Kue Jojorong Khas Banten: Kuliner Tradisional Ini Kini Makin Diburu Wisatawan!

Kue Jojorong Khas Banten: Kuliner Tradisional Ini Kini Makin Diburu Wisatawan!

Last Updated: 26 February 2026, 11:19

Bagikan:

Kue Jojorong Khas Banten
Manisnya legit, lembutnya bikin nostalgia, Kue Jojorong bukan cuma jajanan biasa, tapi warisan rasa khas Banten yang kini makin diburu. Sumber gambar: BLOG FOKUS

Kue Jojorong kembali menjadi sorotan setelah ditetapkan sebagai bagian dari Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia. Jajanan tradisional khas Banten ini tidak hanya dikenal karena rasanya yang manis dan lembut, tetapi juga karena nilai historis serta budayanya yang kuat.

Di berbagai wilayah seperti Lebak dan Pandeglang, Kue Jojorong sudah lama menjadi sajian khas dalam acara adat, hajatan keluarga, hingga bulan Ramadan. Kini, popularitasnya semakin meningkat seiring pengakuan resmi dari pemerintah dan promosi wisata kuliner daerah.

Kue Jojorong Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda

Kue Jojorong ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda milik Kabupaten Lebak. Penetapan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Banten karena kuliner tradisional tersebut diakui secara nasional sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

Kue Jojorong resmi diklaim sebagai Warisan Budaya Takbenda milik Lebak setelah melalui proses sidang penetapan (Banten Raya, 2023).

Pengakuan ini memperkuat posisi Kue Jojorong bukan sekadar makanan tradisional, tetapi juga simbol identitas daerah yang perlu dilestarikan. Pemerintah daerah pun mendorong promosi dan pengembangan UMKM berbasis kuliner tradisional.

Asal Usul dan Ciri Khas Kue Jojorong

Kue Jojorong dikenal sebagai jajanan khas Banten yang terbuat dari tepung beras, santan, dan gula aren. Ciri khasnya terletak pada wadah daun pisang yang dibentuk menyerupai mangkuk kecil serta lapisan gula merah cair di bagian bawahnya.

Jojorong memiliki tekstur lembut, rasa manis legit, serta aroma khas dari daun pisang yang dikukus bersama adonan (Pemprov Banten, 2023).

Keunikan tersebut membuat Kue Jojorong berbeda dari kue tradisional lain. Sensasi manis gula aren yang berpadu dengan gurih santan menghadirkan rasa autentik yang sulit tergantikan.

Proses Pembuatan yang Masih Tradisional

Pembuatan Kue Jojorong dimulai dengan menyiapkan daun pisang sebagai wadah. Gula aren cair dimasukkan terlebih dahulu ke bagian dasar, kemudian adonan tepung beras dan santan dituangkan di atasnya sebelum dikukus hingga matang.

Kue Jojorong telah lama menjadi bagian dari tradisi masyarakat Banten dan banyak dijual di pasar tradisional maupun saat Ramadan (Banten Hay, 2024).

Proses pengukusan inilah yang menghasilkan tekstur lembut dan aroma harum khas. Hingga kini, banyak penjual tetap mempertahankan metode tradisional demi menjaga cita rasa aslinya.

Potensi Wisata Kuliner Berbasis Kue Jojorong

Penetapan sebagai Warisan Budaya Takbenda membuka peluang besar bagi pengembangan wisata kuliner di Banten. Kue Jojorong dapat menjadi daya tarik utama dalam festival budaya maupun promosi pariwisata daerah.

Jajanan ini kerap diburu masyarakat karena rasanya yang manis dan lembut, serta harganya yang relatif terjangkau (Banten Hay, 2024).

Dengan strategi promosi digital dan kemasan yang lebih modern tanpa meninggalkan unsur tradisional, Kue Jojorong berpotensi menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk wisatawan luar daerah.

Mengapa Kue Jojorong Tetap Digemari?

Ada beberapa alasan mengapa Kue Jojorong tetap eksis di tengah maraknya makanan modern. Pertama, cita rasanya autentik dan konsisten dari generasi ke generasi. Kedua, bahan-bahannya sederhana namun berkualitas, terutama penggunaan gula aren asli.

Selain itu, nilai nostalgia menjadi faktor kuat. Banyak masyarakat yang mengaitkan Kue Jojorong dengan kenangan masa kecil, suasana pasar tradisional, dan momen kebersamaan keluarga.

Kue Jojorong membuktikan bahwa kuliner tradisional mampu bertahan bahkan semakin bersinar di era modern. Pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda menjadi momentum penting untuk menjaga eksistensinya sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM lokal.

Ingin mengetahui lebih banyak berita menarik seputar kuliner nusantara, wisata daerah, dan budaya Indonesia? Kunjungi terus Negeri Kami. dan temukan informasi terbaru yang inspiratif dan terpercaya setiap harinya.

Referensi

Search

Video

Budaya Detail

Banten

Kuliner

Banten

Budaya

Budaya Lainnya