KBRI Bogota Angkat Budaya “Kalimantan” di Festival Bambuco Kolombia

KBRI Bogota Angkat Budaya “Kalimantan” di Festival Bambuco Kolombia

Rizky Ananda

Last Updated: 4 July 2026, 02:30

Bagikan:

budaya kalimantan
Foto: Antara News
Table of Contents

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bogota, Kolombia, mengusung tema “Kalimantan” melalui motif burung enggang dan ukiran Dayak. Motif tersebut menghias kendaraan rombongan karnaval dalam Festival Nacional Bambuco en San Juan y San Pedro ke-65 (Festival Bambuco), seperti diberitakan Antara News.

“Tema Kalimantan sengaja dipilih untuk memperlihatkan kepada masyarakat Kolombia bahwa Indonesia memiliki keragaman dan kekayaan budaya, flora, dan fauna yang sangat menarik untuk dikenal lebih jauh,” kata Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Kolombia Tatang Budie Utama Razak.

Kemiripan Burung Enggang dan Toucan

Dia menuturkan, pihaknya memilih motif burung enggang karena familiar bagi para pengunjung karnaval. Meskipun berasal dari famili yang berbeda, secara sekilas penampilan fisik burung yang berhabitat di Kalimantan tersebut sangat mirip dengan toucan atau burung tukan yang hidup di Kolombia.

“Kami ingin memperlihatkan meskipun Indonesia dan Kolombia terpisah jarak geografis yang sangat jauh, namun kedua negara ini memiliki banyak kemiripan. Tentu hal ini menarik untuk diketahui oleh publik Kolombia, dan banyak hal yang dapat digali lebih lanjut melalui kerja sama di berbagai bidang,” kata Tatang.

Festival Bambuco berakar dari budaya masyarakat Pegunungan Andes yang ditampilkan melalui seni musik, tari, gastronomi, dan kerajinan tangan. Kongres Kolombia menetapkan festival tersebut sebagai Warisan Budaya Nasional pada 2006. Tahun ini festival tersebut berlangsung pada 12-29 Juni di Kota Neiva, ibukota Negara Bagian Huila, Kolombia.

Penampilan Budaya Indonesia di Festival Bambuco

Tim Kesenian KBRI Bogota tampil mengenakan pakaian adat Kalimantan sambil membawakan sejumlah tarian tradisional Indonesia. Pertunjukan tersebut diiringi lagu-lagu pop daerah sepanjang karnaval. Penampilan ini turut melibatkan 50 anak-anak setempat yang mengenakan kebaya dan seragam pencak silat. Mereka juga berkesempatan menampilkan tarian khas Suku Dayak dan Tari Saman di atas panggung festival tersebut.

Indonesia merupakan satu-satunya negara asing yang hadir dalam kegiatan budaya itu sebagai negara undangan (pais invitado). Selain mempromosikan kekayaan budaya Indonesia, KBRI Bogota juga memanfaatkan kunjungan ke Neiva kali ini untuk menjalin kerja sama di bidang pendidikan dan pertukaran budaya. Kerja sama tersebut dilakukan bersama Universitas Jarak Jauh dan Terbuka Nasional (Universidad Nacional Abierta y a Distancia/UNAD) Zona Selatan serta Jaringan Universitas Huila.

Penutup

Kehadiran KBRI Bogota dalam Festival Bambuco menjadi bukti nyata upaya diplomasi budaya Indonesia di kancah internasional. Melalui pengusungan tema Kalimantan, Indonesia berhasil menampilkan kekayaan seni, flora, dan fauna yang mendapat perhatian luas masyarakat Kolombia. Partisipasi ini juga memperkuat hubungan budaya dan membuka peluang kerja sama antarnegara di berbagai bidang.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar budaya, cerita & identitas, kolaborasi & ruang budaya, kreativitas lokal, seni & ekspresi, serta warisan & tradisi hanya di Negeri Kami.

/ Search /

/ Artikel Lainnya /