Wamenpar: Aceh Culinary Festival Perkuat Kekayaan Kuliner Aceh

Wamenpar: Aceh Culinary Festival Perkuat Kekayaan Kuliner Aceh

Rizky Ananda

Last Updated: 17 September 2026, 01:00

Bagikan:

kuliner aceh
Foto: Antara News
Table of Contents

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati menyatakan Aceh Culinary Festival (ACF) merupakan bagian dari program Wonderful Indonesia Gastronomy guna memperkuat promosi kekayaan kuliner Aceh, seperti diberitakan Antara News.

“Kegiatan ini tidak hanya mengedepankan cita rasa, tetapi juga budaya dan tradisi. Aceh Culinary Festival ini harusnya bisa menjadi bagian dari Wonderful Indonesia Gastronomy yang saat ini terus digaungkan Bu Menteri,” katanya saat menutup ACF 2026 di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh.

Kuliner Aceh dalam Gastronomi

Ia menjelaskan, gastronomi tidak hanya berbicara mengenai cita rasa makanan. Gastronomi juga mencakup budaya, tradisi, serta cerita yang terdapat di balik setiap kuliner yang disajikan. Ia menilai penguatan storytelling pada kuliner Aceh penting dilakukan. Hal ini agar masyarakat maupun wisatawan tidak hanya menikmati makanan dari sisi rasa, tetapi juga memahami nilai dan sejarah yang membuat kuliner tersebut hadir.

“Saya melihat mereka bukan sebagai bagian yang memasak, tapi saya melihat mereka sebagai bagian yang menjaga tradisi gastronomi Aceh. Mereka mampu menceritakan di balik dari setiap kuliner yang mereka sajikan,” ujarnya.

Menurut dia, hal tersebut terlihat saat dirinya mengunjungi sejumlah stan kuliner dalam ACF 2026. Ia menemukan berbagai sajian yang menggunakan bahan lokal, termasuk ikan endemik dari daerah Aceh Tamiang.

Gastronomi untuk Pariwisata dan Masyarakat

Ia mengatakan pengembangan gastronomi dapat menjadi salah satu bagian dari upaya Kementerian Pariwisata mendorong pariwisata berkualitas. Upaya tersebut dilakukan bersama dengan wisata bahari dan wisata kebugaran. Selain memperkuat pelestarian budaya, ia juga menekankan penyelenggaraan festival pariwisata harus memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada masyarakat.

“Festival sekali lagi tidak boleh berhenti hanya sebagai tontonan saja, tapi harus menjadi penggerak ekonomi yang kemudian membuka penguatan usaha, menciptakan lapangan kerja dan juga bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Ia berharap ACF dapat terus diperkuat sehingga pelestarian budaya melalui kuliner berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Semoga event ini bisa memperkuat citra pariwisata daerah, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta menjadi pemantik bagi tumbuhnya ekosistem pariwisata yang mandiri, inklusif, dan berdaya saing,” katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Dedy Yuswadi mengatakan pelaksanaan ACF 2026 hingga Sabtu telah mencatat lebih dari 11.000 pengunjung.

“Per hari ini akumulasi jumlah pengunjung mencapai 11.000 lebih,” kata Dedy.

ACF yang telah berusia satu dekade ini telah empat kali berturut-turut masuk dalam jajaran Top 10 Karisma Event Nusantara Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Penutup

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati menilai Aceh Culinary Festival dapat menjadi bagian dari Wonderful Indonesia Gastronomy. Hal ini dapat memperkuat promosi kekayaan kuliner Aceh. Menurutnya, gastronomi juga mencakup budaya, tradisi, dan cerita di balik kuliner. Gastronomi juga dapat mendukung pariwisata berkualitas dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar budaya, cerita & identitas, kolaborasi & ruang budaya, kreativitas lokal, seni & ekspresi, serta warisan & tradisi dari berbagai daerah di Indonesia hanya di Negeri Kami.

/ Search /

/ Artikel Lainnya /