Sejarah Kota Tangerang Selatan – Menunjukkan perjalanan panjang dari wilayah yang dulunya termasuk Kabupaten Tangerang hingga menjadi kota otonom. Kota ini, yang biasa disingkat Tangsel, terletak sekitar 25,6 km di barat daya DKI Jakarta dan merupakan bagian dari kawasan metropolitan Jabodetabekjur. Jumlah penduduk Tangerang Selatan pada semester pertama 2025 mencapai 1.474.311 jiwa, menjadikannya kota yang strategis untuk pendidikan, bisnis, dan hunian.
Perubahan Tangerang Selatan menjadi kota otonom tidak hanya berdampak pada pemerintahan, tetapi juga pada pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, serta ruang bagi generasi muda untuk berkarya dan berkembang. Kota ini berhasil menyeimbangkan modernitas dan pelestarian budaya lokal.
Sejarah Kota Tangerang Selatan
Latar Belakang Pemekaran Kota Tangerang Selatan
Sebelum menjadi kota otonom, Tangerang Selatan merupakan bagian dari Kabupaten Tangerang dan berada dalam wilayah keresidenan Batavia pada masa penjajahan Belanda. Tiga etnis yang mendominasi wilayah ini adalah Betawi, Sunda, dan Tionghoa. Warga Tangerang Selatan merasakan kurangnya perhatian dari pemerintah Kabupaten Tangerang, sehingga banyak fasilitas publik yang terabaikan. Hal ini memunculkan aspirasi untuk membentuk kota mandiri agar pelayanan publik dan pembangunan lebih efektif.
Proses Pembentukan Kota Tangerang Selatan
Setelah melalui perundingan bertahun-tahun, terbentuklah Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kota Tangerang Selatan pada 26 November 2008. Kota ini resmi dibentuk oleh Menteri Dalam Negeri Indonesia, Mardiyanto, dengan tujuh kecamatan hasil pemekaran dari Kabupaten Tangerang, yaitu Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang, Pondok Aren, Serpong, Serpong Utara, dan Setu. Kecamatan Ciputat ditetapkan sebagai pusat pemerintahan. Pemerintah Kabupaten Tangerang menyiapkan dana awal sebesar Rp20 miliar untuk operasional kota baru selama tahun pertama.
Perkembangan Setelah Pemekaran dan Pertumbuhan Ekonomi
Sejak menjadi kota otonom, Tangerang Selatan berkembang pesat. Infrastruktur jalan, perumahan, fasilitas pendidikan, dan pusat layanan publik meningkat secara signifikan. Kota ini menjadi tempat berkembangnya kreativitas generasi muda melalui berbagai kegiatan seni, budaya, dan pendidikan. Tangerang Selatan juga memiliki motto “Cerdas, Modern, dan Religius” yang menjadi arah visi pembangunan kota.
Perekonomian kota semakin berkembang dengan hadirnya pusat perbelanjaan, kawasan industri, serta fasilitas umum yang modern. Perkembangan ini menjadikan Tangerang Selatan sebagai kota yang mandiri sekaligus menghubungkan tiga provinsi, yakni Banten, Jawa Barat, dan DKI Jakarta (SINDOnews, 2023; Wikipedia).
Baca juga: Sejarah Kota Tangerang dari Ommelanden ke Gateway Indonesia
Geografi dan Identitas Kota Tangerang Selatan
Kota Tangerang Selatan terletak di ujung timur Provinsi Banten dengan topografi datar, ketinggian 0 – 25 m, berbatasan dengan Kota Tangerang, DKI Jakarta (Jakarta Selatan), Kota Depok, dan Kabupaten Bogor. Kondisi geologi didominasi tanah alluvium yang cocok untuk pembangunan perkotaan. Iklimnya tropis dengan curah hujan 1.500 – 2.400 mm/tahun, temperatur 23 – 35 °C, kelembaban 80%, hari hujan 80 – 120 hari, dan kecepatan angin rata-rata 4,9 km/jam (Wikipedia).
Penutup
Jadi, sejarah kota Tangerang Selatan menegaskan bahwa pemekaran dari Kabupaten Tangerang pada 2008 membawa banyak manfaat bagi pemerintahan, pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat. Kota ini berhasil menjadi pusat pertumbuhan yang modern sekaligus menjaga nilai budaya lokal dan memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkreasi.
Kunjungi Negeri Kami untuk membaca lebih banyak cerita inspiratif tentang warisan budaya, kreativitas lokal, dan sejarah Indonesia yang tak lekang oleh waktu.
Referensi:
- SINDOnews. (2023). Sejarah Kota Tangerang Selatan, Pemekaran dari Kabupaten Tangerang sejak 2008. Diakses dari https://daerah.sindonews.com/read/1141889/171/sejarah-kota-tangerang-selatan-pemekaran-dari-kabupaten-tangerang-sejak-2008-1688191641/
- Wikipedia. Kota Tangerang Selatan. Diakses dari https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Tangerang_Selatan