Cakalang Fufu: Kuliner Asap Khas Minahasa yang Penuh Cerita

Cakalang Fufu: Kuliner Asap Khas Minahasa yang Penuh Cerita

Last Updated: 22 December 2025, 03:00

Bagikan:

cakalang fufu
Foto: RRI

Cakalang Fufu – Hidangan ikan cakalang olahan yang dibumbui, diasap, dan dijepit dengan kerangka bambu, menjadi kuliner khas Minahasa, Sulawesi Utara. Hidangan ini terkenal dengan cita rasa gurih, aroma asap yang khas, dan tekstur daging yang sedikit kering namun empuk.

Selain sebagai makanan sehari-hari, cakalang fufu kerap dijadikan oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung ke Manado dan sekitarnya. Menurut Good News from Indonesia dan Wikipedia, proses pengolahannya yang tradisional sekaligus metode pengawetan alami membuat hidangan ini bisa bertahan lama, bahkan hingga satu bulan.

Sejarah Cakalang Fufu

Cakalang fufu telah dikenal sebagai bagian dari kuliner tradisional Sulawesi Utara. Pengasapan ikan merupakan metode pengawetan tertua yang digunakan sejak zaman dahulu, tidak hanya untuk memperpanjang umur simpan ikan tetapi juga memberikan rasa yang unik.

Industri perikanan di Sulawesi Utara berkembang sejak tahun 1928 dengan bantuan teknologi Jepang. Setelah masa kemerdekaan, industri ini semakin maju, dengan Bitung menjadi pusat pengolahan ikan. Hidangan ini kemudian menjadi salah satu ikon kuliner yang terkenal hingga saat ini.

Proses Pembuatan

Proses pembuatan dimulai dengan membersihkan ikan cakalang dari sisik dan jeroan, lalu dibelah dua dan dijepit oleh kerangka bambu. Daging ikan dibaluri garam dan bubuk soda sebelum diasapi dengan panas dan asap merata selama sekitar empat jam, kemudian didinginkan selama dua jam.

Pengasapan ini membuat daging ikan berubah menjadi kemerahan dengan tekstur sedikit empuk dan kering, sekaligus berfungsi sebagai metode pengawetan alami. Jika diproses dengan tepat, cakalang fufu dapat disimpan dalam suhu ruang hingga satu bulan, sehingga memungkinkan distribusi ke seluruh Indonesia.

Cita Rasa Cakalang Fufu

Hidangan ini memiliki rasa gurih dengan aroma asap yang menggoda. Tekstur dagingnya yang sedikit kering namun empuk memberikan sensasi makan berbeda dibanding ikan segar, menjadikannya favorit di Sulawesi Utara dan terkenal di seluruh Indonesia Timur.

Keunikan Cakalang Fufu

Hidangan ini berbeda dari ikan asap lainnya karena proses pengasapannya yang tradisional, posisi ikan saat diasapi (tegak miring di atas alat pengasapan), serta aroma khas yang muncul dari asap bambu. Kuliner ini menjadi simbol budaya Minahasa, menghubungkan generasi muda dengan tradisi leluhur sekaligus menarik minat wisatawan.

Cara Menikmati Cakalang Fufu

Hidangan ini dapat langsung dipanaskan dan digoreng sebentar sebelum disantap dengan nasi dan sambal dabu-dabu khas Minahasa. Dagingnya juga bisa disuwir untuk bahan hidangan lain, seperti selada kentang, mi cakalang, atau dimasak rica-rica dengan cabai.

Penutup

Cakalang fufu menunjukkan bagaimana kuliner tradisional dapat melestarikan budaya sekaligus memikat selera. Hidangan ini menawarkan cita rasa autentik, aroma khas, dan tekstur unik yang menjadi kebanggaan Minahasa.

Simak berita menarik lainnya tentang kuliner, budaya, dan kreativitas generasi muda di Negeri Kami. Temukan juga inspirasi baru dan kisah seru yang memperkaya wawasan serta semangat kreatifmu.

Search

Video

Budaya Detail

Sulawesi Utara

Kuliner

Kota Bitung, Kota Manado

Budaya

Budaya Lainnya