Tudai makanan khas merupakan kuliner tradisional dari Kalimantan Utara yang berbahan dasar kerang air tawar. Hidangan ini banyak ditemukan di wilayah Tanjung Selor, Bulungan, hingga Tarakan dan dikenal karena teksturnya yang tebal serta rasanya yang gurih.
Di tengah berkembangnya wisata kuliner Nusantara, tudai mulai mendapat perhatian lebih luas. Sejumlah media nasional dan lokal menyoroti keunikan hidangan ini sebagai bagian dari kekayaan kuliner pesisir Kalimantan.
Mengenal Tudai Makanan Khas dari Kalimantan Utara
Asal-usul dan Karakteristik Tudai
Tudai adalah jenis kerang air tawar yang hidup di perairan Kalimantan Utara. Dagingnya tebal dengan cita rasa gurih alami. Kerang ini kerap diolah menjadi berbagai masakan khas daerah (Kumparan, 2024).
Selain itu, Olahan gami tudai sebagai sajian pedas gurih khas pesisir yang populer di masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa tudai tidak hanya dikenal sebagai bahan mentah, tetapi juga berkembang dalam berbagai kreasi masakan lokal (Detik.com, 2025).
Olahan Tudai Makanan Khas yang Populer
Gami Tudai dan Sambal Tudai
Salah satu olahan yang cukup dikenal adalah gami tudai, yaitu kerang yang dimasak dengan bumbu cabai, bawang, dan rempah khas. Sajian ini biasanya disajikan panas di atas cobek tanah liat sehingga aromanya semakin kuat (Detik.com, 2025).
Selain itu, terdapat pula sambal goreng tudai yang mengombinasikan kerang dengan bumbu merah dan sedikit rasa manis. Variasi ini berkembang di Tanjung Selor sebagai bagian dari kekayaan kuliner lokal (Budaya-Indonesia.org, 2018).
Cara memasaknya relatif sederhana, yakni dengan merebus atau mengukus kerang terlebih dahulu sebelum ditumis bersama bumbu. Teknik ini bertujuan menjaga tekstur daging agar tetap kenyal dan tidak alot.
Cita Rasa dan Cara Penyajian
Tudai makanan khas umumnya disajikan bersama nasi putih hangat. Rasa gurih alami dari kerang berpadu dengan pedasnya sambal menciptakan sensasi yang kuat namun tetap seimbang.
Wisatawan yang berkunjung ke Kalimantan Utara kerap menjadikan tudai sebagai menu wajib coba karena keunikannya yang sulit ditemukan di daerah lain (Kumparan, 2024).
Peran Tudai dalam Identitas Kuliner Daerah
Simbol Pangan Lokal Pesisir
Sebagai hasil perairan lokal, tudai mencerminkan ketergantungan masyarakat pesisir terhadap sumber daya alam sekitar. Kerang ini menjadi bagian dari pola konsumsi harian sekaligus sajian dalam acara kebersamaan.
Keberadaan tudai dalam berbagai pemberitaan media menunjukkan bahwa kuliner lokal memiliki daya tarik tersendiri. Selain memperkaya ragam makanan Indonesia, tudai juga berpotensi memperkuat citra wisata Kalimantan Utara.
Tantangan Pelestarian
Meski populer di daerah asalnya, tudai belum sepopuler kuliner Nusantara lain seperti rendang atau pempek. Minimnya distribusi dan promosi menjadi salah satu tantangan.
Namun demikian, liputan media nasional menjadi langkah awal memperkenalkan tudai ke khalayak yang lebih luas. Dengan dukungan promosi pariwisata dan UMKM, potensi ini bisa terus berkembang.
Tudai makanan khas Kalimantan Utara membuktikan bahwa kekayaan kuliner Indonesia tidak hanya berasal dari kota besar, tetapi juga dari wilayah pesisir yang kaya sumber daya alam. Olahan kerang sederhana ini mampu menghadirkan rasa autentik yang kuat dan berkarakter.
Ingin tahu lebih banyak tentang kuliner daerah dan budaya Nusantara lainnya? Jangan lewatkan artikel terbaru dan informatif hanya di Negeri Kami.
Referensi

