Seniman Denpasar dan Bangli Kolaborasi Tampilkan Gong Kebyar di PKB

Seniman Denpasar dan Bangli Kolaborasi Tampilkan Gong Kebyar di PKB

Rizky Ananda

Last Updated: 3 July 2026, 02:30

Bagikan:

gong kebyar
Foto: Antara News
Table of Contents

Seniman dari Kota Denpasar dan Kabupaten Bangli mewarnai Utsawa (Parade) Gong Kebyar Dewasa dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Kolaborasi tersebut ditampilkan di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali, seperti diberitakan Antara News.

“Pengalaman kami berlatih bersama para seniman yang ada di daerah lain luar biasa, kami sama-sama belajar, artinya kami dari daerah yang berbeda dan menyatukan itu menjadi satu rasa dan kebersamaan,” kata Penabuh dari Sanggar Seni Semara Budaya Kota Denpasar I Gede Adi Surya.

Kolaborasi Gong Kebyar Denpasar dan Bangli

Gede Adi di Denpasar menyampaikan kolaborasi tersebut menghadirkan Sekaa Gong Tirta Nirmala Hulundanu Batur, Desa Adat Songan, Desa Songan, Kecamatan Kintamani, sebagai Duta Kabupaten Bangli. Kolaborasi itu juga melibatkan Sanggar Seni Semara Budaya, Banjar Badak Sari, Desa Sumerta Klod, Kecamatan Denpasar Timur, sebagai Duta Kota Denpasar.

Perpaduan dua kelompok seni dari daerah berbeda itu menampilkan keharmonisan permainan Gong Kebyar. Penampilan tersebut mengedepankan kekompakan, dinamika musikal, serta semangat kebersamaan antar-seniman.

Gede Adi merasa proses kolaborasi menjadi pengalaman berharga untuk saling belajar dan bertukar pengalaman. Selama ini proses latihan untuk PKB 2026 tidak hanya berfokus pada penguasaan materi tabuh. Latihan juga membangun kedekatan antar-penabuh agar penampilan di atas panggung dapat berjalan selaras.

“Pada proses latihan itu kita beradaptasi, saling memahami satu sama lain untuk menjalin suatu chemistry agar kita bisa satu rasa dalam pergelaran ini,” ujarnya.

Pesan Kebersamaan dalam Parade Gong Kebyar Dewasa

Adi Surya mengatakan kolaborasi tersebut membawa pesan bahwa perbedaan latar belakang daerah tidak menjadi penghalang untuk bersatu. Hal itu dilakukan dalam upaya menjaga seni tradisi Bali.

“Pesan kami melalui kolaborasi Bangli dan Denpasar dalam Parade Gong Kebyar Dewasa ini kepada masyarakat yaitu kita ingin menunjukkan walaupun kita berbeda dari daerah yang berbeda, tapi kita tetap satu rasa, dan ingin tetap melestarikan budaya dan tradisi Gong Kebyar ini,” katanya.

Parade Gong Kebyar Dewasa merupakan salah satu agenda Utsawa dalam rangkaian PKB 2026. Kegiatan ini menjadi ruang bagi para seniman dari berbagai kabupaten dan kota di Bali untuk menampilkan kreativitas. Sekaligus, kegiatan ini memperkuat upaya pelestarian seni dan budaya Bali melalui kolaborasi lintas daerah.

Penutup

Kolaborasi seniman Denpasar dan Bangli dalam Parade Gong Kebyar Dewasa menunjukkan bahwa perbedaan daerah dapat menjadi kekuatan untuk melestarikan budaya Bali. Melalui semangat kebersamaan, para seniman berhasil menghadirkan pertunjukan yang harmonis di panggung PKB 2026. Penampilan ini sekaligus menegaskan bahwa kolaborasi menjadi salah satu cara untuk menjaga keberlangsungan seni tradisi di tengah perkembangan zaman.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar budaya, cerita & identitas, kolaborasi & ruang budaya, kreativitas lokal, seni & ekspresi, serta warisan & tradisi hanya di Negeri Kami.

/ Search /

/ Artikel Lainnya /