Jepa: Piza Ala Suku Mandar yang Lezat, Gurih, dan Penuh Cerita

Jepa: Piza Ala Suku Mandar yang Lezat, Gurih, dan Penuh Cerita

Last Updated: 22 January 2026, 06:00

Bagikan:

jepa
Foto: RRI

Jepa – Makanan khas tradisional masyarakat Suku Mandar di Sulawesi Barat, sering disebut sebagai piza khas Mandar atau roti pipih. Bentuknya sederhana, tapi aroma dan rasanya yang khas selalu membangkitkan selera. Hidangan ini menjadi favorit di tengah gempuran makanan modern.

Berdasarkan catatan dari Indonesia Kaya, jepa bukan hanya sekadar hidangan khas. Ia lahir dari kreativitas masyarakat Mandar dalam memanfaatkan bahan sederhana seperti singkong dan kelapa, dan berkembang menjadi bagian penting dari tradisi kuliner daerah. Hingga kini, piza khas Mandar tetap bertahan, menjadi simbol ketahanan budaya sekaligus penghubung antara warisan leluhur dan kehidupan masa kini.

Sejarah Jepa

Ada beberapa teori tentang asal-usul jepa. Salah satunya bermula dari masa kekeringan dan kelaparan di tanah Mandar. Pada saat itu, beras sulit diperoleh dan hanya bisa diakses keluarga kerajaan. Masyarakat mulai mengolah singkong, yang mudah tumbuh di wilayah pesisir, dipadukan dengan kelapa yang melimpah, hingga terciptalah jepa sebagai makanan pokok.

Selain itu, piza khas Mandar ini juga dikaitkan dengan kehidupan nelayan Mandar. Para pelaut membutuhkan bekal yang tahan lama untuk perjalanan berhari-hari, sehingga singkong dan kelapa diolah menjadi jepa yang praktis, tahan lama, dan bergizi.

Cara Pembuatan Jepa

Singkong diparut dengan tangan menggunakan parutan kasar, kemudian diperas dengan alat tradisional bernama pangepeq untuk menghilangkan kandungan racun. Ampas singkong dicampur dengan kelapa parut, kemudian dipanggang di atas panjepangang, piring tanah liat berbentuk bundar, hingga menjadi roti pipih bulat yang gurih.

Jepa dapat dinikmati hangat langsung setelah matang, atau dipadukan dengan bau peapi, olahan ikan khas Mandar, maupun gula merah untuk menambah cita rasa. Kombinasi ini membuat jepa menjadi pilihan yang sempurna, baik sebagai sarapan tradisional maupun sebagai teman menikmati secangkir kopi hangat di pagi atau sore hari.

Makna dan Peran Jepa

Jepa bukan hanya makanan sehari-hari, tetapi juga hidangan istimewa dalam upacara adat dan ritual tradisional Mandar. Di Sulawesi Barat, khususnya Kabupaten Polewali Mandar dan Majene, hidangan ini mudah ditemukan di pasar tradisional maupun pusat kuliner, dan menariknya, para penjual serta pembuatnya biasanya adalah perempuan.

Kini semakin populer, makanan khas ini dinikmati oleh berbagai kalangan, dari anak-anak hingga orang tua. Pemerintah Sulawesi Barat juga mempromosikannya melalui festival kuliner. Bahkan, ada warga yang berhasil menunaikan ibadah haji berkat penghasilan dari penjualan hidangan tradisional ini.

Penutup

Jepa adalah bukti kreativitas dan ketahanan budaya masyarakat Mandar. Dari singkong dan kelapa sederhana lahirlah makanan lezat yang membawa cerita sejarah dan tradisi, sekaligus menghubungkan generasi lama dan baru. Hidangan khas ini menghadirkan pengalaman kuliner yang tetap hidup hingga kini.

Simak berita menarik lainnya tentang kuliner, budaya, dan kreativitas generasi muda di Negeri Kami. Temukan juga inspirasi baru dan kisah seru yang memperkaya wawasan serta semangat kreatifmu.

Search

Video

Budaya Detail

Sulawesi Barat

Kuliner

Kabupaten Polewali Mandar dan Kabupaten Majene

Budaya

Budaya Lainnya