Pelas Tahun: Tradisi Dayak Sarat Makna yang Masih Bertahan di Era Modern

Pelas Tahun: Tradisi Dayak Sarat Makna yang Masih Bertahan di Era Modern

Last Updated: 14 February 2026, 11:04

Bagikan:

Pelas Tahun Tradisi
Tradisi Pelas Tahun menjadi simbol syukur dan harmoni spiritual masyarakat Dayak yang terus dijaga lintas generasi. Sumber gambar: Update Indonesia.

Pelas Tahun merupakan tradisi adat masyarakat Dayak di Kalimantan yang dilakukan sebagai bentuk syukur sekaligus permohonan keselamatan bagi komunitas. Upacara ini dikenal memiliki nilai spiritual tinggi karena menggabungkan ritual adat, doa, seni pertunjukan, serta kegiatan sosial yang memperkuat ikatan masyarakat.

Di tengah perkembangan zaman, Pelas Tahun masih terus dilaksanakan di sejumlah wilayah sebagai bagian dari identitas budaya lokal. Tradisi ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga menjadi sarana menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan leluhur yang dipercaya melindungi kehidupan masyarakat.

Pelas Tahun sebagai Tradisi Adat dan Makna Filosofisnya

Pelas Tahun memiliki makna filosofis yang berkaitan dengan rasa syukur atas hasil panen, keselamatan hidup, serta harapan akan masa depan yang lebih baik. Dalam praktiknya, ritual ini sering dilakukan secara kolektif sehingga memperkuat nilai gotong royong antarwarga. Keterlibatan masyarakat secara luas menunjukkan bahwa tradisi adat bukan hanya simbol spiritual, tetapi juga mekanisme sosial yang menjaga solidaritas.

Pelas Tahun di Desa Budaya Pampang menjadi momen penting bagi masyarakat Dayak Kenyah untuk mempertahankan identitas budaya sekaligus memperkenalkan tradisi kepada publik luas (ANTARA News Kaltim, 2017). Tradisi ini menjadi bukti bahwa warisan budaya masih memiliki tempat di tengah modernisasi.

Prosesi Pelas Tahun: Ritual, Tari, dan Simbolisme Budaya

Prosesi Pelas Tahun biasanya diawali dengan persiapan spiritual yang dipimpin oleh tokoh adat. Ritual ini melibatkan doa bersama serta persembahan simbolik sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur. Setiap tahap memiliki makna tertentu yang diwariskan secara turun-temurun.

Dalam beberapa pelaksanaan, tari tradisional seperti Hudoq turut ditampilkan sebagai bagian dari ritual. Tarian tersebut tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga memiliki nilai sakral yang berkaitan dengan perlindungan spiritual serta harapan akan kesejahteraan masyarakat (Jurnal ISI Yogyakarta, 2018).

Selain itu, musik tradisional, kostum khas, serta penggunaan simbol alam memperlihatkan hubungan erat antara budaya Dayak dan lingkungan sekitar. Hal ini menegaskan bahwa Pelas Tahun bukan sekadar seremoni, melainkan sistem nilai yang menyatukan aspek spiritual, seni, dan sosial.

Pelas Tahun di Tengah Modernisasi dan Upaya Pelestarian

Modernisasi membawa tantangan bagi kelestarian tradisi adat, termasuk Pelas Tahun. Perubahan gaya hidup serta urbanisasi membuat sebagian generasi muda kurang familiar dengan ritual tradisional. Namun demikian, berbagai pihak terus berupaya menjaga keberlanjutan tradisi ini melalui festival budaya dan kegiatan edukasi.

Pelaksanaan ritual Pelas Taon di beberapa daerah juga didukung oleh berbagai pihak sebagai upaya pelestarian budaya sekaligus memperkuat nilai kebersamaan masyarakat (Tribrata News Kaltim, 2023). Dukungan tersebut menunjukkan adanya kesadaran kolektif untuk menjaga tradisi agar tetap hidup.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga memanfaatkan tradisi adat sebagai bagian dari promosi pariwisata budaya. Ritual adat seperti Bepelas menjadi bagian penting dalam rangkaian acara budaya daerah yang menarik perhatian publik sekaligus memperkuat identitas lokal (Prokom Kukar, 2022).

Peran Generasi Muda dalam Melestarikan Pelas Tahun

Generasi muda memiliki peran besar dalam memastikan Pelas Tahun tetap dikenal lintas generasi. Melalui dokumentasi digital dan media sosial, tradisi ini dapat diperkenalkan kepada audiens yang lebih luas. Selain itu, keterlibatan langsung dalam pelaksanaan ritual juga menjadi cara efektif untuk menanamkan nilai budaya sejak dini.

Ketika generasi muda memahami makna simbolik di balik setiap prosesi, tradisi tidak hanya dipertahankan sebagai warisan masa lalu, tetapi juga berkembang menjadi identitas yang relevan dengan kehidupan modern.

Pelas Tahun adalah tradisi adat yang mencerminkan keseimbangan antara spiritualitas, seni, dan kebersamaan sosial masyarakat Dayak. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya menunjukkan bagaimana budaya lokal mampu bertahan dan beradaptasi di tengah perubahan zaman.

Melestarikan tradisi seperti Pelas Tahun berarti menjaga kekayaan budaya Indonesia agar tetap hidup dan relevan. Untuk mengetahui lebih banyak berita budaya dan tradisi unik lainnya, jangan lupa membaca artikel menarik lainnya di Negeri Kami.

Referensi

Search

Video

Budaya Detail

Kalimantan Timur

Acara Sakral

Kalimantan Timur

Budaya

Budaya Lainnya