Colenak: Peuyeum Sampeu Bakar dari Tanah Parahyangan

Colenak: Peuyeum Sampeu Bakar dari Tanah Parahyangan

Last Updated: 30 January 2026, 06:00

Bagikan:

colenak
Foto: Indonesia Kaya

Colenak – Makanan khas Tanah Parahyangan yang terbuat dari peuyeum sampeu, atau tape singkong, yang dibakar. Disajikan dengan saus lelehan gula merah dan kelapa, camilan ini menyajikan perpaduan rasa manis dan gurih yang khas, sekaligus menggugah selera.

Berdasarkan catatan dari Indonesia Kaya, camilan ini telah berkembang menjadi berbagai varian inovatif sesuai kreasi para pedagang. Varian-varian tersebut menjadikannya camilan legendaris yang mudah ditemukan di kota-kota seperti Bandung dan Bogor.

Asal-usul Peuyeum dan Colenak

Peuyeum adalah sebutan orang Sunda untuk tapai. Bahan dasarnya singkong direbus, diberi ragi, dan difermentasi hingga manis. Colenak sendiri lahir dari peuyeum yang dibakar atau dikukus untuk memperkaya aroma karamel dan memperpanjang masa simpan.

Chye Retty Isnendes, sekretaris Asosiasi Tradisi Lisan (2010-2019), menyebutkan peuyeum yang dibakar dapat disimpan di kulkas sebagai bahan colenak berikutnya. Pembakaran tidak terlalu lama karena kandungan gula tinggi, dan sisi yang gosong sering dianggap bagian paling nikmat.

Varian Colenak Populer

Banyak pedagang mengembangkan beragam varian hidangan ini. Di Bogor, peuyeum bakar disajikan dengan unti, campuran kelapa parut dan gula merah yang dimasak hingga agak kering, serta saus santan. Bandung memiliki varian durian, di mana durian matang dicampur lelehan gula merah. Ada juga versi pisang tape, di mana peuyeum diselipkan dalam potongan pisang kepok sebelum dibakar.

Perkembangan dan Popularitas

Singkong mulai populer di masyarakat Sunda pada masa Bupati Bandung R.A.A. Martanagara (1893-1918) karena permintaan tapioka untuk pasar dunia. Peuyeum dikenal luas dan menjadi bagian tradisi kuliner Sunda, termasuk melalui pupuh magatru dan kakawihan “colenak beuleum peuyeum digulaan”, yang menandakan keterikatan panganan ini dengan perjuangan rakyat Jawa Barat.

Nama “Colenak” resmi digunakan sejak 1930-an oleh Pak Murdi, yang awalnya menjual peuyeum digulaan. Kini, keturunannya menambahkan rasa durian dan nangka, dan toko Colenak Murdi Putra bisa ditemukan di Cicadas, Jalan Ahmad Yani No. 733, Bandung. Hidangan ini juga tersebar di berbagai penjuru kota.

Keunikan Colenak

Colenak menjadi simbol kreativitas kuliner Sunda dalam memanfaatkan bahan lokal. Aroma bakaran, rasa manis alami, dan gurih kelapa membuatnya tetap relevan dan digemari. Selain lezat, makanan khas ini juga menyimpan nilai sejarah dan budaya yang kaya, mulai dari bahan baku singkong hingga tradisi pedagang legendaris seperti Pak Murdi.

Penutup

Colenak adalah warisan kuliner Tanah Parahyangan yang memadukan rasa, tradisi, dan inovasi. Hidangan ini membuat generasi muda lebih dekat dengan sejarah dan budaya lokal, sekaligus menghadirkan pengalaman kuliner yang unik dan menyenangkan.

Simak berita menarik lainnya tentang kuliner, budaya, dan kreativitas generasi muda di Negeri Kami. Temukan juga inspirasi baru dan kisah seru yang memperkaya wawasan serta semangat kreatifmu.

Search

Video

Budaya Detail

Jawa Barat

Kuliner

Kota Bandung / Kecamatan Cicadas / Jalan Ahmad Yani No. 733

Budaya

Budaya Lainnya