Tari Wutukala: Tradisi Suku Moy dalam Berburu Ikan

Tari Wutukala: Tradisi Suku Moy dalam Berburu Ikan

Last Updated: 24 August 2026, 01:00

Bagikan:

tari wutukala
Foto: Indonesia Kaya

Seorang pria berdiri di salah satu sudut pantai dengan pasir putih. Ia meneriakkan sebuah ajakan bagi beberapa temannya untuk bergabung dalam sebuah tarian. Mereka semua membawa senjata sejenis tombak di tangan dan seolah bersiap untuk melakukan perburuan. Para pria ini mengenakan hiasan kepala dari bulu cenderawasih dan tubuh mereka penuh dengan lukisan etnik berwarna putih serta hitam. Untaian penutup bagian bawah tubuh mereka yang terbuat dari daun sagu pun terkibas oleh angin laut. Sekitar enam orang mulai menyatu dan membentuk formasi untuk mengawali sebuah tarian tradisional yang bernama tari Wutukala.

Berdasarkan catatan dari Indonesia Kaya, tari Wutukala adalah tarian yang berasal dari Papua Barat, tepatnya Sorong. Tarian ini dimiliki oleh Suku Moy dan biasanya dilakukan dalam berbagai acara seremonial adat mereka. Tari Wutukala biasanya dilakukan secara berkelompok dan berpasangan antara kaum pria dan wanita karena tarian ini menceritakan sebuah aktivitas tradisional yang memang dilakukan oleh pria dan wanita secara bersama-sama.

Gerakan Tari Wutukala Menggambarkan Aktivitas Berburu Ikan

Pada awal tarian, para pria masuk terlebih dahulu dalam sebuah formasi yang menggambarkan bahwa mereka sedang berburu ikan. Tidak lama setelah para pria membentuk formasi berburu, kaum wanita pun masuk dengan membawa sebuah tas khas Papua yang disebut noken. Tas ini akan digunakan sebagai tempat untuk ikan-ikan hasil berburu mereka nantinya.

Para wanita ini menggunakan pakaian yang serasi dengan para pria, seperti rok dari daun sagu dan hiasan kepala yang terbuat dari bulu cenderawasih. Mereka pun mulai melakukan gerakan-gerakan yang menggambarkan mata pencaharian mereka dalam mencari ikan. Penting untuk diketahui bahwa sejak dahulu kala, Suku Moy sendiri merupakan suku di wilayah pesisir Sorong yang memang mempunyai mata pencaharian utama sebagai nelayan.

Kisah dalam tarian ini berlanjut ketika para pasangan yang digambarkan tengah berburu ikan mulai mengalami kesulitan. Senjata tombak yang mereka gunakan tak lagi efektif. Ikan menjadi sulit ditangkap dan mereka pun terancam tidak memperoleh bahan makanan. Pada titik inilah babak baru dimulai, menghadirkan keunikan sekaligus inti makna dari tarian ini.

Para pria dari Suku Moy kemudian mengubah cara berburu mereka. Mereka turun ke air dan menaburkan akar tuba yang telah ditumbuk halus. Tumbuhan ini mengandung zat alami yang bersifat racun ringan, membuat ikan-ikan pusing dan naik ke permukaan. Saat itulah para wanita mulai menangkap ikan-ikan tersebut. Panen pun terjadi dan hasil tangkapan dibagikan kepada seluruh anggota komunitas. Tarian ini menjadi simbol dari inovasi dan kerja sama dalam menghadapi tantangan hidup.

Makna Tari Wutukala bagi Suku Moy

Secara garis besar, tari Wutukala menceritakan sebuah tradisi penting yang menjadi bagian dari kehidupan Suku Moy. Tarian ini merupakan sebuah perayaan atas inovasi yang mereka temukan dalam mata pencaharian umum Suku Moy. Makna tari Wutukala adalah sebuah ucapan syukur atas berkat yang diberikan Tuhan kepada Suku Moy.

Uniknya, limpahan berkat ini hadir dalam inovasi perburuan ikan yang mereka lakukan. Hal ini menunjukkan sebuah sikap terbuka yang dimiliki Suku Moy terhadap berbagai perubahan kehidupan yang terjadi. Biasanya, tarian ini dilakukan oleh seorang tetua adat dan diikuti oleh beberapa pemuda yang menggambarkan semangat Suku Moy dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Penutup

Tari Wutukala menjadi gambaran kehidupan Suku Moy sebagai masyarakat pesisir yang mengandalkan aktivitas berburu ikan. Melalui gerakan tari, kisah tentang kesulitan dalam berburu, inovasi menggunakan akar tuba, kerja sama antara pria dan wanita, hingga pembagian hasil tangkapan disampaikan sebagai bagian dari tradisi. Tarian ini juga menjadi ungkapan syukur atas berkat Tuhan sekaligus mencerminkan semangat Suku Moy dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Jangan lewatkan artikel budaya lainnya seputar acara sakral, adat istiadat, kuliner, pakaian adat, rumah adat, dan tarian dari berbagai daerah di Indonesia hanya di Negeri Kami.

Search

Video

Budaya Detail

Papua Barat

Tarian

Kota Sorong

Budaya

Budaya Lainnya