Suling Jiahu Lantunkan Lagu Indonesia, Jembatani Pertukaran Budaya

Suling Jiahu Lantunkan Lagu Indonesia, Jembatani Pertukaran Budaya

Rizky Ananda

Last Updated: 8 September 2026, 01:00

Bagikan:

suling jiahu
Foto: Antara News
Table of Contents

Sebuah kegiatan budaya pop-up yang unik baru-baru ini digelar di Mal Sarinah, Jakarta Pusat. Kegiatan tersebut menarik perhatian banyak warga setempat untuk berhenti sejenak, berfoto, dan menikmati pengalaman budaya secara langsung. Kegiatan ini sekaligus menandai dimulainya rangkaian Konferensi Promosi Pariwisata Budaya Henan dan Pameran Budaya Heluo di Indonesia.

Alunan suling tulang terdengar dalam dan merdu. Suling Tulang Jiahu berusia lebih dari 8.000 tahun. Alat musik ini dikenal sebagai nenek moyang alat musik tiup Tiongkok. Saat dimainkan oleh seniman, Suling Tulang Jiahu menghasilkan suara yang sederhana dan jernih. Alat musik kuno ini dipadukan dengan dentuman gendang pinggang berbahan tembikar yang dalam dan kuat. Suling tersebut memainkan lagu daerah “Sing Sing So”, sehingga membuat banyak warga yang hadir turut bersenandung.

Rangkaian Konferensi Promosi Pariwisata Budaya Henan dan Pameran Budaya Heluo bertajuk “Satu Aliran Sungai Heluo, Persahabatan hingga Kepulauan Nanyang” ini berlangsung dari 1 hingga 3 September di Jakarta dan Bandung. Kegiatan tersebut mendekatkan budaya Heluo yang mendalam dan luar biasa serta pariwisata budaya Henan yang semarak dan beragam kepada masyarakat Indonesia. Kegiatan ini sekaligus menjembatani pertukaran budaya antara Tiongkok dan Indonesia, seperti diberitakan Antara News.

Suling Tulang Jiahu dan Suling Bambu Indonesia

Salah satu daya tarik utama kegiatan promosi tersebut adalah Suling Tulang Jiahu. Alat musik ini merupakan artefak budaya berstatus harta karun nasional yang mengabadikan jejak peradaban Huaxia. Suling Tulang Jiahu juga menjadi salah satu ikon budaya paling menonjol dari Henan.

Suling Tulang Jiahu ditemukan di Situs Jiahu, wilayah Wuyang, Kota Luohe, Provinsi Henan. Alat musik ini merupakan artefak alat musik tertua yang pernah ditemukan di Tiongkok. Suling tersebut memiliki panjang 23,6 sentimeter. Alat musik ini terbuat dari tulang sayap burung bangau dan memiliki tujuh lubang nada. Suling tersebut dapat digunakan untuk memainkan musik dengan tangga nada heptatonik (tujuh nada). Para ahli menilainya sebagai alat musik tiup tertua di dunia yang dapat memainkan tangga nada tersebut.

Menariknya, Suling Tulang Jiahu dan suling bambu tradisional Indonesia menunjukkan keselarasan yang menakjubkan antara peradaban musik dari dua kebudayaan berbeda. Meski terbuat dari material yang berbeda dan terpisah jarak ribuan kilometer, kedua alat musik itu sama-sama menjadi bukti adanya ketertarikan manusia terhadap musik sejak awal peradaban.

Musik sebagai Jembatan Pertukaran Budaya

Kini, musik telah menembus batas bahasa dan menjadi jembatan pertukaran budaya antara Tiongkok dan Indonesia. Lagu Mandarin berjudul “Rembulan Mewakili Hatiku” kini memiliki versi bahasa Indonesia, sementara “Bengawan Solo” yang sangat populer pernah dibawakan dalam panggung perayaan Tahun Baru Imlek di Tiongkok. Selain itu, lagu “Bunga Melati” juga menjadi melodi yang terasa akrab bagi masyarakat kedua negara.

Dari daratan Tiongkok hingga ribuan pulau di Nanyang, Suling Tulang Jiahu yang berusia ribuan tahun menjadikan musik sebagai media untuk mempererat hubungan. Alat musik kuno tersebut mempertemukan peradaban Huaxia melintasi ruang dan waktu dengan nuansa Nanyang. Alat musik ini juga membawa budaya Heluo yang kaya ke dunia internasional untuk memancarkan pesonanya. Selain itu, Suling Tulang Jiahu memperkenalkan alunan musik kuno Tiongkok dan gema peradaban Henan kepada dunia.

Penutup

Kehadiran Suling Tulang Jiahu dalam rangkaian Konferensi Promosi Pariwisata Budaya Henan dan Pameran Budaya Heluo di Indonesia menunjukkan bagaimana musik dapat menjadi media pertukaran budaya antara Tiongkok dan Indonesia. Alat musik berusia lebih dari 8.000 tahun yang dimainkan bersama lagu daerah “Sing Sing So” tersebut mempertemukan warisan peradaban Huaxia dengan budaya Indonesia, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Heluo dan pariwisata budaya Henan kepada masyarakat Indonesia.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar budaya, cerita & identitas, kolaborasi & ruang budaya, kreativitas lokal, seni & ekspresi, serta warisan & tradisi dari berbagai daerah di Indonesia hanya di Negeri Kami.

/ Search /

/ Artikel Lainnya /