Kohu-kohu merupakan salah satu kuliner tradisional dari Maluku yang dikenal dengan cita rasa segar, gurih, dan sedikit asam. Hidangan ini memadukan ikan laut, kelapa parut, serta sayuran segar sehingga sering disebut sebagai salad tradisional khas Indonesia timur. Dalam beberapa tahun terakhir, kohu-kohu kembali menarik perhatian publik karena tren makanan sehat dan promosi kuliner daerah.
Selain menjadi bagian dari identitas kuliner masyarakat Ambon dan sekitarnya, kohu-kohu juga mencerminkan kekayaan budaya pesisir Maluku. Hidangan ini lahir dari kebiasaan masyarakat yang memanfaatkan hasil laut segar dan bahan alami yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar.
Mengenal Kohu-kohu Khas Maluku dan Ciri Khasnya
Kohu-kohu khas Maluku dikenal sebagai hidangan berbahan dasar ikan yang dipadukan dengan kelapa parut, cabai, bawang merah, jeruk nipis, dan sayuran seperti kacang panjang atau daun kemangi. Beberapa versi menggunakan ikan asap atau ikan yang telah direbus terlebih dahulu sehingga menghasilkan aroma khas yang kuat (Republika, 2021).
Berbeda dengan urap Jawa yang biasanya berfokus pada sayuran, kohu-kohu menonjolkan cita rasa laut karena penggunaan ikan sebagai bahan utama. Perpaduan rasa gurih dari kelapa, asam segar dari jeruk nipis, dan sensasi pedas menjadikan hidangan ini unik dan mudah dikenali.
Sejarah dan Filosofi Kohu-kohu Khas Maluku
Secara historis, kohu-kohu berkembang dari tradisi makan masyarakat pesisir Maluku yang mengandalkan hasil laut sebagai sumber protein utama. Masyarakat setempat memanfaatkan ikan segar yang tersedia setiap hari dan mengolahnya secara sederhana agar tetap praktis serta bergizi (ANTARA News, 2016).
Selain itu, penggunaan kelapa parut mencerminkan kekayaan bahan pangan tropis di wilayah Maluku. Kelapa tidak hanya memberikan rasa gurih, tetapi juga menjadi simbol kelimpahan alam yang sering hadir dalam berbagai hidangan tradisional setempat.
Bahan Utama dan Cara Penyajian Kohu-kohu Khas Maluku
Kesederhanaan bahan menjadi salah satu daya tarik utama kohu-kohu khas Maluku. Bahan yang umum digunakan antara lain:
- Ikan cakalang atau tongkol (sering diasap)
- Kelapa parut
- Kacang panjang
- Daun kemangi
- Cabai dan bawang merah
- Perasan jeruk nipis
Ikan biasanya disuwir setelah dipanggang atau diasap, lalu dicampur dengan sayuran dan kelapa parut berbumbu. Proses pencampuran dilakukan secara manual agar rasa menyatu sempurna. Hidangan ini umumnya disajikan sebagai lauk pendamping nasi hangat atau menu pelengkap dalam acara keluarga dan perayaan tradisional (IDN Times, 2020).
Mengapa Kohu-kohu Khas Maluku Kembali Populer?
Dalam beberapa tahun terakhir, kohu-kohu khas Maluku kembali mendapatkan sorotan karena meningkatnya minat masyarakat terhadap makanan sehat berbahan alami. Kandungan protein dari ikan, serat dari sayuran, serta lemak alami dari kelapa membuat hidangan ini dinilai sesuai dengan pola makan modern yang lebih sadar kesehatan.
Selain itu, promosi kuliner lokal oleh pelaku pariwisata dan chef Indonesia turut memperkenalkan kohu-kohu ke khalayak yang lebih luas. Kuliner ini sebagai ikon sederhana namun kaya rasa yang merepresentasikan identitas Ambon dan Maluku secara umum (Indozone Maluku, 2022).
Kohu-kohu khas Maluku bukan sekadar hidangan tradisional, melainkan representasi budaya pesisir yang memadukan kesederhanaan bahan dengan cita rasa autentik. Perpaduan ikan laut segar dan kelapa parut menjadikannya unik dibandingkan hidangan lain di Nusantara.
Bagi Anda yang ingin mengenal lebih banyak kuliner tradisional Indonesia dan cerita budaya dari berbagai daerah, jangan lewatkan artikel menarik lainnya di Negeri Kami. Temukan informasi terbaru, kisah tradisi lokal, serta inspirasi kuliner nusantara hanya di Negeri Kami.
Referensi

