Konser Andrea Bocelli Dinilai Buka Peluang Promosi Budaya Indonesia

Konser Andrea Bocelli Dinilai Buka Peluang Promosi Budaya Indonesia

Rizky Ananda

Last Updated: 21 August 2026, 01:00

Bagikan:

konser andrea bocelli
Foto: Antara News
Table of Contents

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengemukakan bahwa penyelenggaraan konser Andrea Bocelli di Indonesia menghadirkan peluang untuk mempromosikan kekayaan budaya Indonesia. Promosi tersebut ditujukan kepada khalayak yang lebih luas, seperti diberitakan Antara News.

Penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli, dijadwalkan tampil dalam konser bertajuk “Romanza 30th Anniversary World Tour”. Konser tersebut akan digelar di kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada 31 Oktober 2026 serta Jakarta International EXPO pada 3 November 2026.

Promosi Budaya melalui Candi Borobudur

“Ini adalah kesempatan untuk mempromosikan budaya kita juga di tengah peradaban dunia,” kata Fadli Zon dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu.

“Kehadiran Andrea Bocelli di Candi Borobudur akan membawa juga satu promosi bagi Candi Borobudur untuk didatangi oleh wisatawan, kunjungan yang mudah-mudahan jadi berlipat ganda,” ia menambahkan.

Ia menyampaikan bahwa Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) pada tahun 1991 menetapkan Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia. Kompleks candi Buddha yang dibangun pada abad ke-8 sampai ke-9 itu telah diakui salah satu destinasi wisata budaya kelas dunia.

Kolaborasi Seniman Lokal

Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa penyelenggaraan pertunjukan Andrea Bocelli di kompleks Candi Borobudur juga menghadirkan peluang kolaborasi bagi seniman lokal.

“Ini juga menjadi satu kesempatan bagi seniman budayawan lokal di Magelang, seniman Indonesia juga untuk tampil di sebuah kolaborasi yang besar bersama sosok musisi dunia Andrea Bocelli dan eksposur global,” katanya.

“Ini tentu saya kira akan sangat menguntungkan bagi Indonesia,” ia menambahkan.

Menunjukkan Toleransi di Indonesia

Fadli mengemukakan bahwa konser Andrea Bocelli bisa menjadi ajang untuk menunjukkan toleransi di Indonesia.

“Meskipun kita berbeda-beda suku, bangsa, agama, termasuk Candi Borobudur yang kita jadikan juga sebagai living heritage di tengah mayoritas penduduk orang Indonesia yang beragama Islam, tapi kita jaga bersama, ini saya kira keindahan dan harmoni yang luar biasa,” ia menjelaskan.

Menteri Kebudayaan berharap selanjutnya semakin banyak situs cagar budaya yang dimanfaatkan sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan-kegiatan kreatif. Kegiatan tersebut diharapkan dapat mendatangkan manfaat bagi masyarakat banyak.

Penutup

Konser Andrea Bocelli di kompleks Candi Borobudur dinilai Fadli Zon sebagai peluang mempromosikan kekayaan budaya Indonesia. Kehadiran konser tersebut juga membawa promosi bagi Candi Borobudur sebagai destinasi wisata budaya kelas dunia. Pertunjukan ini juga membuka kesempatan kolaborasi bagi seniman lokal dan menjadi ajang untuk menunjukkan toleransi di Indonesia.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar budaya, cerita & identitas, kolaborasi & ruang budaya, kreativitas lokal, seni & ekspresi, serta warisan & tradisi dari berbagai daerah di Indonesia hanya di Negeri Kami.

/ Search /

/ Artikel Lainnya /