Mie Glosor merupakan kuliner khas Bogor yang selalu muncul dan ramai diburu saat bulan Ramadan. Teksturnya yang licin, warna kuning cerah, serta cita rasa sederhana membuat makanan ini menjadi salah satu takjil favorit masyarakat Kota Hujan.
Tidak hanya digemari warga lokal, Mie Glosor juga menarik perhatian wisatawan yang datang ke Bogor. Bahkan, produksi mie ini bisa melonjak drastis selama Ramadan karena tingginya permintaan pasar.
Mie Glosor Jadi Ikon Kuliner Ramadan Bogor
Popularitas Mie Glosor semakin kuat karena identik dengan Ramadan. Makanan ini selalu menjadi incaran warga saat bulan puasa dan banyak dijual di pasar takjil musiman (ANTARA News, 2018).
Selain itu, peningkatan pesanan yang signifikan kerap terjadi setiap memasuki bulan puasa. Kondisi ini menunjukkan bahwa Mie Glosor bukan sekadar jajanan biasa, melainkan bagian dari kebiasaan tahunan masyarakat Bogor (ANTARA News, 2013).
Asal-usul dan Ciri Khas Mie Glosor
Secara umum, Mie Glosor terbuat dari tepung sagu aren. Berbeda dengan mi berbahan dasar terigu, teksturnya lebih kenyal dan licin saat disantap. Nama “glosor” sendiri merujuk pada sensasi licin yang terasa ketika mie dimakan.
Warna kuning pada mie ini berasal dari campuran kunyit sebagai pewarna alami, sehingga tampilannya tampak mencolok dan mudah dikenali di antara jajanan lainnya (Kumparan, 2018).
Selain bahan yang unik, penyajiannya juga sederhana. Biasanya Mie Glosor dimasak dengan tumisan bawang putih, cabai, serta tambahan sayuran. Meski sederhana, rasa gurih dan teksturnya membuat banyak orang ketagihan.
Produksi Mie Glosor Bisa Capai Puluhan Ton
Lonjakan permintaan Mie Glosor saat Ramadan berdampak langsung pada produksi. Salah satu sentra produksi di Bogor mampu menghasilkan hingga 20 ton per hari saat Ramadan (Kumparan, 2024).
Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding hari biasa. Para produsen bahkan harus menambah jam kerja demi memenuhi pesanan pedagang pasar dan pembeli rumahan.
Fenomena ini memperlihatkan bahwa Mie Glosor memiliki nilai ekonomi yang cukup besar bagi pelaku usaha lokal. Selain menjaga tradisi, produksi mie ini juga membantu menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Mie Glosor dan Identitas Kota Hujan
Keberadaan Mie Glosor memperkuat identitas kuliner Bogor. Di tengah maraknya makanan modern, jajanan tradisional ini tetap bertahan dan bahkan semakin dikenal luas.
Dengan tekstur khas, harga terjangkau, dan ketersediaan musiman yang dinanti, Mie Glosor berhasil mempertahankan posisinya sebagai salah satu kuliner legendaris Bogor. Tradisi ini terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Mie Glosor bukan hanya makanan berbuka puasa. Lebih dari itu, kuliner ini telah menjadi simbol Ramadan di Bogor yang selalu dinantikan setiap tahun. Produksi yang meningkat hingga puluhan ton membuktikan besarnya minat masyarakat terhadap makanan tradisional ini.
Ingin mengetahui lebih banyak cerita menarik tentang kuliner khas Nusantara dan budaya lokal lainnya? Kunjungi dan baca artikel terbaru hanya di Negeri Kami untuk mendapatkan informasi terpercaya dan inspiratif setiap hari.
Referensi

