Tari Pumamasari: Pertempuran Putri Pajajaran Penuh Keberanian

Tari Pumamasari: Pertempuran Putri Pajajaran Penuh Keberanian

Last Updated: 15 January 2026, 06:00

Bagikan:

tari pumamasari
Foto: Indonesia Kaya

Tari Pumamasari – Tarian yang mengangkat keberanian Putri Pajajaran, Pumamasari, putri bungsu Raja Pajajaran dari istri ketujuh. Tarian ini menampilkan kisah heroik Pumamasari yang berhasil mengalahkan Jaya Antea, penyerang yang telah memporak-porandakan kerajaan Pajajaran.

Berdasarkan catatan dari Indonesia Kaya, pertunjukan tarian ini tidak hanya menonjolkan aksi perang, tetapi juga memperlihatkan keindahan tata rias Sunda klasik dan dinamika gerakan yang energik. Tarian ini juga memadukan nilai budaya dengan seni pertunjukan yang memikat. Ia menghadirkan visual yang kuat dan menghidupkan kisah heroik sang putri di atas panggung.

Sejarah dan Latar Belakang Tari Pumamasari

Pumamasari dikenal sebagai sosok pemberani yang terdampar di Sukabumi Selatan, kawasan Pelabuhan Ratu. Ia dikejar Jaya Antea, seteru dari Banten yang telah merusak Kerajaan Pajajaran di Bogor, karena cinta yang tidak tersampaikan meskipun Pumamasari sudah menikah dengan Kumbang Bagus Setra.

Keberanian Pumamasari diekspresikan dalam koreografi Tari Pumamasari, yang menampilkan aksi peperangan antara Pumamasari dan Jaya Antea. Gerakan ini diiringi musik tetabuhan kendang dan gamelan yang energik. Dalam cerita tarian, dengan bantuan Rakean Kalangsunda, Pumamasari berhasil melumpuhkan Jaya Antea dan pasukannya, menegaskan kemenangan sang putri.

Koreografi dan Musik Tari Pumamasari

Tarian diawali dengan masuknya delapan penari, terdiri dari empat perempuan dan empat laki-laki. Mereka melakukan gerakan berputar-putar seperti saling menyerang, kemudian berhadapan untuk menunjukkan siapa yang lebih kuat. Gerakan saling berhadapan ini memperlihatkan “jual beli gerakan” antar dua kubu, menciptakan ketegangan visual yang menarik.

Tata rias para penari dibuat secantik dan setampan mungkin, menekankan karakter masing-masing penari, dengan konsep rias yang menitikberatkan pada tata rias Sunda klasik. Musik pengiring berupa karawitan memadukan tetabuhan dengan irama sedikit rancak, menguatkan atmosfer pertarungan.

Puncak Pertempuran dan Pesan Tari Pumamasari

Puncak tari ditandai dengan kemunculan Pumamasari dari balik kain merah, diikuti Jaya Antea yang saling mengejar dan berhadapan. Kedelapan penari lainnya tunduk dan berlindung di balik selendang merah, sementara pertukaran gerakan kembali terjadi antara Pumamasari dan Jaya Antea. Akhirnya, Jaya Antea beserta pasukannya terkapar di bawah kekuasaan Pumamasari.

Tari Pumamasari mencerminkan rasa amarah, kesal, dan benci yang berkecamuk dalam jiwa sang putri, sekaligus menampilkan keberanian, ketangguhan, dan kecerdikan dalam menghadapi lawan. Pertunjukan ini mengajarkan pentingnya keteguhan hati dan keberanian dalam menghadapi tantangan, sekaligus melestarikan nilai budaya leluhur.

Penutup

Tari Pumamasari adalah simbol keberanian, ketangguhan, dan kecerdikan Putri Pajajaran yang patut diapresiasi. Pertunjukan ini memperlihatkan bagaimana budaya dan sejarah dapat hidup dan beresonansi melalui seni pertunjukan yang memikat, menginspirasi penonton, sekaligus meneguhkan identitas budaya leluhur.

Simak berita budaya dan tarian tradisional menarik lainnya di Negeri Kami. Temukan juga ragam cerita inspiratif seputar warisan budaya Jawa Barat dan Indonesia.

Search

Video

Budaya Detail

Jawa Barat

Tarian

Kabupaten Sukabumi / Kecamatan Pelabuhan Ratu

Budaya

Budaya Lainnya