Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan melakukan penjajakan kerja sama bidang kebudayaan dengan Suriname. Langkah tersebut juga bertujuan untuk memajukan kebudayaan nasional, seperti diberitakan Antara News.
“Keberadaan masyarakat keturunan Jawa di Suriname menjadi modal budaya yang dapat dikembangkan untuk memperkuat promosi kebudayaan Indonesia, sekaligus menjaga kesinambungan hubungan historis kedua negara,” kata Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
Peluang Kerja Sama Kebudayaan Indonesia dan Suriname
Kementerian Kebudayaan juga menjajaki berbagai peluang kerja sama dalam bentuk nominasi bersama (joint nomination) atau perluasan (extension nomination) daftar warisan budaya takbenda. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pelestarian dan promosi budaya yang memiliki keterkaitan antara Indonesia dan Suriname.
Pernyataan tersebut disampaikan Fadli Zon saat menerima kunjungan Penasihat Negara untuk Presiden Republik Suriname, Paul Somohardjo. Fadli mengatakan Indonesia dan Suriname memiliki hubungan yang telah terjalin panjang dan diperkuat oleh ikatan budaya, terutama budaya Jawa.
Menurutnya, perjalanan sejarah telah membawa budaya Jawa berkembang di berbagai wilayah di luar Indonesia, termasuk Suriname, Belanda, hingga Cape Town, Afrika Selatan. Keberadaan masyarakat keturunan Jawa di berbagai negara menjadi bagian penting dari jejaring kebudayaan Indonesia di dunia.
“Kita memiliki hubungan yang sudah lama terjalin dan memiliki ikatan budaya yang kuat, terutama budaya Jawa. Budaya Jawa telah berkembang di berbagai tempat dan menjadi bagian dari perjalanan sejarah kita. Karena itu, kita ingin menjembatani hubungan budaya Indonesia dan Suriname serta menjadikan kebudayaan sebagai bagian dari kontribusi Indonesia bagi peradaban dunia,” katanya.
Pelestarian Budaya Jawa di Suriname
Paul Somohardjo menyampaikan bahwa masyarakat keturunan Jawa di Suriname masih mempertahankan berbagai unsur budaya yang diwariskan oleh generasi sebelumnya. Bahasa dan aksara Jawa, adat istiadat, ritual, serta berbagai tradisi kejawen masih dikenal dan dipelajari. Semua itu menjadi bagian dari identitas masyarakat keturunan Jawa di Suriname.
Paul menilai pelestarian budaya perlu dilakukan secara berkelanjutan. Langkah tersebut penting agar generasi muda tetap mengenal akar budayanya. Hal tersebut dapat dicapai, salah satunya melalui penguatan hubungan diplomatik antara Indonesia-Suriname guna mempromosikan dan melestarikan kebudayaan kedua negara, khususnya budaya Jawa.
“Budaya harus dipelajari dan dilestarikan karena kalau tidak, budaya itu bisa punah dan hilang. Kita harus menjaga budaya Jawa karena itu adalah akar dan asal-usul kita. Jangan sampai orang Jawa melupakan identitasnya, dan kita harus bangga terhadap budaya yang kita miliki,” ungkap Paul.
Penutup
Penjajakan kerja sama kebudayaan Indonesia dan Suriname menjadi upaya untuk memajukan kebudayaan nasional sekaligus memperkuat hubungan historis kedua negara. Keberadaan masyarakat keturunan Jawa di Suriname menjadi modal budaya yang dapat dikembangkan melalui promosi dan pelestarian budaya, termasuk peluang nominasi bersama atau perluasan daftar warisan budaya takbenda. Pelestarian tersebut juga diharapkan membuat generasi muda tetap mengenal akar dan identitas budaya Jawa.
Jangan lewatkan berita lainnya seputar budaya, cerita & identitas, kolaborasi & ruang budaya, kreativitas lokal, seni & ekspresi, serta warisan & tradisi dari berbagai daerah di Indonesia hanya di Negeri Kami.