Tradisi Merariq Suku Sasak Lombok yang Unik dan Masih Bertahan di Tengah Modernisasi, Ternyata Punya Makna Mendalam

Tradisi Merariq Suku Sasak Lombok yang Unik dan Masih Bertahan di Tengah Modernisasi, Ternyata Punya Makna Mendalam

Last Updated: 18 May 2026, 12:00

Bagikan:

Tradisi Merariq Suku Sasak Lombok
Tradisi Merariq bukan sekadar adat pernikahan, tetapi juga simbol kuatnya identitas budaya Suku Sasak yang terus bertahan di tengah modernisasi. Sumber gambar: Alamtara Institute

Tradisi merariq merupakan adat pernikahan masyarakat Suku Sasak di Lombok yang dilakukan melalui proses membawa calon mempelai perempuan ke tempat aman sebelum akad nikah berlangsung. Masyarakat Sasak menjaga tradisi merariq sebagai simbol keberanian, penghormatan adat, dan penyatuan dua keluarga dalam ikatan sosial yang kuat. Tradisi ini tidak hanya menjadi ritual budaya, tetapi juga menjadi identitas masyarakat Lombok yang masih bertahan di tengah perkembangan zaman.

Tradisi Merariq Menjadi Identitas Budaya Suku Sasak

Masyarakat Suku Sasak menjadikan tradisi merariq sebagai bagian penting dalam sistem adat pernikahan di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tradisi ini dikenal luas sebagai bentuk “kawin lari” yang dilakukan secara adat dengan persetujuan kedua calon mempelai dan keluarga terkait. Tradisi merariq memiliki tahapan adat yang terstruktur dan mengandung nilai sosial dalam kehidupan masyarakat Sasak. (Kompas.com, 2021)

Tradisi merariq berasal dari kata “lari” dalam bahasa Sasak yang merujuk pada proses membawa calon mempelai perempuan sebelum akad nikah berlangsung. Tradisi ini berkembang sebagai bagian dari budaya masyarakat Sasak yang masih mempertahankan hukum adat dalam prosesi pernikahan. (Liputan6.com, 2023)

Masyarakat Lombok memandang tradisi merariq sebagai simbol kesungguhan laki-laki dalam membangun rumah tangga. Prosesi adat ini juga menunjukkan keterlibatan keluarga besar dalam menjaga hubungan sosial dan kehormatan keluarga.

Faktor yang Membuat Tradisi Merariq Tetap Bertahan

Tradisi merariq tetap bertahan karena masyarakat Sasak masih menghormati nilai adat dan identitas budaya lokal. Beberapa faktor yang mendukung keberlangsungan tradisi ini meliputi:

  • Masyarakat Sasak menjaga adat sebagai warisan leluhur.
  • Tokoh adat Sasak mempertahankan prosesi merariq dalam acara pernikahan.
  • Keluarga besar Sasak mendukung nilai solidaritas dalam tradisi.
  • Pemerintah daerah Lombok mempromosikan budaya lokal sebagai daya tarik wisata budaya.
  • Generasi muda Sasak mulai mempelajari kembali makna asli tradisi merariq.

Tradisi merariq juga memperkuat hubungan sosial dan kekeluargaan dalam masyarakat Sasak. (Liputan6.com, 2023)

Tahapan Tradisi Merariq dalam Pernikahan Sasak

Tradisi merariq memiliki beberapa tahapan yang dijalankan secara adat oleh masyarakat Sasak. Setiap tahapan memiliki aturan dan makna budaya yang berbeda.

Midang Menjadi Awal Hubungan Calon Mempelai

Masyarakat Sasak menggunakan proses midang sebagai tahap perkenalan antara laki-laki dan perempuan sebelum merariq dilakukan. Laki-laki biasanya datang ke rumah perempuan untuk membangun komunikasi secara sopan dan terbuka.

Tahap midang menunjukkan bahwa hubungan calon mempelai dibangun melalui pendekatan sosial yang diketahui masyarakat sekitar. Midang menjadi bagian penting dalam proses pendekatan dan komunikasi adat masyarakat Sasak. (Kompas.com, 2021)

Proses Merariq Dilakukan Sesuai Kesepakatan

Calon mempelai laki-laki membawa perempuan ke tempat tertentu pada malam hari sesuai kesepakatan bersama. Keluarga laki-laki biasanya menyiapkan tempat aman untuk calon mempelai perempuan sebelum proses pemberitahuan kepada keluarga perempuan dilakukan.

Proses merariq dilakukan atas persetujuan kedua calon mempelai tanpa adanya paksaan. (Kompas.com, 2021)

Selabar Menjadi Bentuk Pemberitahuan kepada Keluarga

Keluarga laki-laki mengirim utusan adat kepada keluarga perempuan untuk menyampaikan bahwa proses merariq telah dilakukan. Tahap selabar menjadi langkah penting agar hubungan kedua keluarga tetap terjaga dengan baik.

Utusan adat biasanya menyampaikan pesan secara sopan kepada keluarga perempuan. Masyarakat Sasak menghormati tahap selabar karena proses ini menunjukkan tanggung jawab keluarga laki-laki terhadap calon mempelai perempuan.

Sorong Serah Menjadi Simbol Penyatuan Keluarga

Masyarakat Sasak melaksanakan sorong serah sebagai proses penyerahan tanggung jawab adat antara kedua keluarga. Tahapan ini biasanya disertai pembicaraan adat dan pemberian simbol penghormatan.

Sorong serah menunjukkan bahwa pernikahan dalam budaya Sasak tidak hanya menyatukan dua individu, tetapi juga menyatukan hubungan sosial antarkeluarga.

Tradisi Merariq Mengandung Nilai Sosial dan Budaya

Tradisi merariq tidak hanya menjadi ritual adat, tetapi juga mengandung nilai sosial yang masih relevan dalam kehidupan masyarakat Sasak.

Nilai Solidaritas dalam Tradisi Merariq

Masyarakat Sasak melibatkan keluarga besar dan tokoh adat dalam setiap proses merariq. Keterlibatan tersebut menciptakan solidaritas sosial yang kuat di lingkungan masyarakat.

Beberapa nilai solidaritas dalam tradisi merariq meliputi:

  • Keluarga besar membantu persiapan acara adat.
  • Tokoh adat menjaga kelancaran proses budaya.
  • Tetangga sekitar ikut mendukung kegiatan pernikahan.
  • Masyarakat Sasak mempererat hubungan sosial melalui acara adat.

Tradisi merariq mengandung nilai komunikasi, solidaritas, dan tanggung jawab dalam kehidupan rumah tangga masyarakat Sasak. (Liputan6.com, 2023)

Tradisi Merariq Menjadi Simbol Kehormatan

Masyarakat Sasak menganggap tradisi merariq sebagai simbol keberanian dan tanggung jawab laki-laki terhadap perempuan yang akan dinikahi. Tradisi ini juga menjadi bentuk penghormatan terhadap adat leluhur yang diwariskan secara turun-temurun.

Tradisi merariq memperlihatkan perpaduan antara adat, agama, dan norma sosial dalam kehidupan masyarakat Sasak. (Liputan6.com, 2023)

Penyimpangan Tradisi Merariq Menjadi Perhatian Publik

Masyarakat Lombok menghadapi tantangan baru dalam pelestarian tradisi merariq akibat munculnya praktik yang menyimpang dari nilai adat asli. Beberapa pihak menggunakan istilah merariq untuk membenarkan pernikahan usia anak atau tindakan tanpa persetujuan perempuan.

Praktik “merariq kodeq” menjadi perhatian publik karena melibatkan pernikahan usia anak yang dianggap menyimpang dari nilai asli tradisi merariq. (Kompas.com, 2021)

Tokoh adat Sasak menegaskan bahwa tradisi merariq seharusnya dilakukan berdasarkan kesepakatan kedua calon mempelai dan penghormatan terhadap keluarga. Penyalahgunaan adat dianggap dapat merusak citra budaya Sasak di mata masyarakat luas.

Upaya Pelestarian Tradisi Merariq di Lombok

Pemerintah daerah, akademisi, dan tokoh adat mulai melakukan edukasi mengenai makna asli tradisi merariq kepada masyarakat. Upaya tersebut bertujuan menjaga budaya lokal sekaligus mencegah penyimpangan adat.

Beberapa langkah pelestarian tradisi merariq meliputi:

  • Tokoh adat memberikan edukasi budaya kepada generasi muda.
  • Pemerintah daerah mengadakan festival budaya Sasak.
  • Akademisi meneliti nilai sosial dalam tradisi merariq.
  • Media lokal mempublikasikan pemahaman yang benar tentang adat Sasak.
  • Sekolah dan komunitas budaya memperkenalkan sejarah tradisi merariq.

Keberadaan tradisi merariq masih dipengaruhi faktor budaya, keluarga, dan adat yang kuat dalam masyarakat Sasak. (Liputan6.com, 2023)

Tradisi Merariq Tetap Menjadi Warisan Budaya Lombok

Tradisi merariq menunjukkan bahwa masyarakat Sasak masih menjaga hubungan kuat antara adat, keluarga, dan identitas budaya lokal. Prosesi adat tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap leluhur sekaligus bentuk solidaritas sosial yang terus diwariskan antargenerasi.

Pembaca dapat menemukan artikel budaya Nusantara lainnya hanya di Negeri Kami. Pembaca juga dapat membaca informasi menarik tentang tradisi daerah, sejarah budaya Indonesia, dan kearifan lokal masyarakat adat di berbagai wilayah Indonesia.

Tradisi merariq juga memperlihatkan bahwa budaya lokal dapat bertahan di tengah perubahan zaman apabila masyarakat tetap menjaga nilai asli dan makna sosialnya. Pembaca dapat mengikuti artikel budaya lainnya di Negeri Kami untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai adat istiadat, tradisi pernikahan daerah, dan kekayaan budaya Indonesia.

Referensi

Search

Video

Budaya Detail

Nusa Tenggara Barat

Adat Istiadat

Nusa Tenggara Barat

Budaya

Budaya Lainnya