Bau Peapi merupakan salah satu kuliner tradisional khas masyarakat Mandar di Sulawesi Barat yang hingga kini masih lestari dan digemari. Hidangan ikan berkuah pedas ini dikenal dengan cita rasa asam, gurih, dan aroma rempah yang kuat, mencerminkan kekayaan kuliner pesisir Mandar yang dekat dengan hasil laut.
Keberadaan Bau Peapi tidak hanya sebagai makanan sehari-hari, tetapi juga bagian dari identitas budaya masyarakat Mandar. Sejumlah media lokal dan nasional mencatat bahwa Bau Peapi kerap disajikan dalam acara adat, jamuan keluarga, hingga perayaan tertentu sebagai simbol kebersamaan (Liputan6, 2025).
Bau Peapi, Kuliner Ikan Khas Mandar
Asal Usul dan Makna Bau Peapi
Secara etimologis, Bau Peapi berasal dari bahasa Mandar, di mana kata bau berarti ikan dan peapi berarti dimasak atau direbus. Nama ini merujuk langsung pada proses pengolahan ikan segar yang dimasak bersama aneka rempah khas tanpa menggunakan santan. Hidangan ini berkembang di wilayah pesisir Polewali Mandar yang kaya akan hasil laut (Kumparan, 2019).
Sejak dahulu, Bau Peapi dikenal sebagai makanan rakyat yang memanfaatkan bahan alami di sekitar lingkungan pesisir. Kesederhanaan bahan justru menjadi kekuatan utama dari rasa Bau Peapi yang khas dan autentik.
Cita Rasa Khas Bau Peapi
Ciri utama Bau Peapi terletak pada kuahnya yang pedas dan asam. Rasa tersebut berasal dari penggunaan asam mangga, cabai, bawang merah lokal, kunyit, dan minyak kelapa tradisional. Perpaduan bumbu ini menghasilkan warna kuah kuning cerah dengan aroma rempah yang menggugah selera (Liputan6, 2025).
Ikan yang digunakan umumnya adalah ikan laut seperti tuna, cakalang, atau kembung. Tekstur ikan yang padat membuatnya tetap lezat meski dimasak dalam kuah berbumbu kuat.
Cara Memasak Tradisional Bau Peapi
Teknik Memasak yang Masih Dipertahankan
Dalam tradisi Mandar, Bau Peapi dimasak menggunakan alat sederhana seperti wajan tanah liat dan tungku kayu bakar. Cara memasak ini dipercaya mampu menjaga cita rasa alami ikan dan rempah, sekaligus menghasilkan aroma khas yang sulit ditiru dengan peralatan modern (Kumparan, 2019).
Proses memasak dilakukan tanpa menumis bumbu terlalu lama. Semua bahan dimasukkan secara bertahap agar rasa rempah tidak saling menutupi, melainkan saling melengkapi.
Bahan Lokal sebagai Kunci Rasa
Keistimewaan Bau Peapi juga terletak pada penggunaan bahan lokal Mandar, seperti bawang merah khas daerah dan minyak kelapa buatan rumahan. Bahan-bahan ini memberikan karakter rasa yang berbeda dibandingkan masakan ikan berkuah dari daerah lain.
Bau Peapi dalam Budaya dan Kehidupan Sosial
Sajian Wajib di Acara Keluarga
Bau Peapi sering disajikan dalam berbagai kegiatan sosial masyarakat Mandar, mulai dari acara keluarga, syukuran, hingga penyambutan tamu. Hidangan ini menjadi simbol keramahan dan kebersamaan karena biasanya dimakan bersama-sama (Antara, 2023).
Identitas Kuliner Sulawesi Barat
Seiring waktu, Bau Peapi semakin dikenal sebagai identitas kuliner Sulawesi Barat. Pemerintah daerah bahkan mendorong pelestarian kuliner ini sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal yang patut dibanggakan (Antara, 2023).
Bau Peapi di Tengah Perkembangan Zaman
Dari Dapur Tradisional ke Restoran
Saat ini, Bau Peapi tidak hanya ditemukan di rumah-rumah warga Mandar, tetapi juga mulai hadir di rumah makan khas Nusantara. Popularitasnya meningkat seiring minat masyarakat terhadap kuliner tradisional berbasis rempah (Liputan6, 2025).
Upaya Pelestarian Kuliner Lokal
Pelestarian Bau Peapi dilakukan melalui promosi kuliner daerah dan pengembangan produk berbasis pangan lokal. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan warisan kuliner Mandar agar tetap dikenal oleh generasi muda.
Bau Peapi bukan sekadar hidangan ikan pedas, melainkan cerminan budaya, tradisi, dan kearifan lokal masyarakat Mandar di Sulawesi Barat. Keunikan rasa dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya menjadikan Bau Peapi sebagai salah satu kuliner Nusantara yang layak terus diperkenalkan.
Simak berbagai berita dan artikel menarik lainnya seputar budaya, kuliner, dan tradisi daerah hanya di Negeri Kami. Temukan kisah-kisah lokal inspiratif dari berbagai penjuru Indonesia.
Referensi

