Juhu Umbut Rotan: Kuliner Dayak yang Unik dan Bikin Penasaran

Juhu Umbut Rotan: Kuliner Dayak yang Unik dan Bikin Penasaran

Last Updated: 7 February 2026, 11:05

Bagikan:

Juhu Umbut Rotan Kuliner
Cita rasa hutan Kalimantan Tengah hadir lewat juhu umbut rotan, kuliner Dayak yang sederhana tapi kaya makna budaya dan tradisi. Sumber gambar: Indonesia Senang

Juhu umbut rotan merupakan salah satu kuliner tradisional khas Kalimantan Tengah yang berasal dari budaya masyarakat Dayak. Hidangan ini menggunakan bahan utama berupa pucuk rotan muda atau umbut rotan yang diolah menjadi masakan berkuah dengan cita rasa khas yang tidak ditemukan pada sayur lainnya.

Keunikan juhu umbut rotan terletak pada bahan dasarnya yang tidak lazim, namun justru menjadi identitas kuliner daerah. Dari dapur tradisional masyarakat Dayak, makanan ini kini mulai dikenal secara luas sebagai bagian dari kekayaan kuliner Nusantara (MMC Kalteng, 2018).

Asal Usul Juhu Umbut Rotan dalam Budaya Dayak

Juhu Umbut Rotan sebagai Warisan Kuliner

Juhu umbut rotan telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah, khususnya di wilayah Palangkaraya dan sekitarnya. Kata juhu dalam bahasa Dayak berarti sayur atau masakan berkuah, sementara umbut rotan merujuk pada bagian pucuk rotan yang masih muda dan lunak.

Masyarakat Dayak memanfaatkan rotan tidak hanya sebagai bahan kerajinan, tetapi juga sebagai sumber pangan. Umbut rotan dipilih karena teksturnya yang lembut dan dapat diolah menjadi makanan bergizi dengan teknik tradisional yang diwariskan secara turun-temurun (MMC Kalteng, 2018).

Cita Rasa Unik Juhu Umbut Rotan

Perpaduan Gurih, Asam, dan Pahit

Cita rasa juhu umbut rotan dikenal unik karena memadukan rasa gurih dari santan, asam dari terong asam, serta pahit ringan yang berasal dari rotan muda. Kombinasi ini justru menjadi daya tarik tersendiri bagi penikmat kuliner tradisional.

Biasanya, juhu umbut rotan dimasak bersama ikan sungai seperti ikan baung atau patin. Kehadiran ikan memberikan rasa segar sekaligus memperkaya tekstur dan aroma masakan (MMC Kalteng, 2018).

Cara Mengolah Juhu Umbut Rotan

Proses Pengolahan Tradisional

Pengolahan juhu umbut rotan memerlukan ketelitian, terutama dalam membersihkan umbut rotan dari duri dan kulit kerasnya. Setelah dibersihkan, umbut dipotong kecil dan direbus hingga empuk sebelum dimasak bersama bumbu rempah khas.

Bumbu yang digunakan umumnya terdiri dari bawang merah, bawang putih, kunyit, dan lengkuas. Santan ditambahkan untuk menghasilkan kuah yang gurih dan kaya rasa. Proses memasak ini mencerminkan kearifan lokal masyarakat Dayak dalam mengolah bahan alam secara sederhana namun lezat (MMC Kalteng, 2018).

Nilai Gizi dan Makna Budaya

Selain memiliki rasa yang khas, juhu umbut rotan juga mengandung serat alami dari rotan muda yang baik untuk pencernaan. Kandungan ini menjadikan juhu umbut rotan tidak hanya lezat, tetapi juga bernilai gizi (Merdeka.com, 2024).

Lebih dari sekadar makanan, juhu umbut rotan memiliki makna budaya yang kuat. Hidangan ini sering disajikan dalam acara adat, pertemuan keluarga, hingga festival budaya sebagai simbol kedekatan masyarakat Dayak dengan alam sekitarnya.

Juhu umbut rotan adalah bukti nyata bahwa kekayaan kuliner Indonesia tidak hanya soal rasa, tetapi juga tentang sejarah dan budaya. Dari bahan yang sederhana, masyarakat Dayak mampu menghadirkan hidangan khas yang sarat makna dan identitas lokal.

Untuk mengenal lebih banyak kuliner tradisional dan cerita budaya dari berbagai daerah di Indonesia, jangan lewatkan artikel menarik lainnya di Negeri Kami yang mengulas kekayaan Nusantara secara mendalam.

Referensi

Search

Video

Budaya Detail

Kalimantan Tengah

Kuliner

Kalimantan Tengah

Budaya

Budaya Lainnya