Melaspas: Upacara Pembersihan dan Penyucian Bangunan di Bali

Melaspas: Upacara Pembersihan dan Penyucian Bangunan di Bali

Last Updated: 22 January 2026, 06:00

Bagikan:

melaspas
Foto: Desa Menyali

Melaspas – Upacara penyucian dan pembersihan bangunan yang baru selesai dibangun atau baru ditempati di Bali. Upacara ini menjadi tradisi wajib bagi umat Hindu untuk memastikan bangunan terasa aman, nyaman, dan layak dihuni.

Berdasarkan catatan dari Wikipedia, upacara melaspas dilaksanakan secara turun-temurun dengan tujuan memberikan ketenangan bagi penghuni sekaligus melindungi mereka dari pengaruh negatif, seperti sakit, pertengkaran, atau kerugian. Selain itu, melaspas juga menjadi wujud penghormatan terhadap roh-roh yang diyakini mendiami bangunan, serta menandai bahwa dua unsur bangunan, kayu dan batu, telah disatukan sehingga bangunan siap untuk dihuni.

Asal-usul dan Makna Melaspas

Kata melaspas berasal dari bahasa Bali: mlas berarti pemisah dan pas berarti cocok. Melaspas menandai bahwa dua unsur bangunan, kayu dan batu, telah disatukan menjadi bangunan yang layak dan cocok untuk dihuni. Umat Hindu meyakini bahwa bangunan memiliki roh hidup, sehingga penyucian melalui melaspas diperlukan.

Pelaksanaan Upacara Melaspas

Upacara ini dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan skala dan kemampuan penyelenggara:

  • Kanista: Upacara kecil
  • Madya: Upacara menengah
  • Utama: Upacara besar

Rangkaian Prosesi

  1. Ngayaban Caru: Prosesi ini melibatkan pengantaran sesajian dengan mantra untuk mengundang Bhutakala, memberikan labaan, dan mengusir roh-roh pengganggu. Dewa Ghana hadir untuk menghalangi roh pengganggu.
  2. Ngayaban Pamlaspas: Prosesi ini biasanya diawali dengan memberikan ucapan orti pada mudra bangunan, memasang ulap-ulap, dan jika bangunan suci, menempatkan pedagingan di dasar bangunan serta padma dari emas di puncaknya. Pangurip-urip, yaitu arang bunga, dilaksanakan untuk melambangkan Tri Murti: Brahma, Wisnu, dan Iswara. Selain itu, sesajian diberikan kepada Sanggah Surya atau bambu yang menjulang tinggi, dan Ngayaban caru prabot dilaksanakan.
  3. Ngeteg-Linggih Bila: Jika bangunan adalah tempat suci (palinggih), upacara dilakukan di tingkat madya atau utama sekaligus.

Fungsi dan Nilai Filosofis

Melaspas berfungsi sebagai penyucian bangunan sekaligus perlindungan spiritual. Upacara ini juga menegaskan nilai keharmonisan antara manusia, bangunan, dan alam, serta memperkuat rasa aman bagi penghuni.

Penutup

Melaspas bukan sekadar upacara ritual, tetapi merupakan tradisi yang memastikan setiap bangunan baru di Bali aman, nyaman, dan layak dihuni. Upacara ini menegaskan pentingnya keharmonisan antara penghuni, bangunan, dan lingkungan sekitar.

Jangan lewatkan berita menarik lainnya tentang budaya Nusantara, tradisi daerah, dan kisah inspiratif dari berbagai penjuru Indonesia di Negeri Kami. Mari lestarikan kekayaan budaya dan nilai-nilai tradisi bangsa melalui pengetahuan dan pengalaman nyata.

Search

Video

Budaya Detail

Bali

Adat Istiadat

-

Budaya

Budaya Lainnya