Chai Kue atau Choipan Pontianak: Jajanan Legendaris yang Bikin Orang Ketagihan Sejak Gigitan Pertama

Chai Kue atau Choipan Pontianak: Jajanan Legendaris yang Bikin Orang Ketagihan Sejak Gigitan Pertama

Last Updated: 6 March 2026, 08:00

Bagikan:

Chai Kue atau Choipan Pontianak
Chai kue atau choipan menjadi salah satu jajanan khas Pontianak yang terkenal dengan kulit tipis dan isian sayuran gurih, disajikan dengan taburan bawang putih goreng serta sambal pedas yang menggugah selera. Sumber gambar: SHUTTERSTOCK/OEN MICHAEL.

Indonesia dikenal memiliki kekayaan kuliner yang sangat beragam dari berbagai daerah. Salah satu jajanan tradisional yang cukup populer di Kalimantan Barat adalah chai kue atau choipan, makanan khas Pontianak yang memiliki cita rasa gurih dan tekstur lembut.

Kuliner ini dikenal dengan bentuk kecil berkulit tipis yang diisi sayuran, kemudian dikukus hingga matang. Chai kue atau choipan biasanya disajikan dengan taburan bawang putih goreng serta saus cabai yang memberikan perpaduan rasa gurih dan pedas yang khas.

Sejarah Chai Kue atau Choipan

Chai kue atau choipan memiliki hubungan erat dengan budaya kuliner Tionghoa yang berkembang di Kalimantan Barat. Pengaruh tersebut terlihat dari nama dan bentuk makanannya yang mirip dumpling atau pangsit kukus.

Choipan dikenal sebagai kue gurih berisi sayuran yang telah lama menjadi bagian dari kuliner khas Pontianak dan berkembang di tengah masyarakat lokal (Kompas.com, 2020).

Selain di Pontianak, choipan juga cukup populer di Singkawang yang dikenal sebagai kota dengan komunitas Tionghoa yang besar. Di kota tersebut, choipan sering dianggap sebagai salah satu kuliner legendaris yang banyak dicari wisatawan ketika berkunjung (Kumparan, 2024).

Bahan dan Cara Pembuatan Chai Kue atau Choipan

Salah satu ciri khas chai kue atau choipan adalah kulitnya yang tipis dan kenyal. Kulit tersebut dibuat dari campuran tepung beras dan tepung sagu sehingga menghasilkan tekstur lembut setelah dikukus (Kompas.com, 2024).

Sementara untuk isiannya, choipan biasanya menggunakan bahan seperti bengkuang, rebung, kucai, atau talas yang dimasak bersama bawang putih dan ebi agar menghasilkan rasa gurih yang kuat.

Setelah adonan kulit diisi, choipan kemudian dilipat membentuk setengah lingkaran dan dikukus hingga matang. Setelah matang, makanan ini biasanya disajikan dengan bawang putih goreng serta sambal cabai sebagai pelengkap.

Proses pembuatan yang cukup detail membuat banyak penjual masih mempertahankan cara tradisional agar cita rasa asli chai kue atau choipan tetap terjaga.

Chai Kue atau Choipan Jadi Ikon Kuliner Pontianak

Seiring waktu, chai kue atau choipan tidak hanya dikenal oleh masyarakat Kalimantan Barat, tetapi juga oleh wisatawan yang datang berkunjung ke Pontianak maupun Singkawang. Banyak orang menjadikannya sebagai salah satu kuliner wajib yang harus dicoba saat berkunjung ke daerah tersebut.

Bentuknya yang kecil sering membuat choipan disebut mirip pangsit karena sama-sama memiliki kulit dan isian. Namun, choipan memiliki karakter rasa yang berbeda karena menggunakan isian sayuran gurih serta disajikan dengan sambal bawang putih yang khas (Kompas.com, 2020).

Selain rasanya yang lezat, harga choipan juga relatif terjangkau sehingga mudah dinikmati oleh berbagai kalangan. Hal ini membuat jajanan tradisional tersebut tetap bertahan di tengah munculnya berbagai makanan modern.

Chai kue atau choipan merupakan salah satu contoh bagaimana kuliner tradisional dapat bertahan dan terus dikenal dari generasi ke generasi. Perpaduan pengaruh budaya, bahan sederhana, serta cita rasa gurih membuat makanan ini tetap digemari hingga sekarang.

Bagi Anda yang ingin mengenal lebih banyak kuliner khas Indonesia dan cerita menarik lainnya seputar budaya serta gaya hidup, jangan lewatkan berbagai artikel menarik lainnya di Negeri Kami.

Referensi

Search

Video

Budaya Detail

Kalimantan Barat

Kuliner

Kalimantan Barat

Budaya

Budaya Lainnya