Tari Baksa Kembang, Tarian Penyambutan Khas Banjar yang Sarat Makna dan Tetap Lestari

Tari Baksa Kembang, Tarian Penyambutan Khas Banjar yang Sarat Makna dan Tetap Lestari

Last Updated: 26 June 2026, 16:45

Bagikan:

Tari Baksa Kembang Banjar
Tari Baksa Kembang bukan sekadar tarian penyambutan, tetapi juga simbol kelembutan, keramahan, dan penghormatan masyarakat Banjar kepada setiap tamu. Sumber gambar: disbudpar.banjarmasinkota.go.id.

Tari Baksa Kembang merupakan salah satu tarian tradisional khas Banjar, Kalimantan Selatan, yang hingga kini masih menjadi simbol penghormatan kepada tamu. Tarian klasik ini tidak hanya menampilkan gerakan yang anggun, tetapi juga menyimpan sejarah panjang sejak masa kerajaan serta filosofi keramahan masyarakat Banjar. (Media Center Provinsi Kalimantan Selatan, 2017; Kompas.com, 2024).

Sejarah Tari Baksa Kembang Berawal dari Tradisi Kerajaan Banjar

Tari Baksa Kembang berasal dari wilayah Banjar, Kalimantan Selatan. Tarian ini telah ada sejak sebelum berdirinya Kesultanan Banjar dan berkembang pada masa Kerajaan Dipa serta Daha. Dalam sejarahnya, Tari Baksa Kembang hanya dipentaskan di lingkungan kerajaan sebagai bentuk penghormatan kepada tamu kehormatan maupun kerabat kerajaan. (Media Center Provinsi Kalimantan Selatan, 2017; Kompas.com, 2024).

Seiring berjalannya waktu, tarian ini mulai diperkenalkan kepada masyarakat luas. Perubahan tersebut membuat Tari Baksa Kembang tidak lagi terbatas di lingkungan istana, melainkan menjadi bagian penting dalam berbagai kegiatan adat, penyambutan tamu resmi, festival budaya, hingga pernikahan adat Banjar. (Kompas.com, 2022; Kompas.com, 2024).

Makna Tari Baksa Kembang Mencerminkan Keramahan Masyarakat Banjar

Nama “Baksa” memiliki makna kelembutan. Makna tersebut tercermin melalui setiap gerakan penari yang dilakukan secara lembut, anggun, dan penuh kesopanan sebagai simbol penghormatan kepada tamu yang datang.

Tarian ini juga terinspirasi dari kisah Pangeran Suria Wangsa Gangga dan Putri Kuripan yang memberikan bunga teratai merah sebagai lambang kasih sayang. Kisah tersebut kemudian menjadi salah satu cikal bakal lahirnya Tari Baksa Kembang yang berkembang di Kalimantan Selatan. (Media Center Provinsi Kalimantan Selatan, 2017).

Selain menyampaikan penghormatan, Tari Baksa Kembang mengandung nilai budaya berupa keramahan, kesopanan, serta penghargaan terhadap setiap tamu. Nilai tersebut masih dipertahankan hingga sekarang sehingga tarian ini tetap relevan dalam berbagai acara resmi maupun kegiatan budaya. (Kompas.com, 2023).

Properti Tari Baksa Kembang Memiliki Filosofi Mendalam

Keunikan Tari Baksa Kembang juga terlihat dari berbagai properti yang digunakan para penari.

Beberapa properti utama meliputi:

  • Mahkota Gajah Gemuling.
  • Kembang Bogam.
  • Halilipan.
  • Roncean bunga melati, mawar, kantil, dan kenanga.
  • Sampur atau selendang.
  • Kembang goyang.
  • Gelang dan anting khas Banjar.

Properti yang paling ikonik adalah Kembang Bogam, yaitu rangkaian bunga yang nantinya diberikan kepada tamu sebagai simbol penghormatan, doa, dan ucapan selamat datang. (Kompas.com, 2023; Kompas.com, 2024).

Tari Baksa Kembang Masih Menjadi Identitas Budaya Kalimantan Selatan

Hingga saat ini, Tari Baksa Kembang masih sering ditampilkan dalam berbagai kegiatan resmi di Kalimantan Selatan. Pemerintah daerah, sanggar seni, dan komunitas budaya terus mempertahankan eksistensi tarian ini sebagai identitas budaya Banjar.

Tari Baksa Kembang kerap hadir dalam:

  • Penyambutan tamu negara.
  • Acara pemerintahan.
  • Festival budaya.
  • Pernikahan adat Banjar.
  • Kegiatan pariwisata daerah.
  • Pertunjukan seni tradisional.

Keberadaan tarian ini menunjukkan bahwa budaya lokal mampu tetap bertahan di tengah perkembangan zaman apabila terus dilestarikan oleh masyarakat dan pemerintah. (Media Center Provinsi Kalimantan Selatan, 2017).

Tari Baksa Kembang Berpotensi Menjadi Daya Tarik Wisata Budaya

Tari Baksa Kembang memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata budaya Kalimantan Selatan. Keindahan gerakan, busana tradisional, musik pengiring, serta filosofi yang terkandung di dalamnya mampu memberikan pengalaman budaya yang berkesan bagi wisatawan.

Pelestarian Tari Baksa Kembang juga menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya Banjar agar tetap dikenal oleh generasi muda maupun masyarakat internasional. Dukungan pemerintah, pelaku seni, serta masyarakat menjadi kunci agar tarian klasik ini terus berkembang tanpa kehilangan nilai tradisionalnya.

Jangan lewatkan artikel menarik lainnya mengenai tarian tradisional, budaya Nusantara, dan warisan budaya Indonesia hanya di Negeri Kami. Temukan berbagai kisah inspiratif tentang kekayaan budaya Indonesia yang patut dilestarikan.

Referensi

Search

Video

Budaya Detail

Kalimantan Selatan

Tarian

Kalimantan Selatan

Budaya

Budaya Lainnya