Seren Taun Cisungsang di Lebak Banten Jadi Sorotan, Tradisi Adat Sunda dan Ketahanan Pangan Lokal Curi Perhatian Wisatawan

Seren Taun Cisungsang di Lebak Banten Jadi Sorotan, Tradisi Adat Sunda dan Ketahanan Pangan Lokal Curi Perhatian Wisatawan

Last Updated: 12 May 2026, 06:00

Bagikan:

Seren Taun Cisungsang Lebak Banten
Seren Taun Cisungsang bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga simbol kuat masyarakat adat dalam menjaga budaya, ketahanan pangan, dan warisan leluhur Sunda di tengah arus modernisasi. Sumber gambar: FOTO ANTARA/Mansyur S

Seren Taun Cisungsang merupakan tradisi adat masyarakat Sunda di Kabupaten Lebak, Banten, yang berfungsi sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen sekaligus simbol pelestarian budaya agraris. Masyarakat Kasepuhan Cisungsang menyelenggarakan ritual ini setiap tahun melalui prosesi adat, pertunjukan seni tradisional, dan penyimpanan padi di leuit adat. Tradisi tersebut tidak hanya menjaga identitas budaya Sunda, tetapi juga memperkuat nilai gotong royong dan ketahanan pangan masyarakat adat.

Seren Taun Cisungsang Menjadi Simbol Syukur Masyarakat Adat

Masyarakat Kasepuhan Cisungsang melaksanakan Seren Taun sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang diperoleh selama satu tahun. Tradisi ini berlangsung di Desa Cisungsang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Istilah “Seren Taun” berasal dari bahasa Sunda yang berarti menyerahkan tahun lama menuju tahun baru panen. Masyarakat adat menggunakan ritual tersebut untuk menandai pergantian siklus pertanian sekaligus menjaga hubungan harmonis antara manusia dan alam. Seren Taun memiliki nilai spiritual, religius, dan sosial yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat adat Sunda (Radar Banten, 2025).

Tradisi Seren Taun Cisungsang memiliki beberapa unsur penting, antara lain:

  • Prosesi ngimahkeun pare atau memasukkan padi ke leuit adat.
  • Pertunjukan seni tradisional seperti angklung buhun dan debus.
  • Pembacaan doa adat dan rajah keselamatan.
  • Arak-arakan rengkong sebagai simbol kemakmuran.
  • Silaturahmi masyarakat adat dengan wisatawan dan pemerintah.

Pemerintah Provinsi Banten menilai Seren Taun Cisungsang sebagai tradisi penting yang menjaga ketahanan pangan berbasis kearifan lokal. Gubernur Banten Andra Soni bahkan mengikuti langsung prosesi ngimahkeun pare dalam pagelaran tahun 2025 (Pemerintah Provinsi Banten, 2025).

Prosesi Adat Seren Taun Cisungsang Menjaga Filosofi Leuit

Masyarakat adat Cisungsang menggunakan leuit atau lumbung padi sebagai simbol kesejahteraan dan keberlanjutan hidup. Prosesi penyimpanan padi di leuit menjadi inti utama dalam pelaksanaan Seren Taun.

Ritual dimulai dengan arak-arakan masyarakat yang membawa hasil panen menggunakan rengkong. Masyarakat adat mengiringi prosesi tersebut dengan tabuhan musik tradisional dan kidung Sunda. Setelah rombongan tiba di Imah Gede Kasepuhan, tokoh adat memimpin pembacaan doa serta petuah kehidupan.

Prosesi Seren Taun juga menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda. Tradisi tersebut mengajarkan filosofi agraris yang menempatkan tanah, padi, dan alam sebagai pusat keseimbangan kehidupan (Banten Raya, 2025).

Masyarakat adat mempertahankan beberapa nilai utama dalam ritual Seren Taun Cisungsang, yaitu:

  • Menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.
  • Menghormati leluhur melalui ritual adat.
  • Mempertahankan sistem pertanian tradisional.
  • Mengajarkan gotong royong kepada generasi muda.
  • Menjaga cadangan pangan melalui leuit adat.

Keberadaan leuit adat menunjukkan bahwa masyarakat Cisungsang memiliki sistem ketahanan pangan tradisional yang masih bertahan hingga sekarang. Masyarakat adat menyimpan hasil panen sebagai cadangan pangan untuk kebutuhan bersama.

Seren Taun Cisungsang Masuk Agenda Wisata Budaya Nasional

Seren Taun Cisungsang berkembang menjadi agenda budaya yang menarik perhatian wisatawan domestik maupun internasional. Pemerintah daerah dan masyarakat adat terus mempromosikan tradisi tersebut sebagai bagian dari wisata budaya Sunda.

Seren Taun Cisungsang masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara atau KEN 2025 yang disusun Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Radar Banten, 2025). Pengakuan tersebut menunjukkan bahwa tradisi lokal memiliki potensi besar untuk mendukung sektor pariwisata daerah.

Kegiatan Seren Taun memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui:

  • Penjualan kuliner tradisional khas Sunda.
  • Peningkatan kunjungan wisata budaya.
  • Promosi produk UMKM lokal.
  • Pertunjukan seni tradisional masyarakat adat.
  • Aktivitas pasar rakyat selama festival berlangsung.

Seren Taun Cisungsang tidak hanya menjadi ritual adat, tetapi juga menjadi strategi pelestarian budaya dan penggerak ekonomi masyarakat lokal (Radar Banten, 2025).

Kesenian Tradisional Seren Taun Cisungsang Menarik Generasi Muda

Masyarakat Kasepuhan Cisungsang menghadirkan berbagai kesenian tradisional dalam rangkaian Seren Taun untuk menjaga minat generasi muda terhadap budaya Sunda. Pertunjukan seni tersebut menjadi daya tarik utama dalam festival adat.

Beberapa kesenian yang sering tampil dalam Seren Taun Cisungsang meliputi:

  • Angklung buhun.
  • Wayang golek.
  • Debus Banten.
  • Tabuh lisung.
  • Tari tradisional Sunda.

Seren Taun Cisungsang menghadirkan panggung budaya, kirab adat, hingga pertunjukan debus yang melibatkan masyarakat lintas usia (Radar Banten, 2025). Pertunjukan tersebut memperlihatkan bahwa tradisi adat masih memiliki ruang penting di tengah modernisasi.

Generasi muda memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan Seren Taun kepada publik yang lebih luas. Dokumentasi digital membantu masyarakat mengenal nilai budaya Sunda secara lebih mudah.

Masyarakat adat juga mengembangkan kegiatan edukasi budaya melalui lomba mendongeng, diskusi adat, dan pelatihan kesenian tradisional. Upaya tersebut bertujuan menjaga keberlanjutan budaya lokal di tengah perubahan zaman.

Ketahanan Pangan Menjadi Nilai Utama Seren Taun Cisungsang

Masyarakat adat Cisungsang menjadikan ketahanan pangan sebagai prinsip utama dalam kehidupan sehari-hari. Seren Taun memperlihatkan bahwa budaya tradisional dapat berjalan seiring dengan kebutuhan modern masyarakat.

Tradisi Seren Taun menjadi contoh nyata pengelolaan pangan berbasis komunitas adat. Sistem penyimpanan padi di leuit membantu masyarakat menjaga ketersediaan pangan dalam jangka panjang (Radar Banten, 2025).

Banten Raya menyebutkan bahwa Seren Taun Kasepuhan Cisungsang telah berlangsung selama ratusan tahun dan terus dipertahankan oleh masyarakat adat setempat (Banten Raya, 2025). Keberlanjutan tradisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat adat memiliki kemampuan menjaga warisan budaya sekaligus menghadapi tantangan modernisasi.

Nilai ketahanan pangan dalam Seren Taun Cisungsang terlihat melalui:

  • Pengelolaan hasil panen secara kolektif.
  • Penyimpanan padi di leuit adat.
  • Penggunaan sistem pertanian tradisional.
  • Pelestarian bibit padi lokal.
  • Penguatan solidaritas masyarakat adat.

Tradisi Seren Taun membuktikan bahwa budaya lokal memiliki kontribusi penting terhadap keberlanjutan lingkungan dan ketahanan sosial masyarakat.

Seren Taun Cisungsang Menjadi Warisan Budaya Sunda

Seren Taun Cisungsang menunjukkan bahwa masyarakat adat Sunda masih mempertahankan identitas budaya melalui ritual agraris yang diwariskan lintas generasi. Tradisi tersebut tidak hanya menjadi perayaan panen, tetapi juga menjadi simbol hubungan harmonis antara manusia, alam, dan leluhur.

Masyarakat Kasepuhan Cisungsang terus menjaga nilai gotong royong, ketahanan pangan, dan kesenian tradisional melalui pelaksanaan Seren Taun setiap tahun. Pemerintah daerah, pelaku budaya, dan wisatawan juga memberikan dukungan terhadap keberlanjutan tradisi tersebut agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.

Pembaca dapat menemukan artikel budaya dan tradisi Nusantara lainnya di Negeri Kami. Artikel lain tentang adat Sunda, wisata budaya, dan kesenian daerah juga tersedia untuk menambah wawasan mengenai kekayaan budaya Indonesia.

Negeri Kami menghadirkan berbagai informasi budaya lokal yang relevan, informatif, dan mudah dipahami. Pembaca dapat mengikuti artikel terbaru untuk mengetahui perkembangan tradisi adat, festival budaya, dan warisan Nusantara lainnya.

Referensi

Search

Video

Budaya Detail

Banten

Adat Istiadat

Banten

Budaya

Budaya Lainnya