Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan menyerahkan 47 alat musik kepada kelompok binaan Yayasan Annida Tanjungsari. Kegiatan yang berlangsung di Warkop Simpang Sentul, Cibinong, Bogor tersebut merupakan bagian dari program bantuan pemerintah untuk menunjang kegiatan seni dan keagamaan, seperti diberitakan Antara News.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan bahwa program fasilitasi sarana dan prasarana kebudayaan merupakan perintah dari Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut dilakukan untuk revitalisasi dan pengembangan budaya.
“Kita juga harus menggerakkan komunitas-komunitas musik di seluruh Indonesia. Misalnya di lingkungan Jabodetabek, di 12 kota, kita memberikan bantuan kepada sanggar, komunitas musik jalanan, sehingga pemusik jalanan dilatih dan difasilitasi oleh Kementerian Kebudayaan,” kata Fadli Zon dalam keterangan resminya, Minggu.
Bantuan 47 Alat Musik untuk Kegiatan Kesenian
Adapun bantuan yang disalurkan mencakup angklung, rebana, marawis, hadroh, dan gamelan. Bantuan tersebut juga mencakup speaker aktif serta sejumlah perlengkapan musik lainnya yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan kesenian.
Menurut Fadli, penguatan komunitas musik menjadi salah satu bagian penting dalam membangun ekosistem kebudayaan. Kementerian Kebudayaan juga menjalankan program fasilitasi bagi sanggar dan komunitas musik. Program tersebut termasuk bagi komunitas musik jalanan di sejumlah wilayah Jabodetabek.
“Semoga bantuan-bantuan ini dapat menunjang kegiatan berseni. Karena berkesenian dan berbudaya adalah kegiatan yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Selain itu, kami berharap hadroh, gamelan, sound system ini juga bisa digunakan untuk kegiatan-kegiatan di berbagai tempat, dan juga digunakan untuk aktivitas seni,” ucap Fadli Zon.
Bogor dan Jawa Barat dalam Kebudayaan Nusantara
Dalam kesempatan tersebut, Fadli turut menyoroti posisi Bogor dan Jawa Barat sebagai salah satu pusat kebudayaan Nusantara. Hal itu ditandai dengan keberadaan berbagai peninggalan sejarah, seperti Prasasti Batu Tulis, Ciaruteun, Jambu, Kebon Kopi, hingga Arca Domas.
Melalui program penyaluran bantuan alat musik, Kementerian Kebudayaan mempertegas komitmennya dalam mendukung ruang kreatif berbasis komunitas di daerah. Dukungan tersebut khususnya melalui sanggar dan komunitas seni. Langkah ini bertujuan agar ekosistem musik terus berkembang sebagai sarana ekspresi dan sarana belajar. Selain itu, ekosistem musik diharapkan menjadi penguat identitas lokal yang inklusif dan berkelanjutan.
Penutup
Penyaluran 47 alat musik oleh Kementerian Kebudayaan kepada kelompok binaan Yayasan Annida Tanjungsari merupakan bagian dari program fasilitasi sarana dan prasarana kebudayaan untuk menunjang kegiatan seni dan keagamaan. Bantuan berupa angklung, rebana, marawis, hadroh, gamelan, speaker aktif, serta perlengkapan musik lainnya diharapkan mendukung kegiatan berseni sekaligus penguatan komunitas musik dan ekosistem kebudayaan.
Jangan lewatkan berita lainnya seputar budaya, cerita & identitas, kolaborasi & ruang budaya, kreativitas lokal, seni & ekspresi, serta warisan & tradisi dari berbagai daerah di Indonesia hanya di Negeri Kami.