Komunitas Berperan Penting untuk Terus Hidupkan Bahasa Betawi

Komunitas Berperan Penting untuk Terus Hidupkan Bahasa Betawi

Rizky Ananda

Last Updated: 10 July 2026, 02:30

Bagikan:

bahasa betawi
Foto: Antara News
Table of Contents

Kepala Kantor Bahasa Provinsi Banten, Devyanti Asmalasari menyampaikan komunitas berperan penting untuk terus menghidupkan bahasa Betawi melalui berbagai kegiatan tradisi termasuk seni, seperti diberitakan Antara News.

“Komunitas berperan penting, karena ketika sekolah itu mengajarkan bahasa Betawi, komunitas ini yang menghidupkannya. Bahasa itu bisa hidup dari komunitas,” kata dia dalam Simposium Kebudayaan Jakarta 2026 di Jakarta.

Komunitas dan Keluarga Menjadi Kunci Pelestarian Bahasa Betawi

Selain komunitas, keluarga juga menjadi salah satu simpul utama pelestarian bahasa daerah, termasuk Betawi. Bahasa daerah tersebut menjadi bahasa pengantar dalam percakapan antaranggota keluarga. Menurut Devyanti, bahasa daerah itu hidup karena dipakai, diwariskan, dan dihargai. Karena itu, harus dipastikan bahwa ekosistem pewarisan bahasa bisa berjalan dengan baik.

Hal ini, sambung dia, memerlukan dukungan dari lintas sektor, antara lain pemerintah, lembaga kebahasaan, Badan Bahasa dan kantor bahasa, keluarga, serta sekolah. Dukungan juga diperlukan dari perguruan tinggi yang mengadakan kajian-kajian. Selain itu, diperlukan dukungan komunitas dan media untuk menghidupkan bahasa daerah di ruang-ruang publik. Dukungan juga diperlukan dari industri kreatif, dunia usaha, dan masyarakat.

“Tentunya banyak komponen, mulai dari keluarga, sekolah, komunitas, ruang publik, media digital, dan juga industri kreatif bisa membentuk ekosistem pewarisan bahasa, sehingga bahasa Betawi bisa diwariskan di setiap ruang-ruang bahasa,” kata dia.

Penurunan Penutur Bahasa Betawi Menjadi Perhatian

Devyanti mengatakan, bahasa tersebut merupakan bagian otentik dari Jakarta dan bisa meningkatkan daya saing sebagai kota global. Namun, dia mencatat bahwa terdapat penurunan jumlah penutur bahasa daerah tersebut, terutama di kalangan generasi muda.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut, salah satunya anggapan bahwa bahasa global lebih keren sehingga masyarakat enggan menggunakannya. Karena itu, perlu diupayakan agar masyarakat Betawi memiliki kebanggaan, kesetiaan, dan kesadaran dalam menggunakan bahasa tersebut.

“Sebetulnya untuk pemerintah daerah, sudah ada regulasi yang jelas, bagaimana pemerintah daerah wajib melaksanakan pelestarian bahasa daerah yang ada di daerahnya,” kata Devyanti.

Penutup

Pelestarian bahasa Betawi memerlukan keterlibatan berbagai pihak agar tetap digunakan dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Komunitas, keluarga, sekolah, pemerintah, media, hingga industri kreatif memiliki peran dalam membangun ekosistem pewarisan bahasa. Dengan dukungan tersebut, bahasa daerah diharapkan tetap hidup di berbagai ruang penggunaan bahasa.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar budaya, cerita & identitas, kolaborasi & ruang budaya, kreativitas lokal, seni & ekspresi, serta warisan & tradisi hanya di Negeri Kami.

/ Search /

/ Artikel Lainnya /