Dalam budaya Sunda, karya seni tidak sekadar dilihat dari sisi estetika atau artistik. Nilai tata krama dan etika juga menjadi bagian tak terpisahkan dari kesenian Sunda. Hal ini dapat dilihat dalam salah satu prosesi penyambutan tamu di tanah Priangan. Prosesi tersebut bernama Upacara Bubuka.
Berdasarkan catatan dari Indonesia Kaya, Upacara Bubuka merupakan rangkaian pertunjukan yang menyajikan kolaborasi berbagai jenis kesenian masyarakat Sunda. Rangkaian pertunjukan ini menjadi simbol penghormatan masyarakat setempat kepada para tamu. Tradisi tersebut berfungsi sebagai hiburan sekaligus bentuk penghormatan kepada tamu dalam berbagai kesempatan. Sesuai namanya, prosesi ini biasanya diletakkan sebagai pembuka dari suatu acara atau perhelatan yang dihadiri banyak orang.
Prosesi Upacara Bubuka dalam Pertunjukan
Dalam salah satu pagelaran kesenian Lingkung Seni Sunda ITB, Upacara Bubuka ditampilkan sebagai prosesi pembuka pagelaran. Upacara diawali dengan kemunculan seseorang yang membawa gunungan sebagai simbolisasi alam Parahyangan yang asri. Kemudian, masuk enam orang penari pria dengan gerakan koreografi yang gagah, menyimbolkan pengawal Kerajaan Sunda yang tangguh. Selanjutnya, masuk beberapa penari wanita yang kemudian menari secara berpasangan dengan para penari pria tadi, melambangkan keindahan dan keharmonisan yang ada di tanah Sunda. Muncul pula sesosok pria berkostum bangsawan dan bermahkota sebagai manifestasi Prabu Siliwangi atau penguasa yang arif dan bijak, menyambut para tamu yang hadir dalam pagelaran ini.
Unsur Kesenian dalam Upacara Bubuka
Tidak ada pakem baku mengenai susunan kesenian yang ditampilkan dalam Upacara Bubuka. Biasanya, kesenian yang ditampilkan mengikuti tema atau pesan yang ingin disampaikan kepada para tamu. Tetapi, umumnya pertunjukan yang ditampilkan lebih dominan mengangkat sisi koreografi dan gestur dalam bentuk tari teatrikal. Musik latar yang mengiringi biasanya terdiri dari instrumen musik tradisional (waditra) Sunda seperti set gamelan, kendang, suling, rebab, kenongan, dan instrumen lainnya.
Penutup
Upacara Bubuka menjadi salah satu tradisi yang memperlihatkan eratnya hubungan antara seni, tata krama, dan penghormatan dalam budaya Sunda. Melalui perpaduan tari, musik tradisional, dan simbol-simbol budaya, tradisi ini menghadirkan penyambutan tamu yang penuh makna. Keberadaannya menjadi bagian dari kekayaan budaya Priangan yang terus dikenalkan kepada masyarakat melalui berbagai pagelaran seni.
Jangan lewatkan artikel budaya lainnya seputar acara sakral, adat istiadat, kuliner, pakaian adat, rumah adat, dan tarian dari berbagai daerah di Indonesia hanya di Negeri Kami.



