Unit dari Badan Layanan Umum (BLU) Museum dan Cagar Budaya (MCB) yakni Museum Nasional Indonesia menghadirkan program berorientasi pada publik untuk menjadikan museum sebagai ruang edukasi serta ekspresi kebudayaan, seperti diberitakan Antara News.
“Kalau kita menjawab apa sih museum modern itu, adalah museum yang dalam pengelolaannya melibatkan aktif publiknya,” ujar Penanggung Jawab Museum Nasional Indonesia Muhammad Rasyid Ridlo dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi X DPR RI.
Ia mengatakan bahwa pengelolaan museum saat ini diarahkan agar masyarakat tidak hanya datang untuk melihat koleksi. Masyarakat juga dapat terlibat aktif dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan.
Program Mantra Libatkan Publik
Secara realistis, program yang dihadirkan dengan melibatkan komunitas, seniman, pelaku industri kreatif, hingga kelompok penyandang disabilitas salah satunya melalui program Mantra (Musik, Nada dan Tradisi). Kemudian program pengembangan musik dan memberi ruang ekspresi bagi penyandang disabilitas di museum.
Museum Nasional juga membuka pemanfaatan ruang museum sebagai lokasi berbagai kegiatan seperti pertunjukan gamelan, tari dan aktivitas seni lainnya. Museum Nasional juga mengembangkan berbagai lokakarya yang disesuaikan dengan tema koleksi maupun ruang pamer yang tersedia.
Akses, Teknologi, dan Narasi Koleksi
Lebih jauh, untuk meningkatkan akses publik, Museum Nasional juga berbenah dengan memperpanjang waktu kunjungan pada waktu dan hari tertentu. Pihaknya juga memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman pengunjung, terutama dalam pembelian tiket masuk dan mengakses informasi layanan. Teknologi juga dimanfaatkan untuk konservasi koleksi museum serta pengelolaan dan pelindungan koleksi. Upaya penguatan narasi koleksi juga dilakukan dengan menghadirkan konteks yang relevan dengan kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda.
“Koleksi ditempatkan dalam konteks yang relevan dengan kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda,” ujar Rasyid.
Penutup
Museum Nasional menghadirkan program berorientasi pada publik dengan melibatkan komunitas, seniman, pelaku industri kreatif, dan kelompok penyandang disabilitas. Upaya tersebut juga dilakukan melalui pemanfaatan ruang museum, peningkatan akses dan layanan, penggunaan teknologi, serta penguatan narasi koleksi yang relevan dengan kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda.
Jangan lewatkan berita lainnya seputar budaya, cerita & identitas, kolaborasi & ruang budaya, kreativitas lokal, seni & ekspresi, serta warisan & tradisi dari berbagai daerah di Indonesia hanya di Negeri Kami.