfilman.
“Harapannya dari silat ini mereka bisa menjadi pemain silat di nasional maupun di film-film internasional, luar negeri,” katanya.
Dukungan Pemerintah untuk Regenerasi Pesilat
Sementara itu, Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati mengatakan pemerintah daerah mendukung pelestarian pencak silat melalui penguatan pembinaan dan regenerasi pesilat. Menurut dia, pembinaan dapat dilakukan melalui IPSI di bawah KONI dan kegiatan pencak silat di sekolah untuk mencetak generasi muda berprestasi.
“Regenerasinya itu harus ulet, terus didukung oleh pemerintah,” katanya.
Penutup
Pencak silat menjadi sarana pelestarian budaya dan pembinaan generasi muda di Cirebon, Jawa Barat. Kemenbud menilai kompetisi pencak silat dapat mendukung pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan warisan budaya tersebut, sekaligus mendorong para pesilat untuk mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi. Pemerintah Kota Cirebon juga mendukung pelestarian pencak silat melalui penguatan pembinaan dan regenerasi pesilat.
Jangan lewatkan berita lainnya seputar budaya, cerita & identitas, kolaborasi & ruang budaya, kreativitas lokal, seni & ekspresi, serta warisan & tradisi dari berbagai daerah di Indonesia hanya di Negeri Kami.