Tradisi Ngertakeun Bumi Lamba, Warisan Sunda yang Mengajarkan Cara Mencintai dan Menjaga Bumi di Tengah Krisis Lingkungan

Tradisi Ngertakeun Bumi Lamba, Warisan Sunda yang Mengajarkan Cara Mencintai dan Menjaga Bumi di Tengah Krisis Lingkungan

Last Updated: 21 June 2026, 06:00

Bagikan:

Tradisi Ngertakeun Bumi Lamba
Ngertakeun Bumi Lamba mengingatkan bahwa bumi bukan sekadar tempat berpijak, melainkan titipan yang harus dijaga dengan rasa syukur, kebijaksanaan, dan cinta kepada alam. Sumber gambar: Mongabay

Ngertakeun Bumi Lamba merupakan tradisi adat Sunda yang mengajarkan manusia untuk menghormati, merawat, dan menjaga bumi sebagai sumber kehidupan. Tradisi yang rutin digelar di kawasan Gunung Tangkuban Parahu ini tidak hanya menjadi ritual budaya, tetapi juga menjadi pengingat tentang pentingnya hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Ngertakeun Bumi Lamba Menjadi Simbol Kepedulian terhadap Alam

Secara etimologis, istilah Ngertakeun Bumi Lamba memiliki makna memakmurkan serta menyejahterakan bumi yang luas. Masyarakat Sunda memandang bumi sebagai ibu yang menyediakan berbagai kebutuhan hidup sehingga manusia memiliki tanggung jawab moral untuk menjaganya.

Tradisi ini menghadirkan refleksi mendalam mengenai kondisi lingkungan yang semakin terancam akibat eksploitasi berlebihan. Upacara adat tersebut mengajak masyarakat untuk kembali mengingat nilai-nilai leluhur yang menempatkan alam sebagai bagian yang harus dihormati, bukan sekadar dimanfaatkan.

Beberapa nilai yang terkandung dalam Ngertakeun Bumi Lamba meliputi:

  • Menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan.
  • Menguatkan hubungan spiritual manusia dengan Tuhan.
  • Mempererat persaudaraan lintas budaya dan agama.
  • Melestarikan warisan budaya Sunda.
  • Menanamkan tanggung jawab antargenerasi terhadap bumi.

(Pikiran Rakyat, 2025).

Prosesi Ngertakeun Bumi Lamba di Gunung Tangkuban Parahu

Ngertakeun Bumi Lamba umumnya dilaksanakan di kawasan Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu, Jawa Barat. Prosesi ini melibatkan berbagai tokoh adat, budayawan, pemuka agama, serta masyarakat dari beragam latar belakang.

Rangkaian kegiatan biasanya meliputi:

  • Doa bersama.
  • Pembacaan pesan-pesan kebijaksanaan.
  • Penampilan kesenian tradisional.
  • Persembahan simbolis kepada alam.
  • Refleksi bersama mengenai kondisi lingkungan.

Keterlibatan peserta dari berbagai daerah menunjukkan bahwa pesan yang dibawa tradisi ini bersifat universal. Tradisi tersebut tidak hanya berbicara tentang identitas Sunda, tetapi juga tentang kepedulian bersama terhadap masa depan bumi.

(ANTARA Foto, 2024).

Ngertakeun Bumi Lamba Mengajarkan Harmoni Manusia dan Alam

Ngertakeun Bumi Lamba memandang hubungan manusia dengan alam sebagai hubungan timbal balik yang harus dijaga keseimbangannya. Alam menyediakan kehidupan, sementara manusia berkewajiban melindungi keberlangsungannya.

Nilai-nilai tersebut menjadi semakin relevan ketika dunia menghadapi berbagai persoalan lingkungan seperti perubahan iklim, deforestasi, pencemaran, dan krisis sumber daya alam.

Tradisi ini mengajarkan bahwa:

  • Eksploitasi alam harus dilakukan secara bijaksana.
  • Kehidupan manusia bergantung pada kelestarian lingkungan.
  • Kesadaran ekologis perlu diwariskan kepada generasi muda.
  • Kearifan lokal dapat menjadi solusi terhadap tantangan modern.

(Kulturnativ, 2021).

Dokumentasi Akademik Memperkuat Nilai Budaya Ngertakeun Bumi Lamba

Sejumlah institusi pendidikan turut mendokumentasikan Ngertakeun Bumi Lamba sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Dokumentasi tersebut bertujuan menjaga keberlangsungan pengetahuan tradisional agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya.

Kajian akademik menunjukkan bahwa tradisi ini memiliki berbagai nilai pendidikan, antara lain:

  • Nilai religius.
  • Nilai sosial.
  • Nilai budaya.
  • Nilai ekologis.
  • Nilai nasionalisme.

Pendekatan tersebut menjadikan Ngertakeun Bumi Lamba relevan sebagai sumber pembelajaran mengenai karakter, lingkungan, dan toleransi.

(Unpad, 2016; Repository UPI, 2023).

Ngertakeun Bumi Lamba Menjadi Pengingat di Tengah Krisis Lingkungan

Krisis lingkungan global menghadirkan tantangan baru bagi masyarakat modern. Dalam kondisi tersebut, Ngertakeun Bumi Lamba menghadirkan pesan sederhana tetapi mendalam bahwa manusia tidak dapat hidup terpisah dari alam.

Tradisi ini menunjukkan bahwa leluhur Nusantara telah memiliki konsep keberlanjutan jauh sebelum isu lingkungan menjadi perhatian dunia internasional. Melalui ritual, doa, dan simbol budaya, masyarakat diajak untuk merefleksikan kembali cara mereka memperlakukan bumi.

Pesan tersebut tetap relevan karena menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah atau aktivis, melainkan tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat.

(Pikiran Rakyat, 2025).

Ngertakeun Bumi Lamba bukan sekadar upacara adat tahunan. Tradisi ini merupakan warisan budaya yang memuat pesan tentang cinta terhadap bumi, penghormatan kepada Sang Pencipta, serta pentingnya menjaga hubungan harmonis antarsesama manusia.

Terus ikuti artikel menarik lainnya di Negeri Kami untuk mendapatkan informasi mengenai budaya lokal, tradisi Nusantara, serta berbagai kisah inspiratif yang memperkaya wawasan tentang Indonesia. Jangan lewatkan juga ulasan mendalam lainnya yang mengangkat nilai-nilai kearifan lokal di tengah perkembangan zaman.

Referensi

Search

Video

Budaya Detail

Jawa Barat

Acara Sakral

Jawa Barat

Budaya

Budaya Lainnya