Tari Seka Papua Kamoro: Makna, Sejarah, dan Pelestariannya

Tari Seka Papua Kamoro: Makna, Sejarah, dan Pelestariannya

Last Updated: 9 February 2026, 13:27

Bagikan:

Tari Seka Papua Kamoro
Tari Seka Papua hadir sebagai wujud kebersamaan masyarakat Kamoro, menegaskan bahwa tradisi lokal tetap hidup dan diwariskan lintas generasi di tengah perubahan zaman. Sumber gambar: detikNews

Tari Seka Papua merupakan tarian tradisional yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat Suku Kamoro, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Tarian ini dikenal sebagai tarian kebersamaan yang kerap ditampilkan dalam berbagai momentum sosial dan budaya masyarakat setempat (Detik, 2025).

Dalam beberapa tahun terakhir, Tari Seka Papua kembali menjadi perhatian publik setelah rutin ditampilkan dalam lomba budaya dan peringatan hari besar nasional. Kehadiran tarian ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana pelestarian identitas budaya lokal Papua.

Asal Usul dan Makna Tari Seka Papua

Sejarah Tari Seka Papua

Tari Seka Papua berasal dari tradisi masyarakat pesisir Mimika yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan. Tarian ini biasanya dilakukan secara berkelompok oleh laki-laki dan perempuan sebagai simbol persatuan, rasa syukur, serta ungkapan kegembiraan bersama. Dalam praktiknya, Tari Seka kerap ditampilkan dalam kegiatan adat, penyambutan tamu, dan acara masyarakat (ANTARA, 2019).

Gerakan Tari Seka Papua didominasi oleh hentakan kaki yang ritmis, ayunan tangan, serta gerakan tubuh yang selaras dengan irama musik tradisional Papua seperti tifa. Kesederhanaan gerak justru menjadi kekuatan utama tarian ini karena menonjolkan kekompakan para penari.

Makna Budaya di Balik Gerakan

Setiap gerakan dalam Tari Seka Papua memiliki makna simbolik. Hentakan kaki melambangkan semangat hidup dan kekuatan komunitas, sementara gerakan berulang mencerminkan siklus kehidupan serta hubungan harmonis antara manusia, alam, dan leluhur. Nilai-nilai ini menjadi fondasi penting dalam kehidupan masyarakat Kamoro.

Tari Seka Papua dalam Lomba dan Acara Resmi

Lomba Tari Seka di Mimika

Popularitas Tari Seka Papua meningkat ketika tarian ini diperlombakan dalam rangka peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di Distrik Mimika Timur Jauh. Warga Kampung Ayuka dan Tipuka tampil antusias mengikuti lomba yang digelar dengan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan perusahaan setempat (Detik, 2025).

Dalam perlombaan tersebut, peserta mengenakan busana tradisional Papua seperti rok rumbai dan hiasan kepala khas Kamoro. Lomba ini tidak hanya menilai keindahan gerak, tetapi juga kekompakan, penghayatan, dan kesesuaian dengan pakem budaya.

Dukungan Pemerintah dan Komunitas

Pemerintah daerah Mimika menilai lomba Tari Seka Papua sebagai salah satu strategi efektif untuk menjaga warisan budaya lokal agar tetap dikenal oleh generasi muda. Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang interaksi sosial yang mempererat hubungan antarwarga kampung (Kompas, 2025).

Peran Tari Seka Papua dalam Pelestarian Budaya

Tari Seka Papua tidak hanya berfungsi sebagai seni pertunjukan, tetapi juga sebagai media edukasi budaya. Melalui tarian ini, generasi muda diperkenalkan pada nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan rasa bangga terhadap identitas budaya Papua.

Tari Seka kerap ditampilkan dalam kegiatan pelajar dan acara resmi daerah sebagai upaya menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak dini (ANTARA, 2019). Hal ini menunjukkan bahwa Tari Seka Papua memiliki peran strategis dalam menjaga kesinambungan tradisi.

Keberadaan Tari Seka Papua menegaskan bahwa budaya lokal Papua masih hidup dan terus berkembang di tengah arus modernisasi. Melalui lomba, pertunjukan, dan dukungan berbagai pihak, tarian ini tetap menjadi simbol persatuan masyarakat Kamoro.

Untuk mengetahui lebih banyak kisah budaya Nusantara lainnya, jangan lewatkan artikel dan laporan budaya terbaru hanya di Negeri Kami.

Referensi

Search

Video

Budaya Detail

Papua

Tarian

Papua

Budaya

Budaya Lainnya