Cakak Pepadun merupakan prosesi adat masyarakat Lampung Pepadun yang berfungsi sebagai upacara pemberian gelar adat kepada seseorang sebagai tanda kenaikan status sosial dalam struktur adat. Tradisi ini menegaskan bahwa gelar adat bukan sekadar simbol, tetapi juga legitimasi sosial yang mengikat individu dengan tanggung jawab dan peran tertentu dalam komunitas adat (Kompas.com, 2010; Kotabumi.id, 2025).
Cakak Pepadun dalam Struktur Sosial Masyarakat Lampung Pepadun
Masyarakat Lampung Pepadun menempatkan Cakak Pepadun sebagai mekanisme resmi dalam menentukan hierarki sosial berbasis adat. Sistem ini menunjukkan bahwa individu memperoleh kedudukan sosial melalui proses adat yang diakui secara kolektif (Kompas.com, 2010).
- Masyarakat adat menetapkan gelar sebagai indikator status sosial.
- Prosesi adat mengesahkan perubahan posisi seseorang dalam komunitas.
- Struktur adat mengatur hak dan kewajiban berdasarkan gelar.
Gelar seperti “Suttan” diberikan melalui prosesi adat sebagai simbol strata sosial yang sah dalam masyarakat Lampung (Kompas.com, 2010).
Makna Filosofis Cakak Pepadun dalam Tradisi Begawi Adat Lampung
Tradisi Cakak Pepadun mengandung nilai filosofis yang berkaitan dengan kehormatan, tanggung jawab, dan identitas budaya masyarakat Lampung. Nilai ini muncul dalam rangkaian tradisi Begawi yang menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial (ResearchGate, 2021; CIB Institut, 2024).
- Nilai kehormatan melekat pada penerima gelar.
- Tanggung jawab sosial meningkat setelah prosesi berlangsung.
- Identitas budaya diperkuat melalui ritual adat.
Penelitian menunjukkan bahwa Begawi Cakak Pepadun memiliki fungsi memperkuat solidaritas sosial dan menjaga nilai budaya (ResearchGate, 2021).
Tahapan Prosesi Cakak Pepadun dalam Upacara Begawi Adat
Prosesi Cakak Pepadun berlangsung melalui rangkaian tahapan adat yang kompleks dan sarat makna simbolik. Tahapan ini menjadi indikator kesiapan seseorang dalam menerima gelar adat (ResearchGate, 2021; Kotabumi.id, 2025).
- Tahap persiapan melibatkan keluarga besar dan tokoh adat.
- Tahap pelaksanaan mencakup ritual seperti cangget (tarian adat) dan pembacaan gelar.
- Tahap puncak ditandai dengan pengesahan gelar oleh pemuka adat.
- Tahap penutup menegaskan pengakuan resmi dalam komunitas.
Prosesi ini sering disertai rangkaian adat besar yang menunjukkan kesiapan ekonomi dan sosial keluarga (Kotabumi.id, 2025).
Peran Tokoh Adat dalam Menjaga Keaslian Cakak Pepadun
Tokoh adat memegang peran penting dalam memastikan pelaksanaan Cakak Pepadun berjalan sesuai norma adat yang berlaku. Peran ini mencerminkan keberlanjutan otoritas adat dalam kehidupan modern (Kompas.com, 2010).
- Tokoh adat memimpin jalannya upacara.
- Tokoh adat memastikan kesesuaian dengan aturan adat.
- Tokoh adat memberikan legitimasi atas gelar yang diberikan.
Cakak Pepadun sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia
Cakak Pepadun menjadi bagian dari warisan budaya tak benda yang mencerminkan kekayaan tradisi Indonesia. Tradisi ini memperlihatkan keberagaman sistem sosial berbasis adat di Nusantara (STKIP Pesisir Selatan, 2025).
- Tradisi ini memperkuat identitas budaya daerah.
- Generasi muda memiliki peran dalam pelestarian adat.
- Dokumentasi budaya membantu menjaga keberlanjutan tradisi.
Pelestarian tradisi adat membutuhkan keterlibatan generasi muda dan dukungan institusi pendidikan (STKIP Pesisir Selatan, 2025).
Cakak Pepadun menunjukkan bahwa masyarakat Lampung Pepadun memiliki sistem adat yang kuat dalam menentukan status sosial melalui prosesi sakral yang terstruktur. Tradisi ini tetap bertahan karena mengandung nilai kehormatan, tanggung jawab, dan identitas budaya yang relevan hingga saat ini.
Pembaca dapat menemukan berbagai artikel budaya Nusantara lainnya di Negeri Kami yang menyajikan informasi mendalam, faktual, dan berbasis referensi terpercaya.
Referensi

