Sekura Cakak Buah merupakan tradisi budaya masyarakat Lampung Barat yang digelar setiap awal Syawal sebagai bentuk silaturahmi, hiburan rakyat, dan pelestarian warisan leluhur. Tradisi ini menghadirkan pertunjukan topeng (sekura) serta kegiatan panjat pinang atau “cakak buah” yang menjadi simbol kebersamaan dan gotong royong masyarakat (Antara News, 2025).
Tradisi Sekura Cakak Buah sebagai Warisan Budaya Lampung Barat
Masyarakat Lampung Barat menyelenggarakan Sekura Cakak Buah secara turun-temurun sebagai bagian dari perayaan Idulfitri. Tradisi ini dilaksanakan setiap tahun pada awal bulan Syawal dan melibatkan berbagai pekon di wilayah tersebut (Antara News, 2025).
Pemerintah daerah Lampung Barat mendukung tradisi ini sebagai identitas budaya yang harus dilestarikan. Dukungan ini bertujuan menjaga keberlangsungan budaya lokal agar tetap dikenal oleh generasi muda (Antara Lampung, 2026).
Makna Topeng Sekura dan Filosofi Sosial dalam Tradisi
Tradisi Sekura Cakak Buah menampilkan penggunaan topeng sebagai simbol penyamaran identitas sosial. Topeng Sekura Betik melambangkan kebaikan dan kesopanan, sedangkan Sekura Kamak melambangkan sifat buruk manusia (Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, 2025).
Masyarakat memaknai penggunaan topeng sebagai bentuk kesetaraan sosial karena identitas individu tidak terlihat. Tradisi ini juga menggambarkan keseimbangan antara kebaikan dan keburukan dalam kehidupan manusia (Antara News, 2025).
Makna utama dalam tradisi ini meliputi:
- Topeng mencerminkan kesetaraan sosial antar masyarakat.
- Sekura Betik melambangkan kebaikan.
- Sekura Kamak melambangkan sifat negatif manusia.
- Tradisi mencerminkan keseimbangan hidup.
Prosesi Sekura Cakak Buah sebagai Pesta Rakyat Lampung Barat
Masyarakat Lampung Barat menyusun prosesi Sekura Cakak Buah secara terstruktur dari persiapan hingga puncak acara. Peserta mengenakan kostum dan topeng sebelum mengikuti arak-arakan budaya (Antara News, 2025).
Puncak acara tradisi ini adalah kegiatan panjat pinang atau cakak buah yang dilakukan secara berkelompok. Kegiatan ini menuntut kerja sama antar peserta untuk mendapatkan hadiah di puncak (Antara News, 2024).
Tahapan prosesi meliputi:
- Persiapan topeng dan kostum.
- Arak-arakan budaya.
- Pertunjukan seni rakyat.
- Panjat pinang sebagai puncak acara.
Nilai Kebersamaan dan Gotong Royong dalam Sekura Cakak Buah
Tradisi Sekura Cakak Buah mencerminkan nilai gotong royong dalam masyarakat Lampung Barat. Masyarakat bekerja sama dalam menyiapkan acara secara swadaya (Antara News, 2024).
Tradisi ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi setelah Idulfitri. Masyarakat berkumpul untuk saling bermaafan dan memperkuat hubungan sosial (Antara News, 2025).
Manfaat sosial tradisi ini meliputi:
- Mempererat hubungan antar warga.
- Menanamkan nilai gotong royong.
- Menjadi sarana edukasi budaya.
- Menjaga identitas lokal.
Sekura Cakak Buah sebagai Daya Tarik Wisata Lampung Barat
Pemerintah Kabupaten Lampung Barat memanfaatkan Sekura Cakak Buah sebagai daya tarik wisata budaya. Tradisi ini mampu menarik wisatawan dan meningkatkan kunjungan daerah (Antara Lampung, 2026).
Tradisi ini memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal melalui sektor pariwisata dan UMKM. Kegiatan budaya ini mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis budaya (Antara Lampung, 2026).
Manfaat ekonomi tradisi ini meliputi:
- Meningkatkan kunjungan wisatawan.
- Mendukung UMKM lokal.
- Menciptakan peluang ekonomi.
- Mempromosikan budaya Lampung.
Upaya Pelestarian Sekura Cakak Buah oleh Pemerintah dan Masyarakat
Pemerintah daerah menyelenggarakan festival budaya untuk melestarikan Sekura Cakak Buah. Festival ini dilakukan secara rutin setiap tahun (Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, 2025).
Masyarakat juga berperan aktif dalam menjaga tradisi melalui keterlibatan generasi muda. Upaya ini memastikan tradisi tetap lestari di tengah modernisasi (Antara News, 2025).
Sekura Cakak Buah menjadi bagian penting dari identitas budaya Lampung Barat yang mengandung nilai sosial, filosofi, dan ekonomi. Tradisi ini terus dilestarikan sebagai warisan budaya yang hidup di tengah masyarakat.
Pembaca dapat menemukan berbagai artikel budaya lainnya di Negeri Kami. Jelajahi tradisi Nusantara lainnya untuk memahami kekayaan budaya Indonesia.
Referensi

