Ilabulo: Otak-otak Jeroan yang Gurih, Kuliner Khas Gorontalo

Ilabulo: Otak-otak Jeroan yang Gurih, Kuliner Khas Gorontalo

Last Updated: 11 January 2026, 06:00

Bagikan:

ilabulo
Foto: Indonesia Travel

Ilabulo – Otak-otak jeroan khas Gorontalo yang memadukan sagu dan jeroan ayam dengan rempah khas. Hidangan ini tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga penuh makna simbolis. Ilabulo sering hadir dalam acara penting, seperti perundingan damai antar raja, sebagai lambang persatuan dan kesepakatan.

Berdasarkan informasi dari Indonesia Kaya dan Wikipedia, kehadiran ilabulo menjadikannya lebih dari sekadar makanan, karena hidangan ini merupakan simbol budaya dan harmoni yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Gorontalo. Tekstur kenyal dan rasa gurih yang khas membuat kuliner ini tetap digemari hingga saat ini.

Sejarah dan Filosofi Ilabulo

Ilabulo berasal dari bahasa Gorontalo totombowata, yang berarti bersatu padu. Para raja dahulu menyimbolkannya sebagai lambang persatuan karena perpaduan berbagai unsur di dalamnya melahirkan perdamaian. Menurut Bapak Abdul Wahab Lihu, Baate lo Limutu, suatu upacara adat tidaklah sah tanpa dua kuliner khas Gorontalo: Tili’aya dan Ilabulo.

Hidangan ini dipercaya telah dihidangkan sejak abad ke-15 dan menjadi favorit raja-raja serta bangsawan Gorontalo dan Bolango. Pada tahun 2016, ilabulo ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, menegaskan pentingnya pelestarian kuliner ini.

Cara Pembuatan Ilabulo

Proses pembuatannya mirip otak-otak, tetapi berbeda pada bahan dan cita rasa. Adonannya terdiri dari sagu, lemak daging ayam, hati, ampela, dan rempah-rempah seperti cabai, bawang merah, bawang putih, merica, dan jahe.

Campuran ini dibungkus daun pisang dan dipanggang hingga matang, menghasilkan tekstur kenyal, sedikit padat, dan rasa gurih yang meresap sempurna. Setiap langkah pembuatannya memerlukan ketelitian, terutama dalam mencampur bahan dan membungkusnya agar rapi.

Variasi Ilabulo

Hidangan ini memiliki dua cara pengolahan utama: dikukus atau dibakar. Versi dibakar memberikan aroma smokey yang menggugah selera, sementara versi dikukus menawarkan tekstur lebih lembut. Beberapa inovasi modern menambahkan keju atau sayuran, memperkaya rasa tanpa menghilangkan ciri khas tradisional Gorontalo.

Tradisi Kuliner yang Terus Hidup

Saat ini, ilabulo mudah ditemukan di warung makan maupun restoran di Gorontalo, khususnya di sekitar Jalan Diponegoro, Kota Gorontalo. Hidangan ini juga sering dijadikan oleh-oleh khas daerah. Ketahanannya cukup baik, mampu bertahan hingga dua hingga tiga hari tanpa lemari pendingin.

Penutup

Ilabulo tidak hanya menawarkan cita rasa yang lezat, tetapi juga penuh makna budaya. Setiap gigitan mengingatkan penikmatnya akan pentingnya persatuan dan perdamaian. Selain itu, hidangan ini juga mencerminkan kekayaan tradisi Gorontalo yang perlu terus dilestarikan.

Simak berita menarik lainnya tentang kuliner, budaya, dan kreativitas generasi muda di Negeri Kami. Temukan juga inspirasi baru dan kisah seru yang memperkaya wawasan serta semangat kreatifmu.

Search

Video

Budaya Detail

Gorontalo

Kuliner

Kota Gorontalo

Budaya

Budaya Lainnya