Tempat Bersejarah di Kota Tangerang – Menyimpan jejak panjang peradaban, akulturasi budaya, dan perjuangan masyarakat setempat. Kota Tangerang yang kini berkembang pesat, tetap memiliki banyak bangunan dan situs yang menjadi saksi bisu perjalanan sejarahnya. Menelusuri tempat-tempat bersejarah ini memungkinkan kita memahami akar budaya sekaligus menikmati pengalaman wisata edukatif.
Keberadaan tempat bersejarah juga berperan penting dalam melestarikan nilai-nilai budaya dan identitas lokal. Dari masjid tua hingga stasiun kereta api kuno, setiap lokasi memuat cerita unik yang membentuk karakter Kota Tangerang. Berikut adalah 10 tempat bersejarah di Kota Tangerang yang wajib dikunjungi:
1. Masjid Kali Pasir
Terletak di Jalan Kali Pasir, Kota Tangerang, Masjid Kali Pasir merupakan salah satu masjid tertua di kota ini dan diduga peninggalan Kerajaan Pajajaran. Masjid ini unik karena memadukan arsitektur Islam dengan sentuhan Tiongkok, terlihat dari ornamen dan kaligrafinya. Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, masjid ini juga pernah menjadi pusat penyebaran Islam di Tangerang (Traveloka, 2024).
2. Museum Benteng Heritage
Museum Benteng Heritage awalnya dikenal sebagai Kota Benteng, cikal bakal Kota Tangerang. Bangunan ini menampilkan arsitektur tradisional Tionghoa yang unik. Setelah direstorasi, museum ini kini menjadi restoran sekaligus museum, memamerkan koleksi sejarah dan budaya lokal yang memukau (Traveloka, 2024).
3. Pasar Lama Tangerang
Pasar Lama Tangerang merupakan pasar tertua dan saksi bisu akulturasi budaya Tionghoa. Terletak di Jalan Kisamaun, pasar ini tetap mempertahankan nuansa budaya melalui arsitektur dan kuliner khas Tionghoa. Pengunjung dapat merasakan atmosfer perdagangan kuno sekaligus mempelajari sejarah kota (Traveloka, 2024).
4. Kelenteng Boen Tek Bio
Kelenteng Boen Tek Bio, berdiri sejak 1684 di Jalan Bhakti, Pasar Lama, Tangerang. Nama Boen Tek Bio berarti “Literatur dan Kebajikan”, mencerminkan nilai luhur masyarakat Tionghoa. Kelenteng ini menjadi pusat ibadah sekaligus pelestarian budaya, dengan ornamen khas dan kegiatan keagamaan yang rutin diadakan (Traveloka, 2024).
5. Bendungan Pintu Air Sepuluh
Terletak di Kelurahan Koang Jaya, Kecamatan Karawaci, bendungan ini dibangun pada 1927 dan mulai beroperasi 1932. Berfungsi mengairi sawah seluas 400 ribu hektare serta sebagai cadangan air bersih, Bendungan Pintu Air Sepuluh menjadi saksi penting sejarah infrastruktur kolonial di Tangerang, dengan panjang 125 meter dan tinggi 110 meter (IDN Times, 2024).
6. Stasiun Kereta Api Tangerang
Dibangun pada 1889, Stasiun Kereta Api Tangerang merupakan stasiun tertua di kota ini. Awalnya terbuat dari kayu, kini bangunan direstorasi dengan tembok semen dan batu bata. Stasiun ini menjadi pusat transportasi sekaligus saksi perkembangan ekonomi lokal selama lebih dari satu abad (IDN Times, 2024).
7. Lembaga Pemasyarakatan Anak Wanita/Pria
Terletak di Jalan Daan Mogot, Tangerang, Lapas Anak Wanita dan Pria dibangun pada masa kolonial Belanda sekitar 1925 – 1928. Awalnya berfungsi untuk mengasingkan anak keturunan Belanda yang melanggar peraturan, lapas ini kemudian menjadi pusat pembinaan generasi muda. Saat ini, fasilitas tersebut masih digunakan untuk pendidikan dan pelatihan anak-anak agar menjadi pribadi yang lebih baik (Traveloka, 2024).
8. Reruntuhan Benteng
Kota Tangerang pernah menjadi lokasi benteng pertahanan VOC di dekat Sungai Cisadane. Benteng ini digunakan untuk memperkuat posisi VOC di Kesultanan Banten, namun mulai runtuh pada 1912. Jejaknya kini tergantikan pemukiman, tetapi sejarahnya tetap menjadi bagian penting identitas kota (Traveloka, 2024).
9. Vihara Padumuttara
Terletak di kawasan Pasar Lama, tepat di belakang Kelenteng Boen Tek Bio, Vihara Padumuttara menawarkan ketenangan bagi pengunjung. Selain sebagai tempat ibadah, vihara ini menjadi destinasi wisata religi dan budaya yang menghadirkan nuansa damai khas ajaran Buddha, lengkap dengan gerbang melingkar yang melambangkan proses penyucian diri (Traveloka, 2024).
10. Monumen Lengkong
Monumen Lengkong didirikan untuk mengenang Pertempuran Lengkong 1946, di mana Mayor Daan Mogot dan Taruna Akademi Militer Tangerang melawan tentara Jepang. Di monumen ini terdapat tugu, relief, dan taman yang memuat informasi sejarah peristiwa heroik tersebut (Traveloka, 2024).
Menelusuri tempat bersejarah di Kota Tangerang tidak hanya menambah wawasan sejarah, tetapi juga memberi pengalaman edukatif dan budaya yang mendalam. Dari masjid hingga monumen perjuangan, setiap lokasi menyimpan kisah unik yang membentuk identitas kota ini.
Kunjungi lebih banyak berita inspiratif, tips wisata, dan cerita kreatif lainnya di Negeri Kami untuk memperluas pengetahuan tentang budaya Indonesia.
Referensi:
- IDN Times Banten. (2024). 8 Bangunan Tua Bersejarah di Tangerang. Diakses dari https://banten.idntimes.com/news/banten/bangunan-tua-bersejarah-di-tangerang-00-5f5kb-l1d2vj
- Traveloka. (2024). 10 Tempat Bersejarah di Tangerang yang Wajib Dikunjungi Pecinta Sejarah. Diakses dari https://www.traveloka.com/id-id/explore/destination/tempat-bersejarah-di-tangerang-acc/382007