Pemkab Pacitan Buka Festival Rontek dengan Konsep Panggung Berjalan

Pemkab Pacitan Buka Festival Rontek dengan Konsep Panggung Berjalan

Rizky Ananda

Last Updated: 19 July 2026, 01:00

Bagikan:

festival rontek
Foto: Antara News
Table of Contents

Pemerintah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Jumat (17/7) malam, membuka Festival Rontek Pacitan (FRP) 2026 dengan menghadirkan konsep baru berupa panggung berjalan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pertunjukan sekaligus memperkuat pelestarian budaya daerah.

Festival yang berlangsung pada 17-19 Juli 2026 itu kembali masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN) untuk keempat kalinya secara berturut-turut, seperti diberitakan Antara News.

Festival Rontek Jadi Ruang Pelestarian Budaya

Wakil Bupati Pacitan Gagarin Sumrambah mengatakan Festival Rontek bukan sekadar ajang kompetisi. Festival tersebut juga menjadi media pelestarian budaya, ruang edukasi, sekaligus sarana mempererat kebersamaan masyarakat.

“Festival Rontek bukan hanya kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pelestarian budaya, edukasi, dan memperkuat kebersamaan masyarakat. Kami berharap festival ini tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Pacitan, tetapi juga semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu festival unggulan tingkat nasional,” kata Gagarin saat membuka FRP 2026 di Alun-Alun Pacitan.

Ia mengatakan pemerintah daerah terus melakukan pembenahan penyelenggaraan festival agar semakin berkualitas dan mampu menarik lebih banyak wisatawan. Menurut dia, selain memiliki potensi wisata alam, Pacitan juga memiliki kekayaan budaya yang layak menjadi daya tarik wisata.

“Kami terus berbenah agar Festival Rontek menjadi magnet wisatawan. Jadi orang datang ke Pacitan tidak hanya menikmati alamnya, tetapi juga menikmati budaya Rontek yang kini dikemas dalam sebuah festival,” ujarnya.

Konsep Panggung Berjalan pada Festival Rontek 2026

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Pacitan Munirul Ichwan mengatakan penyelenggaraan tahun ini menghadirkan konsep panggung berjalan berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya serta masukan masyarakat. Melalui konsep tersebut, peserta tidak hanya dinilai saat tampil di panggung utama, tetapi juga sepanjang jalur pertunjukan. Atraksi pun dapat dinikmati lebih leluasa oleh masyarakat.

“Berdasarkan evaluasi tahun 2025 dan masukan masyarakat, mulai dari SMP Negeri 2 Pacitan hingga Perempatan Penceng menjadi area penjurian sehingga peserta dapat menampilkan atraksi terbaiknya sepanjang lintasan,” katanya.

Festival Rontek Pacitan 2026 diikuti 16 peserta dan satu peserta ekshibisi. Pada hari pertama, pembukaan diawali dengan penampilan rontek gabungan siswa SMP. Selanjutnya, penampilan dilanjutkan oleh peserta dari Kecamatan Kebonagung, Tegalombo, Ngadirojo, dan Pacitan.

Penutup

Festival Rontek Pacitan 2026 menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Pacitan dalam meningkatkan kualitas pertunjukan sekaligus memperkuat pelestarian budaya daerah. Kehadiran konsep panggung berjalan diharapkan dapat memberikan pengalaman pertunjukan yang lebih baik bagi masyarakat sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal. Festival ini juga kembali masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN) untuk keempat kalinya secara berturut-turut.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar budaya, cerita & identitas, kolaborasi & ruang budaya, kreativitas lokal, seni & ekspresi, serta warisan & tradisi dari berbagai daerah di Indonesia hanya di Negeri Kami.

/ Search /

/ Artikel Lainnya /