Kue Manggulu merupakan makanan tradisional khas Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang hingga kini masih diproduksi secara turun-temurun. Camilan berbahan dasar pisang dan kacang tanah ini dikenal memiliki tekstur kenyal, rasa manis alami, serta daya tahan yang cukup lama sehingga sering dijadikan bekal perjalanan maupun oleh-oleh khas daerah. (detikBali, 2025)
Selain sebagai kudapan, Kue Manggulu juga menyimpan nilai sejarah dan budaya masyarakat Sumba. Makanan ini lahir dari kreativitas warga dalam memanfaatkan bahan pangan lokal di tengah kondisi alam yang kering dan terbatas sumber daya. (Liputan6.com, 2025)
Asal-usul dan Sejarah Kue Manggulu di Sumba Timur, NTT
Manggulu telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sumba. Kue ini dibuat dari pisang yang dikeringkan dan diolah bersama kacang tanah, menghasilkan makanan berenergi tinggi yang mampu bertahan lama tanpa bahan pengawet. (Liputan6.com, 2025)
Pada masa kolonial, Manggulu disebut sebagai salah satu makanan yang dikonsumsi prajurit Belanda karena praktis dan mengenyangkan. Fakta ini menunjukkan bahwa Kue Manggulu tidak hanya populer di kalangan masyarakat lokal, tetapi juga memiliki jejak sejarah yang lebih luas. (Liputan6.com, 2025)
Karakteristik dan Ciri Khas Kue Manggulu
Kue Manggulu berbentuk silinder memanjang dan dibungkus menggunakan daun pisang kering. Bahan utamanya adalah pisang kapok matang yang dikeringkan, kemudian dicampur dengan kacang tanah yang telah disangrai dan ditumbuk hingga menyatu. (detikBali, 2025)
Tekstur kue ini padat dan kenyal dengan rasa manis alami dari pisang. Karena tidak menggunakan bahan pengawet, daya tahannya berasal dari proses pengeringan bahan baku yang membuatnya lebih awet dibandingkan kue basah lainnya. (detikBali, 2025)
Nilai Gizi Kue Manggulu sebagai Pangan Lokal
Manggulu termasuk pangan lokal berkalori tinggi yang kaya serat alami. Satu porsi sekitar 30 gram dapat mengandung energi sekitar 147,6 kkal. (Jurnal Pangan, 2012)
Kandungan energi dan serat tersebut menjadikan Kue Manggulu sebagai sumber tenaga yang cukup baik, terutama bagi masyarakat yang melakukan aktivitas fisik di ladang atau perjalanan jauh. Hal ini memperkuat fungsi Manggulu bukan hanya sebagai camilan, tetapi juga sebagai pangan fungsional tradisional. (Jurnal Pangan, 2012)
Kue Manggulu dan Pelestarian Kuliner Daerah
Manggulu termasuk salah satu kuliner khas Sumba Timur yang mulai jarang dikenal generasi muda, meski masih dipertahankan oleh masyarakat lokal sebagai bagian dari identitas budaya daerah. (TIMES Indonesia, 2024)
Upaya pelestarian dapat dilakukan melalui promosi kuliner lokal, penguatan UMKM, serta pengenalan makanan tradisional kepada wisatawan yang berkunjung ke Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Dengan demikian, Kue Manggulu tetap memiliki peluang untuk bertahan di tengah persaingan makanan modern. (TIMES Indonesia, 2024)
Kue Manggulu khas Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, bukan sekadar camilan manis berbahan pisang dan kacang. Makanan ini memiliki nilai sejarah, budaya, serta kandungan gizi yang cukup tinggi. (detikBali, 2025)
Pelestarian Kue Manggulu menjadi penting agar warisan kuliner daerah tetap dikenal generasi berikutnya. Ikuti terus berita dan ulasan menarik lainnya seputar kuliner tradisional dan kekayaan budaya Nusantara hanya di Negeri Kami.

