Cepol Betawi: Memadukan Keanggunan Tradisi dan Tren Modern

Cepol Betawi: Memadukan Keanggunan Tradisi dan Tren Modern

Last Updated: 30 January 2026, 06:00

Bagikan:

cepol betawi
Foto: Indonesia Kaya

Cepol Betawi – Salah satu warisan budaya yang terus hidup di tengah hiruk-pikuk Jakarta, mewakili lebih dari sekadar penampilan. Gaya rambut tradisional ini menyimpan filosofi dan nilai-nilai yang diturunkan dari generasi ke generasi, menjadikannya simbol kebanggaan budaya Betawi.

Berdasarkan catatan dari Indonesia Kaya, cepol ini tetap relevan di era modern. Kesederhanaannya yang anggun membuatnya cocok dikenakan dalam berbagai kesempatan, baik acara formal maupun aktivitas sehari-hari, sekaligus menjadi pengingat bahwa tradisi tetap memiliki tempat di tengah perubahan zaman.

Kesederhanaan Cepol Betawi

Cepol Betawi, atau konde cepol, dikenal sebagai gaya rambut yang mudah dibuat namun penuh makna. Penataannya dimulai dengan menyisir rambut ke belakang dan mengikatnya dalam bentuk kuncir kuda, lalu dililit membentuk spiral yang disebut “ekor bebek.” Melati sering diselipkan di antara lilitan rambut, menambah keharuman sekaligus mengandung filosofi budaya. Penempatan bunga mengikuti arah jarum jam dari posisi 12 hingga 5, melambangkan kepercayaan Betawi bahwa seorang gadis harus pulang sebelum waktu magrib. Ini menjadi simbol perlindungan, keselamatan, dan kehormatan bagi wanita muda.

Saat Tradisi Bertemu Tren Terkini

Walaupun berasal dari tradisi, cepol Betawi kini juga dipakai dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya pada upacara formal. Wanita muda Betawi menyesuaikan gaya dan hiasannya agar tetap modis, namun tetap menghormati akar budaya. Kepraktisan penataan membuat cepol Betawi populer di berbagai usia, bisa dipakai saat pernikahan, perayaan budaya, pergi ke kantor, atau bertemu teman. Dengan sentuhan sederhana seperti rangkaian bunga melati, gaya ini tetap anggun, mudah diaplikasikan, sekaligus menjadi simbol identitas budaya yang kuat.

Penutup

Cepol Betawi membuktikan bahwa tradisi bisa hidup berdampingan dengan modernitas. Gaya ini menghubungkan masa lalu dan kini. Cepol ini juga mengingatkan bahwa menjaga budaya bukan hanya soal penampilan, tetapi juga nilai dan filosofi. Dengan minat generasi muda yang terus meningkat, cepol ini tetap relevan sebagai simbol kreativitas yang menghormati tradisi dan mengikuti tren masa kini.

Simak berita budaya menarik lainnya di Negeri Kami dan temukan inspirasi seputar warisan budaya Indonesia. Pelestarian gaya rambut tradisional Betawi ini menjadi upaya menjaga identitas budaya sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi Nusantara kepada generasi muda.

Search

Video

Budaya Detail

DKI Jakarta

Pakaian Adat

-

Budaya

Budaya Lainnya