Tradisi Bau Nyale Lombok: Legenda Putri Mandalika, Ritual Sakral, dan Magnet Wisata Dunia

Tradisi Bau Nyale Lombok: Legenda Putri Mandalika, Ritual Sakral, dan Magnet Wisata Dunia

Last Updated: 1 February 2026, 10:15

Bagikan:

Tradisi Bau Nyale Lombok
Tradisi Bau Nyale kembali menyatukan budaya, legenda Putri Mandalika, dan antusiasme ribuan warga di pesisir Lombok dalam satu malam sakral yang penuh makna. Sumber gambar: KOMPAS.com/FITRI RACHMAWATI

Tradisi bau nyale merupakan salah satu warisan budaya ikonik dari Nusa Tenggara Barat yang masih lestari hingga kini. Setiap tahun, masyarakat Suku Sasak bersama wisatawan memadati pesisir selatan Lombok untuk mengikuti ritual menangkap nyale, cacing laut yang muncul pada waktu tertentu (ANTARA News, 2024).

Tradisi bau nyale bukan sekadar aktivitas menangkap biota laut. Ritual ini sarat nilai sejarah dan spiritual yang berakar dari legenda Putri Mandalika. Kisah pengorbanan sang putri menjadikan tradisi ini terus diwariskan lintas generasi sekaligus berkembang sebagai agenda wisata budaya nasional (Kompas, 2023).

Tradisi Bau Nyale dan Asal Usul Legenda Putri Mandalika

Tradisi bau nyale berakar dari legenda Putri Mandalika, seorang putri cantik yang diperebutkan banyak pangeran. Demi menghindari peperangan, Putri Mandalika memilih menceburkan diri ke laut dan mengorbankan nyawanya. Masyarakat percaya, sang putri kemudian menjelma menjadi nyale yang muncul setahun sekali di perairan selatan Lombok (Kompas, 2023).

Legenda ini menjadi fondasi utama tradisi bau nyale. Nyale dipercaya membawa berkah, kesuburan, dan kesejahteraan bagi masyarakat yang menangkapnya. Oleh karena itu, tradisi ini tidak pernah ditinggalkan dan justru semakin diperkuat melalui berbagai ritual adat dan festival budaya.

Waktu dan Lokasi Pelaksanaan Tradisi Bau Nyale

Tradisi bau nyale biasanya dilaksanakan pada bulan Februari atau Maret, berdasarkan penanggalan kalender Sasak. Penentuan tanggal dilakukan melalui musyawarah adat yang dikenal sebagai sangkep warige, dengan mempertimbangkan tanda-tanda alam dan perhitungan tradisional (ANTARA News, 2024).

Lokasi utama pelaksanaan tradisi bau nyale berada di Pantai Seger, kawasan Mandalika, Lombok Tengah. Kawasan ini kini juga dikenal sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata, sehingga pelaksanaan tradisi bau nyale turut mendukung pengembangan wisata budaya dan ekonomi lokal (ANTARA News, 2024).

Rangkaian Ritual dan Festival Budaya Bau Nyale

Pelaksanaan tradisi bau nyale tidak hanya diisi dengan aktivitas menangkap nyale, tetapi juga berbagai ritual adat dan pertunjukan budaya. Masyarakat adat Sasak menggelar doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan alam sebelum tradisi dimulai.

Selain itu, festival bau nyale diramaikan dengan parade budaya, pemilihan Putri Mandalika, pertunjukan seni tradisional seperti tari dan peresean, serta pameran produk UMKM lokal (Tribratanews NTB, 2025).

Tradisi Bau Nyale sebagai Daya Tarik Wisata

Tradisi bau nyale kini menjadi salah satu agenda pariwisata unggulan Nusa Tenggara Barat. Pemerintah daerah bersama masyarakat adat terus mendorong tradisi ini sebagai atraksi wisata berbasis budaya yang autentik dan berkelanjutan (ANTARA News, 2024).

Kehadiran wisatawan domestik dan mancanegara saat festival berlangsung memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar, mulai dari sektor kuliner, penginapan, hingga kerajinan lokal. Hal ini membuktikan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan pengembangan pariwisata.

Nilai Budaya dan Upaya Pelestarian

Tradisi bau nyale bukan hanya tontonan, tetapi juga sarana pendidikan budaya bagi generasi muda. Nilai pengorbanan, persatuan, dan keharmonisan dengan alam menjadi pesan utama yang terus diwariskan melalui tradisi ini.

Pemerintah daerah dan tokoh adat secara konsisten menjaga keaslian ritual bau nyale agar tidak kehilangan makna sakralnya, meskipun dikemas dalam bentuk festival modern. Upaya ini penting untuk memastikan tradisi bau nyale tetap hidup di tengah arus globalisasi (Kompas, 2023).

Tradisi bau nyale menunjukkan bagaimana legenda, kepercayaan, dan budaya lokal dapat bertahan sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Ritual ini bukan hanya menjadi identitas masyarakat Lombok, tetapi juga memperkaya khazanah budaya Indonesia di mata dunia.

Untuk mengetahui lebih banyak tradisi unik dan berita budaya terkini, jangan lewatkan artikel lainnya di Negeri Kami yang menyajikan informasi aktual, mendalam, dan terpercaya.

Referensi

Search

Video

Budaya Detail

Nusa Tenggara Barat

Adat Istiadat

Nusa Tenggara Barat

Budaya

Budaya Lainnya