Art Jakarta Papers 2026 resmi digelar sebagai babak baru dalam lanskap seni rupa kontemporer Indonesia. Pameran ini menjadi edisi khusus dari Art Jakarta yang secara spesifik menempatkan medium kertas sebagai fokus utama, sebuah pendekatan yang jarang mendapat panggung besar dalam pameran seni arus utama (detikPop, 2026).
Diselenggarakan di City Hall, Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan, Art Jakarta Papers 2026 menghadirkan 28 galeri seni dari dalam dan luar negeri. Pameran ini tidak hanya menawarkan pengalaman visual, tetapi juga membuka diskusi mengenai posisi seni berbasis kertas dalam ekosistem seni rupa nasional dan global (MetroTV News, 2026).
Art Jakarta Papers 2026 dan Gagasan Besarnya
Mengangkat Medium yang Kerap Dianggap Sekunder
Art Jakarta Papers 2026 hadir dengan misi utama untuk menepis anggapan bahwa kertas hanyalah medium sekunder atau tahap awal dalam proses berkarya. Melalui beragam karya yang dipamerkan, kertas ditampilkan sebagai medium utama yang memiliki kekuatan estetika, konseptual, dan historis yang setara dengan medium seni rupa lainnya (The Jakarta Post, 2026).
Pameran ini menampilkan berbagai pendekatan artistik, mulai dari gambar dan cetak, seni buku, hingga instalasi dan patung berbasis kertas. Keragaman tersebut memperlihatkan fleksibilitas medium kertas dalam menyampaikan gagasan personal, sosial, maupun kultural.
Partisipasi Galeri dan Ragam Karya
28 Galeri dalam Art Jakarta Papers 2026
Sebanyak 28 galeri seni berpartisipasi dalam Art Jakarta Papers 2026, menampilkan karya-karya pilihan dari para seniman dengan latar belakang dan praktik yang beragam. Kehadiran galeri-galeri ini mencerminkan antusiasme pelaku seni terhadap platform baru yang secara khusus memberi ruang bagi eksplorasi medium kertas (detikPop, 2026).
Karya-karya yang ditampilkan tidak hanya berfokus pada keindahan visual, tetapi juga pada narasi dan isu yang diangkat, seperti identitas, ingatan, lingkungan, hingga refleksi atas kehidupan urban. Hal ini membuat pameran menjadi relevan bagi audiens yang lebih luas, tidak terbatas pada kalangan kolektor atau pelaku seni saja.
Pernyataan Menteri Kebudayaan
Fadli Zon Soroti Nilai Historis Kertas
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, secara resmi membuka Art Jakarta Papers 2026. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa medium kertas memiliki akar sejarah panjang dalam kebudayaan Indonesia, mulai dari manuskrip kuno, karya sastra, hingga praktik seni visual tradisional (MerahPutih.com, 2026).
Menurut Fadli Zon, penguatan ekosistem seni rupa berbasis kertas penting untuk mendorong keberlanjutan praktik seni sekaligus membuka peluang baru bagi seniman muda. Ia juga menilai pameran ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi seni rupa Indonesia di tingkat internasional (MerahPutih.com, 2026).
Art Jakarta Papers 2026 dalam Perspektif Global
Menempatkan Seni Kertas di Panggung Internasional
Art Jakarta Papers 2026 disebut sebagai upaya untuk membingkai ulang medium kertas agar dipandang relevan dalam konteks seni kontemporer global. Pameran ini menunjukkan bahwa medium sederhana seperti kertas mampu menjadi sarana eksplorasi ide yang kompleks dan reflektif (The Jakarta Post, 2026).
Pendekatan ini sekaligus memperluas wacana seni rupa Asia Tenggara, di mana seniman tidak lagi terikat pada hierarki medium, melainkan pada kekuatan gagasan dan konteks karya yang dihadirkan.
Dampak terhadap Pasar dan Ekosistem Seni
Mendorong Apresiasi dan Pasar Seni Kertas
Art Jakarta Papers 2026 juga dinilai berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan pasar seni rupa berbasis kertas. Pameran ini membuka peluang bagi kolektor untuk melirik karya seni kertas. Medium tersebut dapat menjadi objek apresiasi sekaligus koleksi bernilai (Pikiran-Rakyat.com, 2026).
Selain aspek pasar, pameran ini turut mendorong dialog lintas pihak. Seniman, galeri, kurator, dan publik terlibat dalam diskusi bersama. Pembahasan mencakup keberlanjutan medium kertas. Isu lain yang dibahas meliputi tantangan konservasi dan presentasi karya di ruang pamer modern.
Art Jakarta Papers 2026 menegaskan bahwa medium kertas memiliki posisi penting dalam praktik seni rupa kontemporer. Melalui pameran ini, publik diajak melihat kertas bukan sekadar media pendukung. Kertas juga dipahami sebagai medium utama yang mampu menyampaikan gagasan artistik secara kuat dan relevan.
Bagi pembaca yang ingin mengikuti perkembangan seni dan budaya, Negeri Kami menghadirkan beragam liputan mendalam. Artikel yang disajikan informatif dan mudah dipahami. Jangan lewatkan berbagai tulisan lainnya untuk memperluas wawasan tentang dinamika dunia seni rupa.
Referensi