Koja: Tas dari Kulit Pohon Khas Suku Baduy

Koja: Tas dari Kulit Pohon Khas Suku Baduy

Last Updated: 31 August 2026, 01:00

Bagikan:

tas koja
Foto: Indonesia Kaya

Tas adalah salah satu benda esensial yang dipakai oleh masyarakat Indonesia untuk beraktivitas sehari-hari. Benda ini juga telah digunakan oleh nenek moyang kita sejak ratusan tahun lalu, tak terkecuali oleh suku-suku tradisional yang mendiami bumi Nusantara. Salah satunya adalah suku Baduy, yang mendiami Pegunungan Kendeng, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Suku ini memiliki tas khas yang terbuat dari bahan alami koja atau jarog, yang disebut “koja.”

Dibuat dari kulit kayu pohon teureup atau terap yang tahan terhadap rayap, tas koja diproduksi dengan cara tradisional. Berdasarkan catatan dari Indonesia Kaya, prosesnya dimulai dengan mencari jenis pohon tersebut di pedalaman hutan, lalu mengambil kulitnya untuk dijadikan bahan dasar pembuatan tas koja. Kulit pohon ini akan dijemur sampai kering untuk dijadikan serabut, sehingga dapat memudahkan pembuatan benang.

Proses Pembuatan dan Penggunaan Tas Koja

Benang yang telah dirajut kemudian disambung menjadi wadah dengan bentuk sesuai kebutuhan. Proses pembuatannya tidak singkat dan dapat memakan waktu beberapa hari hingga seminggu. Lama pembuatannya tergantung pada ketersediaan bahan dan tingkat kerumitan pola yang ingin dibentuk.

Dalam keseharian masyarakat Baduy, anyaman dari kulit kayu ini selalu menemani berbagai aktivitas, mulai dari berladang, menanam padi, hingga menangkap ikan di sungai. Bentuknya yang sederhana namun fungsional membuatnya mudah dijinjing atau disampirkan di bahu, menyesuaikan kebutuhan pemiliknya.

Warna dan Filosofi Tas Koja

Warna alami cokelat kehitaman yang menyerupai kulit kayu memberi kesan selaras dengan alam sekitar. Lebih dari sekadar benda pakai, hasil kerajinan ini juga mencerminkan filosofi hidup masyarakat Baduy, mengambil secukupnya dari alam dan mengembalikannya tanpa meninggalkan jejak. Serat alaminya akan terurai dengan sendirinya ketika tak lagi digunakan.

Penutup

Koja merupakan tas khas Suku Baduy yang dibuat dari kulit kayu pohon teureup atau terap dengan cara tradisional. Tas ini digunakan untuk berbagai aktivitas sehari-hari, seperti berladang, menanam padi, dan menangkap ikan di sungai. Selain memiliki fungsi sebagai wadah, koja juga menunjukkan pemanfaatan bahan alami yang selaras dengan lingkungan sekitar.

Jangan lewatkan artikel budaya lainnya seputar acara sakral, adat istiadat, kuliner, pakaian adat, rumah adat, dan tarian dari berbagai daerah di Indonesia hanya di Negeri Kami.

Search

Video

Budaya Detail

Banten

Adat Istiadat

Kabupaten Lebak/Kecamatan Leuwidamar

Budaya

Budaya Lainnya