Sejarah Museum Kota Bandung yang Penuh Cerita & Nilai Budaya

Sejarah Museum Kota Bandung yang Penuh Cerita & Nilai Budaya

Rizky Ananda

Last Updated: 15 November 2025, 07:30

Bagikan:

sejarah museum kota bandung yang penuh cerita dan nilai budaya
Foto: Wikipedia
Table of Contents

Sejarah Museum Kota Bandung – Menyimpan perjalanan Kota Bandung dari masa kolonial hingga era modern. Museum ini menjadi destinasi edukasi dan wisata sejarah bagi masyarakat untuk memahami akar budaya serta perkembangan kota Parijs van Java.

Museum Kota Bandung diresmikan pada 31 Oktober 2018 oleh Wali Kota Bandung, Oded M. Danial. Terletak di Jalan Aceh No. 47, gedung ini berwarna putih dengan aksen kolonial Belanda. Dahulunya bangunan ini adalah Frobelschool milik kelompok Freemasonry, Loge Sint Jan. Arsitektur asli gedung tetap dijaga, hanya interior yang direstorasi agar dapat difungsikan sebagai museum.


Sejarah Bangunan Lama Museum Kota Bandung

Bangunan lama Museum Kota Bandung didirikan pada tahun 1920 sebagai Frobelschool milik Loge Sint Jan, kelompok Freemasonry di Bandung. Sebelumnya, pada 1898, mereka menggunakan gedung Paseban di Pendopo Kabupaten. Melalui penggalangan dana, mereka membangun gedung sendiri pada 25 Agustus 1900, di seberang markas Loge Sint Jan (sekarang Masjid Al Ukhuwah).

Frobelschool awalnya menampung 13 murid dan berkembang pesat hingga 1920 menjadi 290 murid (112 Eropa dan 178 pribumi). Pada tahun 1920, sekolah menempati gedung baru di Verlenge Atjehstraat, yang kini menjadi Museum Kota Bandung. Gedung dan lahannya diserahkan oleh Gemeente Bandoeng sebagai pertukaran lahan lama yang digunakan sebagai kantor Balaikota.

Selama pendudukan Jepang, kegiatan Frobelschool dan Freemasonry dihentikan. Setelah kemerdekaan, upaya menghidupkan kembali organisasi ini gagal. Gedung sempat digunakan sebagai sekolah Yahua pada 1950-an dan diambil alih pemerintah pada 1960-an. Tahun 1962, pemerintah melarang operasi Freemasonry, sehingga seluruh aset mereka dinasionalisasi. Gedung kemudian menjadi milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan digunakan sebagai Sekolah Pendidikan Olah Raga serta Gedung KONI. Pada 22 Januari 2013, gedung dihibahkan ke Pemerintah Kota Bandung dan digunakan Dinas Pemuda dan Olahraga. Bangunan ini ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya Kelas A No 19 Tahun 2009, sehingga arsitektur asli kolonial Belanda tetap dijaga dan direstorasi saat dijadikan museum (AyoBandung, 2019; Wikipedia).

Baca juga: Sejarah Kota Bandung dari Masa ke Masa yang Menarik Dikulik


Arsitektur dan Koleksi Museum Kota Bandung

Museum Kota Bandung terdiri dari dua bangunan: gedung tua (Frobelschool) dan gedung baru di belakangnya. Gedung tua mempertahankan gaya kolonial Belanda, sementara interiornya ditata dengan tambahan sekat dan jendela agar dapat digunakan sebagai ruang pamer.

Koleksi museum mencakup foto-foto wali kota dari masa ke masa, sejarawan Bandung, serta kronologi perkembangan Kota dan Kabupaten Bandung dari tahun 1841 hingga pembangunan Gedung Societeit Concordia (Gedung Merdeka) 1895. Pengunjung juga dapat melihat dokumen penting dan kutipan Ir. Soekarno: “Jangan Sekali Kali Meninggalkan Sejarah”. Ruang pertama menyajikan tokoh penting dan sejarah kota secara visual, sementara ruang kedua menampilkan perkembangan sosial, politik, dan budaya Bandung (AyoBandung, 2019; Wikipedia).


Fungsi Museum bagi Generasi Muda

Museum Kota Bandung berperan sebagai sarana edukasi, terutama untuk generasi muda. Dengan memahami sejarah kota, pengunjung dapat menghargai warisan budaya, menghubungkan masa lalu dengan masa kini, dan menemukan inspirasi kreatif. Museum ini menekankan pentingnya pelestarian cagar budaya sebagai bagian dari pembangunan identitas kota.

Museum terbuka untuk umum: Senin – Jumat pukul 08.00 – 16.00, Sabtu – Minggu pukul 09.00 – 17.00. Kunjungan terakhir diterima 30 menit sebelum jam tutup, dan tidak ada biaya masuk (Wikipedia).


Penutup

Mengunjungi Museum Kota Bandung memberikan pengalaman belajar yang kaya akan nilai sejarah dan budaya. Setiap koleksi dan ruang museum mengingatkan kita untuk menjaga dan menghargai warisan leluhur. Selain itu, museum ini juga menginspirasi generasi muda untuk memahami sejarah kota sambil mengembangkan kreativitas mereka.

Kunjungi Negeri Kami untuk membaca lebih banyak cerita inspiratif tentang warisan budaya, kreativitas lokal, dan sejarah Indonesia yang tak lekang oleh waktu.


Referensi:

/ Search /

/ Artikel Lainnya /