Sinole: Kuliner Sagu Khas Papua yang Gurih, Manis, dan Otentik

Sinole: Kuliner Sagu Khas Papua yang Gurih, Manis, dan Otentik

Last Updated: 9 January 2026, 03:00

Bagikan:

sinole
Foto: WikiPangan

Sinole – Kuliner khas Papua yang berbahan dasar sagu, bahan pangan utama masyarakat setempat sejak sebelum mengenal beras. Papua dikenal kaya akan tanaman sagu yang tumbuh alami di dataran rendah berawa, wilayah pesisir, hingga pulau-pulau lepas pantai. Kondisi alam tersebut menjadikan sagu sebagai bagian penting dalam kehidupan masyarakat Papua sekaligus melahirkan beragam kuliner tradisional berbasis sagu.

Selama ini, papeda dikenal sebagai hidangan sagu paling populer dari Papua. Namun, papeda bukan satu-satunya makanan khas berbahan sagu. Sinole hadir sebagai pilihan lain yang dikonsumsi masyarakat Papua ketika ingin menikmati olahan sagu dengan sensasi berbeda. Menurut Indonesia Kaya, sinole dibuat dari campuran sagu dan parutan kelapa yang menghasilkan cita rasa unik. Sagu yang digunakan berasal dari Boven Digoel dan dalam bahasa Muyu dikenal dengan sebutan “om”.

Cara Membuat Sinole

Proses pembuatan sinole diawali dengan menjemur sagu basah hingga kering, lalu diayak menjadi tepung halus. Kelapa parut kemudian disangrai hingga berwarna kecokelatan sebelum dicampur dengan tepung sagu, gula, dan garam. Proses ini menghasilkan sinole dengan warna cokelat dan aroma khas.

Cara lain membuat sinole adalah dengan merebus santan kelapa terlebih dahulu. Setelah mendidih, sagu dimasukkan sambil diaduk perlahan. Campuran ini dimasak di atas api kecil selama beberapa menit hingga mengental dan siap disajikan.

Cita Rasa dan Penyajian Sinole

Sinole memiliki tekstur bulir-bulir kasar dengan warna cokelat muda. Perpaduan rasa hambar, gurih, dan manis membuat hidangan ini cocok disantap dengan berbagai lauk, seperti ikan kuah kuning, tumis bunga pepaya, atau sambal.

Selain sebagai makanan pokok, sajian ini juga kerap dinikmati sebagai camilan. Dalam versi modern, olahan sagu tersebut diisi gula merah dan dipanggang di atas wajan. Teksturnya agak kenyal, dengan rasa gurih dari kelapa dan manis gula merah yang meleleh saat digigit. Paling nikmat disantap selagi hangat bersama teh tawar atau kopi.

Penutup

Sinole memperkaya ragam kuliner sagu khas Papua yang masih lestari hingga kini. Kehadirannya menunjukkan bahwa sagu tidak hanya menjadi bahan pangan utama, tetapi juga bagian penting dari tradisi dan kebiasaan masyarakat Papua.

Simak berita menarik lainnya tentang kuliner, budaya, dan kreativitas generasi muda di Negeri Kami. Temukan juga inspirasi baru dan kisah seru yang memperkaya wawasan serta semangat kreatifmu.

Search

Video

Budaya Detail

Papua Barat

Kuliner

Kabupaten Boven Digoel

Budaya

Budaya Lainnya