Peringati Maulid Nabi, Pemkot Madiun Kembali Gelar Grebeg Maulud

Peringati Maulid Nabi, Pemkot Madiun Kembali Gelar Grebeg Maulud

Rizky Ananda

Last Updated: 27 August 2026, 01:00

Bagikan:

grebeg maulud
Foto: Antara News
Table of Contents

Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur menggelar Tradisi Grebeg Maulud 1448 Hijriah/2026. Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya pelestarian budaya Islam dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam (SAW), seperti diberitakan Antara News.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun mengatakan Grebeg Maulud ini merupakan momentum untuk meningkatkan keteladanan terhadap Rasulullah SAW. Kegiatan tersebut juga menjadi upaya pelestarian budaya di tengah masyarakat.

“Kegiatan Grebeg Maulud tahun ini menjadi momentum untuk meningkatkan keteladanan kita kepada Rasulullah SAW serta melestarikan budaya masyarakat dan mengemasnya untuk menjadi tontonan yang menarik,” kata Plt Wali Kota Bagus Panuntun dalam kegiatan Grebeg Maulud Madiun 2026 di Alun-alun Kota Madiun, Selasa.

Grebeg Maulud Kembali Digelar Setelah Vakum Tujuh Tahun

Menurutnya, agenda tahunan Kota Madiun yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda tersebut telah vakum selama sekitar tujuh tahun. Saat ini dalam upaya pelestarian budaya, kegiatan tersebut digelar kembali dan mendapat sambutan antusias warga.

“Kearifan lokal dan budaya di masyarakat sangatlah penting untuk terus dilestarikan. Grebeg Maulud ini bisa menjadi wadah dalam memperkokoh kebudayaan serta mendongkrak perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” kata Bagus.

Rangkaian Kirab dan Antusias Warga Madiun

Adapun kegiatan Grebeg Maulud di Kota Madiun dimulai dengan Kirab Gunungan Jaler (hasil bumi) dan Gunungan Estri (jajanan pasar). Rombongan berangkat dari Masjid Besar Kuno Taman melalui Jalan Asahan, kemudian menyusuri Jalan Kemiri, Jalan Wuni, Jalan Kenari, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Dr. Sutomo, hingga Jalan Jawa. Kirab kemudian berlanjut menuju Jalan Pahlawan untuk transit di Balai Kota Madiun. Setelah itu rombongan melanjutkan perjalanan melalui Jalan Semeru dan Jalan Aloon-Aloon Barat menuju kawasan Alun-Alun Kota Madiun dan Masjid Agung Baitul Hakim.

Setelah prosesi doa selesai, warga yang telah memadati alun-alun berebut isi Gunungan Jaler dan Estri. Hal tersebut menjadi wujud atau simbol syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala (SWT), Tuhan Yang Maha Esa. Grebeg Maulud tersebut juga diisi penyerahan buceng pisusung dan paket sembako kepada perwakilan warga dari 27 kelurahan yang ada di Kota Madiun.

Bagus menambahkan kegiatan serupa akan digelar lebih menarik dan bermakna. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk merawat budaya sekaligus memperkuat nilai keagamaan. Warga Kota Madiun sangat antusias dengan kegiatan tersebut. Mereka berbondong-bondong menyaksikan kirab dan menuju alun-alun untuk berebut isi gunungan.

Penutup

Grebeg Maulud 1448 Hijriah/2026 di Kota Madiun kembali digelar setelah vakum selama sekitar tujuh tahun. Kegiatan tersebut menjadi upaya untuk melestarikan budaya Islam dan kearifan lokal. Grebeg Maulud diawali dengan Kirab Gunungan Jaler dan Gunungan Estri. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk meningkatkan keteladanan kepada Rasulullah SAW serta memperkuat nilai keagamaan di tengah masyarakat.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar budaya, cerita & identitas, kolaborasi & ruang budaya, kreativitas lokal, seni & ekspresi, serta warisan & tradisi dari berbagai daerah di Indonesia hanya di Negeri Kami.

/ Search /

/ Artikel Lainnya /