Bagar Hiu Bengkulu: Kuliner Favorit Soekarno yang Kini Langka dan Mulai Diburu Wisatawan Kuliner Nusantara

Bagar Hiu Bengkulu: Kuliner Favorit Soekarno yang Kini Langka dan Mulai Diburu Wisatawan Kuliner Nusantara

Last Updated: 18 February 2026, 10:35

Bagikan:

Bagar Hiu Bengkulu
Bagar hiu Bengkulu kembali jadi sorotan, kuliner legendaris berbahan ikan hiu ini dikenal dengan cita rasa rempah kuat dan sejarah panjang yang melekat pada identitas budaya pesisir. Sumber gambar: Rakyatbengkulu.com

Bagar hiu Bengkulu menjadi salah satu kuliner tradisional Indonesia yang kembali menarik perhatian publik. Hidangan khas pesisir ini dikenal karena menggunakan bahan utama daging ikan hiu yang diolah dengan rempah kuat dan teknik memasak tradisional.

Di tengah maraknya makanan modern dan viral di media sosial, bagar hiu justru menghadapi tantangan eksistensi karena semakin sulit ditemukan. Faktor bahan baku hingga perubahan selera generasi muda membuat kuliner ini perlahan menjadi hidangan langka yang hanya tersedia di tempat tertentu.

Bagar Hiu Bengkulu dan Jejak Sejarahnya di Indonesia

Bagar hiu merupakan kuliner khas masyarakat Bengkulu yang telah diwariskan secara turun-temurun. Hidangan ini biasanya dimasak oleh masyarakat pesisir yang memanfaatkan hasil laut sebagai sumber utama pangan. Keberadaannya mencerminkan hubungan erat masyarakat dengan lingkungan laut sekaligus tradisi kuliner lokal yang bertahan hingga sekarang (Kompas.com, 2021).

Selain dikenal sebagai makanan tradisional, bagar hiu juga memiliki nilai sejarah nasional. Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno, disebut menjadikan hidangan ini sebagai salah satu makanan favoritnya ketika menjalani masa pengasingan di Bengkulu. Fakta ini membuat bagar hiu tidak hanya bernilai kuliner, tetapi juga historis (Kompas.com, 2021).

Beberapa rumah makan di Bengkulu masih mempertahankan menu ini sebagai bentuk pelestarian kuliner tradisional daerah. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga warisan budaya kuliner agar tidak hilang di tengah modernisasi (ANTARA News Bengkulu, 2024).

Ciri Khas Rasa dan Proses Memasak Bagar Hiu Bengkulu

Secara tampilan, bagar hiu sering disamakan dengan rendang karena warna gelap dan teksturnya yang kering. Namun, teknik memasaknya memiliki perbedaan signifikan karena hidangan ini umumnya menggunakan kelapa sangrai sebagai pengganti santan, sehingga menghasilkan rasa gurih yang lebih kuat dan aroma khas rempah (Kompas.com, 2021).

Bumbu yang digunakan meliputi kunyit, bawang merah, bawang putih, serai, lengkuas, jahe, dan cabai. Daging hiu perlu melalui proses khusus untuk mengurangi bau amis, seperti direndam dengan jeruk nipis sebelum dimasak. Proses memasak yang cukup lama menjadi kunci agar bumbu meresap sempurna dan menghasilkan tekstur yang lembut (detikSumbagsel, 2024).

Selain menjadi makanan sehari-hari, bagar hiu sering muncul saat momen tertentu seperti Ramadan atau acara adat. Hal ini membuat hidangan tersebut memiliki nilai tradisi yang kuat di masyarakat Bengkulu (detikSumbagsel, 2024).

Mengapa Bagar Hiu Bengkulu Semakin Sulit Ditemukan?

Salah satu alasan utama kelangkaan bagar hiu adalah ketersediaan bahan baku ikan hiu yang tidak selalu stabil. Selain faktor tangkapan nelayan, kesadaran terhadap konservasi laut juga memengaruhi konsumsi ikan hiu di berbagai wilayah. Kondisi ini menyebabkan hidangan tersebut tidak selalu tersedia di pasar atau restoran (ANTARA News Bengkulu, 2024).

Selain itu, perubahan tren kuliner turut memengaruhi popularitasnya. Generasi muda cenderung lebih mengenal makanan modern atau kuliner viral dibandingkan makanan tradisional daerah. Akibatnya, hanya beberapa rumah makan atau keluarga tertentu yang masih mempertahankan resep asli bagar hiu (detikSumbagsel, 2024).

Fenomena kelangkaan ini justru membuat bagar hiu menjadi incaran wisatawan yang mencari pengalaman kuliner unik dan autentik ketika berkunjung ke Bengkulu (detikSumbagsel, 2024).

Potensi Bagar Hiu sebagai Ikon Wisata Kuliner Bengkulu

Sebagai kuliner legendaris, bagar hiu memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai bagian dari promosi pariwisata daerah. Wisatawan saat ini semakin tertarik pada pengalaman autentik, termasuk mencicipi makanan tradisional dengan cerita sejarah yang kuat (Kompas.com, 2021).

Namun, pengembangan kuliner ini perlu memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan dan edukasi kepada masyarakat. Upaya dokumentasi resep, festival kuliner, serta promosi digital menjadi langkah penting agar bagar hiu tetap dikenal generasi mendatang (ANTARA News Bengkulu, 2024).

Dengan strategi promosi yang tepat, bagar hiu Bengkulu tidak hanya dapat bertahan tetapi juga menjadi simbol kekayaan kuliner Nusantara yang unik dan bersejarah.

Bagar hiu Bengkulu bukan sekadar makanan khas, melainkan representasi sejarah, budaya, dan identitas masyarakat pesisir. Dari hidangan favorit Soekarno hingga menjadi kuliner langka yang diburu wisatawan, perjalanan bagar hiu menunjukkan betapa kayanya warisan kuliner Indonesia.

Bagi Anda yang ingin mengikuti perkembangan berita budaya, kuliner tradisional, hingga tren terbaru lainnya, jangan lupa membaca artikel menarik lainnya di Negeri Kami. Temukan cerita unik dari berbagai daerah yang mungkin belum pernah Anda ketahui sebelumnya.

Referensi 

Search

Video

Budaya Detail

Bengkulu

Kuliner

Bengkulu

Budaya

Budaya Lainnya