Odalan Bali: Upacara Suci Peringatan Hari Lahir Pura Hindu

Odalan Bali: Upacara Suci Peringatan Hari Lahir Pura Hindu

Last Updated: 29 December 2025, 03:00

Bagikan:

odalan
Foto: Wikipedia

Odalan atau Piodalan – Upacara keagamaan dalam agama Hindu di Bali yang dilaksanakan untuk memperingati hari lahir atau pendirian sebuah pura sebagai tempat suci. Upacara ini merupakan bentuk persembahan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) beserta seluruh manifestasinya.

Menurut Wikipedia, pelaksanaannya berbeda-beda, mulai dari setiap 210 hari sekali berdasarkan kalender Pawukon, dan ada pula yang setahun sekali menurut kalender Saka. Selama odalan, rangkaian upacara meliputi pembersihan area pura, penyucian, persembahan sesaji, sembahyang bersama, serta berbagai aktivitas keagamaan lainnya.

Etimologi Odalan

Istilah “odalan” berasal dari kata “wedal” yang dalam bahasa Bali berarti “keluar” atau “lahir”. Dengan demikian, odalan dimaknai sebagai hari peringatan diresmikannya atau disucikannya sebuah tempat suci sebagai tempat pemujaan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Selain istilah odalan atau piodalan, upacara ini juga dikenal dengan sebutan lain seperti pujawali, petoyan, atau petirtaan di beberapa daerah di Bali. Meskipun namanya berbeda, esensi dari upacara ini tetap sama, yaitu sebagai bentuk persembahan dan penghormatan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa beserta manifestasinya.

Sejarah Odalan

Pelaksanaan odalan telah menjadi tradisi turun-temurun yang diwariskan dari generasi ke generasi. Sejarah tradisi ini berakar dari perkembangan agama Hindu di Bali sekitar abad ke-8 Masehi. Saat itu, pengaruh Hindu mulai masuk melalui hubungan perdagangan dan budaya dengan Jawa dan India.

Tradisi odalan diyakini sudah berlangsung sejak masa kerajaan-kerajaan Hindu di Bali, terutama saat ajaran Siwa-Buddha berkembang antara abad ke-9 hingga ke-14. Pada masa pemerintahan Raja Udayana Warmadewa dan permaisurinya Mahendradatta, sistem keagamaan Hindu semakin terstruktur, dan banyak pura didirikan. Hal ini membuat tradisi semakin kuat.

Pendirian pura sebagai tempat pemujaan dewa-dewa Hindu menjadi bagian penting kehidupan spiritual masyarakat Bali. Setiap pura memiliki hari peringatan khusus yang ditetapkan berdasarkan kalender Bali. Kalender Pawukon berputar setiap 210 hari, sedangkan kalender Saka setiap 12 bulan. Penetapan hari biasanya berdasarkan upacara penyucian pertama pura, seperti Melaspas atau Ngenteg Linggih, yang menandai peresmian dan penyucian tempat suci.

Penutup

Odalan merupakan wujud nyata pelestarian tradisi dan spiritualitas masyarakat Hindu. Upacara ini tidak hanya menjadi momen ibadah, tetapi juga sarana mempertahankan kebiasaan turun-temurun dan nilai-nilai budaya Bali.

Jangan lewatkan berita menarik lainnya tentang budaya Indonesia dan upacara tradisional di Negeri Kami. Mari lestarikan tradisi dan filosofi hidup bangsa melalui pengetahuan dan pengalaman nyata.

Search

Video

Budaya Detail

Bali

Acara Sakral

-

Budaya

Budaya Lainnya